Wakil Bupati Kutim Mahyunadi menghadiri Pembukaan Festival Sekerat Nusantara V. Foto: Lintang/Pro Kutim
SANGATTA - Gemuruh ombak Pantai Sekerat berpadu dengan semarak musik dan kemeriahan pembukaan Festival Sekerat Nusantara V di Pantai Sekerat, Kecamatan Bengalon, Jumat (10/7/2026) malam. Di tengah antusiasme ribuan pengunjung, festival ini juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan harapan terhadap peningkatan akses menuju salah satu destinasi wisata pesisir andalan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Festival dibuka oleh Wakil Bupati Kutim Mahyunadi mewakili Bupati Kutim. Kegiatan diawali dengan penampilan Odah Seni Betuah serta Tari Jepen Lewangku dari Sanggar Seni Swara Art Borneo.
Turut hadir Kepala Dinas Pariwisata Kutim Mahriadi, Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim Ilham, Camat Bengalon Muhammad Harun Al Rasyid, Kepala Desa Sekerat Sunan Dhika, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, serta warga.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Sekerat Sunan Dhika menyampaikan bahwa peningkatan akses jalan masih menjadi salah satu kebutuhan penting untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata di wilayahnya. Dari total sekitar 23 kilometer jalan menuju kawasan wisata, sekitar lima kilometer telah mendapatkan penanganan melalui dukungan perusahaan, sedangkan sisanya masih memerlukan peningkatan secara bertahap.

"Kami berharap ada arahan dan dukungan dari pemerintah daerah serta kolaborasi dengan perusahaan agar akses jalan ini segera dituntaskan. Jalan yang baik akan mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat dan pariwisata di Desa Sekerat," ujarnya.
Harapan serupa disampaikan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berpartisipasi dalam festival. Sela, pelaku UMKM Orang Bengalon Bergaya (UBB), mengaku kegiatan tersebut memberikan dampak positif terhadap penjualan sekaligus memperkenalkan produk lokal kepada wisatawan. Bahkan, pada hari pertama pelaksanaan festival, sejumlah produk unggulannya seperti es teller dan corn dog telah habis terjual. Menurut mereka, peningkatan kualitas akses menuju Pantai Sekerat diyakini akan semakin mendorong jumlah kunjungan wisatawan pada masa mendatang.
"Bagus sih, ini bisa membangun ekonomi ibu-ibu juga. Cuma mungkin aksesnya masih terbatas karena jalan rusak. Kalau tahun depan jalannya sudah bagus pasti lebih ramai lagi dan yang jualan juga lebih antusias," kata Sela, salah seorang pelaku UMKM.

Hal senada disampaikan pengunjung festival, Riska dan Melisa. Keduanya menilai Festival Sekerat Nusantara menjadi hiburan yang dinanti masyarakat sekaligus memperkenalkan keindahan Pantai Sekerat. Mereka berharap akses menuju lokasi terus ditingkatkan agar semakin banyak masyarakat dapat menikmati destinasi tersebut dengan lebih nyaman.
Menanggapi aspirasi masyarakat, Wakil Bupati Kutim Mahyunadi menegaskan bahwa peningkatan aksesibilitas menuju kawasan pesisir menjadi salah satu fokus pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan pariwisata. Ia menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan langkah strategis melalui pembangunan Jembatan Muara Bengalon yang akan menghubungkan kawasan pesisir hingga Kaliorang, Sandaran, dan Tanjung Mangkalihat.
"Kendala utamanya adalah aksesibilitas. Oleh karena itu tahun ini kita pastikan proses lelang pembangunan Jembatan Muara Bengalon berjalan. Nantinya jalur pesisir akan tersambung sehingga akses menuju kawasan wisata seperti Sekerat menjadi lebih mudah," tegas Mahyunadi.

Selain itu, Mahyunadi mengungkapkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah menyetujui pembangunan bandara komersial di Kaliorang. Keberadaan infrastruktur tersebut diharapkan semakin memperkuat konektivitas kawasan pesisir sekaligus membuka peluang lebih besar bagi pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat. Ia menambahkan, sinergi pemerintah bersama dunia usaha melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) juga diharapkan mampu mempercepat penyediaan berbagai fasilitas penunjang wisata di Desa Sekerat.
"Kalau aksesnya sudah baik, masyarakatnya mendukung, dan potensi alamnya terus dijaga, saya optimistis Sekerat akan menjadi salah satu destinasi unggulan di Kutai Timur," pungkasnya. (kopi17/kopi13/kopi3)











