Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman saat meresmikan peluncuran listrik 24 jam di Desa Senambah. Foto: Bahtiar/Pro Kutim
MUARA BENGKAL — Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Desa Senambah, Kecamatan Muara Bengkal, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), terasa sangat spesial tahun ini. Setelah penantian panjang selama 76 tahun, masyarakat di Desa Senambah dan Desa Mulupan akhirnya dapat menikmati aliran listrik 24 jam penuh.
Perayaan yang dipusatkan di Desa Senambah pada Selasa (29/7/2026) ini dihadiri langsung oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, didampingi Kepala Bagian SDA Deky Hermawan, Camat Muara Bengkal Mansyur Ady, Kepala Desa Senambah Ahmad Lamo, Kepala Desa Mulupan Riansyah, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam). Ribuan warga dari Desa Senambah dan Desa Mulupan tumpah ruah memeriahkan acara yang dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni, seperti Tari Putri Enggang, Tari Dayak Kenyah Datuk Juluk, seni bela diri Kuntau, hingga atraksi pencak silat IKSPI Kecamatan Muara Bengkal.
Dalam sambutannya, Bupati Ardiansyah menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas mengalirnya listrik selama 24 jam di wilayah tersebut. Ia menyebut, kehadiran fasilitas dasar ini menjadi simbol kemerdekaan yang sesungguhnya bagi masyarakat setempat.
"Dengan ini masyarakat sudah merasa merdeka. PR saya tinggal Desa Batu Ampar," ujar Ardiansyah disambut antusias warga.

Orang nomor satu di Kutim itu juga menceritakan kisah unik di balik pemasangan infrastruktur kelistrikan tersebut. Ia sempat berseloroh mengenai laporan pihak PLN yang menyebut adanya "pembajakan" tiang listrik.
"Saat ini saya ingin bercerita, suatu saat saya didatangi oleh pengurus PLN dengan laporan bahwa kami dibajak oleh masyarakat. Setelah saya tanya apa yang dibajak, pihak PLN bilang tiang listrik yang seharusnya kami bawa ke Kecamatan Busang. Mendengar itu saya tersenyum, lalu saya tanya bagaimana selanjutnya. Pihak PLN kemudian mengatakan, 'Biar saja Pak tiang listrik di situ sebagai tanda bahwa PLN siap memasang listrik di kedua desa tersebut'," kenang Ardiansyah, yang disambut gelak tawa dan tepuk tangan warga.
Bupati Ardiansyah menegaskan komitmen Pemkab Kutim untuk terus mendorong pembangunan infrastruktur yang merata hingga ke pelosok desa. Pemerintah daerah berkomitmen membangun jalan yang representatif mulai dari Desa Ngayau hingga ke Desa Senambah dan Mulupan.

Bupati menutup arahannya dengan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat semangat gotong royong dan kebersamaan, karena kemajuan Kutim hanya dapat terwujud melalui sinergi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat.
Camat Muara Bengkal, Mansyur Ady, mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Bupati Ardiansyah. Menurutnya, pencapaian ini merupakan hasil kerja keras dan perjuangan panjang bupati yang secara proaktif bersurat langsung kepada Kementerian ESDM pada tahun 2024.
"Listrik ini tidak ujuk-ujuk langsung dialiri, namun ini merupakan perjuangan Bapak Bupati. Sebelumnya Desa Senambah dan Mulupan tidak ada alokasi anggaran dari PLN, tetapi berkat surat dari Bupati, Kutim mendapat perhatian khusus dan prioritas untuk pemasangan aliran listrik yang kini sudah menyala sejak sebulan lalu," jelas Mansyur.

Kebahagiaan serupa dirasakan oleh Kepala Desa Senambah, Ahmad Lamo. Ia menyampaikan rasa syukur yang tak terhingga atas usia desa yang menginjak 76 tahun dibarengi dengan hadirnya terang listrik sepanjang hari. Ia juga tak lupa mengapresiasi dukungan perusahaan swasta yang beroperasi di sekitar desa, yakni PT Nala Palma dan PT Surya Hutani Jaya, yang turut mensponsori suksesnya acara peringatan HUT tersebut.
Sementara itu, Kepala Desa Mulupan, Riansyah, mengenang masa-masa sulit sebelum aliran listrik 24 jam dinikmati warga desanya. Dahulu, warga hanya menikmati penerangan beberapa jam saja setelah salat Isya dengan iuran harian sebesar Rp 15.000.
"Dengan menyalanya listrik 24 jam ini, rasanya kami benar-benar merasa merdeka," ungkap Riansyah penuh haru.
Pada kesempatan yang sama, ia juga menyampaikan aspirasi warganya kepada bupati agar pemerintah daerah dapat membuka akses jalan representatif yang tembus dari wilayah Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Desa Mulupan. Warga berharap desa mereka tidak lagi terisolasi dan kembali dilalui jalur transportasi darat utama.(kopi7/kopi13/kopi3)











