Kabag Kesra Setkab Kutim Norhadi. Foto: Bagus/Pro Kutim
SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memastikan program beasiswa unggulan bagi putra-putri daerah tetap menjadi prioritas di tahun 2026. Meskipun terdapat sejumlah penyesuaian anggaran di berbagai sektor, alokasi dana untuk Beasiswa Kutim Tuntas dan Stimulan dipastikan tidak mengalami pemangkasan.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab Kutim Norhadi menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari 50 program unggulan Bupati Kutim yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat.
"Alhamdulillah, untuk beasiswa sama sekali belum ada pengurangan anggaran. Kami sudah melalui tahapan pemangkasan di bagian lain, bahkan anggaran kegiatan di ruangan kami sendiri yang dikurangi demi memastikan beasiswa ini berjalan lancar," ujar Norhadi saat diwawancarai di ruang kerjanya pada Selasa (14/4/2026).
Tahun ini, Pemkab Kutim menyediakan ribuan kuota yang terbagi dalam beberapa kategori untuk mahasiswa hingga pelajar SMA.
Berdasarkan data penerima yang dihimpun pada tahun 2025, Beasiswa Kutim Tuntas tersedia untuk 331 mahasiswa jenjang S1 hingga S2 dengan besaran bantuan mencapai Rp 10.000.000. Kemudian Beasiswa Stimulan mahasiswa menyasar 848 mahasiswa S1 dan S2 dengan nilai bantuan sebesar Rp 6.000.000 untuk S1 dan Rp 10.000.000 untuk S2. Terkahir, Beasiswa Stimulan pelajar diperuntukkan bagi 2.565 siswa SMA dengan bantuan masing-masing sebesar Rp 2.500.000.
Mengingat tingginya minat masyarakat yang kerap membuat pendaftaran "membludak", Norhadi mengingatkan pentingnya prinsip kehati-hatian agar bantuan tepat sasaran. Salah satu aturan main yang ditegaskan adalah larangan tumpang tindih penerima bantuan.
"Bagi mahasiswa yang sudah mendapatkan beasiswa dari Provinsi (Kaltim Tuntas), Baznas, atau perusahaan, tidak diperbolehkan menerima lagi dari sini. Kami akan melakukan sharing data. Jika ditemukan double, salah satu harus dihapus atau dipilih," tegas Norhadi.
Pendaftaran sendiri direncanakan akan dibuka pada Mei 2026. Saat ini, pihak Kesra tengah mematangkan persiapan teknis dan administratif sebelum formulir dan angket pendaftaran disebarluaskan ke masyarakat.

Beasiswa ini juga terbuka bagi mahasiswa asal Kutim yang tengah menempuh pendidikan di luar daerah, selama yang bersangkutan memiliki KTP Kutim.
Namun, pemerintah menaruh harapan besar dibalik kucuran dana pendidikan ini. Norhadi berharap para penerima beasiswa kelak bersedia kembali ke daerah untuk membangun Kutim.
"Jangan sampai sudah pintar, malah bekerja di luar. Harapan kami mereka kembali ke Kutim, bersama-sama membangun daerah agar lebih maju dan bermartabat," harapnya.
Terkait teknis pendaftaran, Norhadi mengakui masih ada beberapa kendala, terutama pada sistem website yang saat ini masih terafiliasi dengan infrastruktur Kaltim Tuntas. Saat ini, website penyedia Petunjuk Teknis (Juknis) masih dalam tahap perbaikan guna memperlancar proses verifikasi, khususnya bagi kategori penerima dari keluarga kurang mampu.
Masyarakat diminta untuk bersabar menunggu pengumuman resmi mengenai pembukaan pendaftaran dan detail teknis lainnya dalam waktu dekat.(kopi5/kopi13)











