Momen sosialisasi dan skrining TBC. Foto: Istimewa
SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat komitmen dalam penanggulangan Tuberkulosis (TBC) melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, dunia usaha, serta elemen masyarakat. Salah satu wujud sinergi tersebut dilaksanakan melalui kegiatan Sosialisasi dan Skrining TBC yang digelar di Sekretariat Ikatan Keluarga Toraja (IKAT) Kutim, Sabtu (21/2/2026).
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim, Puskesmas Teluk Lingga bersama Kader Pengawas Minum Obat (PMO) TBC Teluk Lingga, serta dukungan dari PT Kaltim Prima Coal (KPC) melalui program Community Health & Education (CHE). Peserta sosialisasi adalah anggota persekutuan wanita gereja toraja (PWGT) dari enam gereja yg ada di Sangatta.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Persatuan Pemberantasan Tuberculosis Indonesia (PPTI) Kutim sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Kutim, Siti Robiah Ardiansyah, perwakilan Dinkes, pengurus IKAT Kutim, kader PMO, serta perwakilan perusahaan.
Dalam sambutannya, Siti Robiah Ardiansyah menegaskan bahwa pengendalian TBC di Kutim menjadi perhatian serius pemerintah daerah, mengingat angka kasus yang masih cukup tinggi, khususnya di Kecamatan Sangatta Utara.
Ia menjelaskan bahwa strategi utama yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Kutim melalui Dinkes meliputi penguatan layanan Puskesmas, deteksi dini melalui investigasi kontak, pemberian makanan tambahan (PMT) bagi pasien, serta pemberdayaan kader PMO untuk memastikan pasien menjalani pengobatan hingga tuntas.

“Penanggulangan TBC harus dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, diperlukan dukungan seluruh elemen, termasuk dunia usaha dan organisasi masyarakat,” ujarnya.
Upaya ini sejalan dengan visi pembangunan daerah, yakni mewujudkan Kutim yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing, khususnya dalam aspek peningkatan kualitas sumber daya manusia. Penguatan sektor kesehatan menjadi bagian penting dalam misi peningkatan pelayanan dasar dan pembangunan SDM yang sehat, produktif, serta berdaya saing.

Materi sosialisasi disampaikan oleh Pengelola Program TBC Dinkes Kutim, Harwati yang menekankan pentingnya vaksinasi BCG pada bayi, penerapan etika batuk dan bersin, penggunaan masker saat sakit, serta memastikan ventilasi rumah yang baik agar sinar matahari dapat membantu membunuh kuman TBC.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti mencuci tangan dengan sabun, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, berolahraga secara teratur, istirahat cukup, dan menghindari rokok guna meningkatkan daya tahan tubuh.

Ketua IKAT Kutim, Piter Buyang, menyampaikan dukungan penuh terhadap program pemerintah daerah dalam pencegahan dan penanggulangan TBC. Ia menyebutkan bahwa IKAT Kutim bersama 30 organisasi pilar di bawah naungannya siap bersinergi dalam kegiatan edukatif yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Ditemui terpisah, Supt Community Health & Education KPC, Febriana Kurniasari, menegaskan bahwa KPC akan terus mendukung program pencegahan dan penanggulangan TBC di Kutim.
“KPC berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam upaya pengendalian TBC. Kami percaya, kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta sangat penting untuk mencapai Indonesia bebas TBC,” tutupnya.
Pemerintah Kabupaten Kutim berharap, melalui kolaborasi yang kuat dan partisipasi aktif masyarakat, target nasional eliminasi TBC tahun 2030 dapat tercapai, serta terwujud masyarakat Kutim yang lebih sehat, produktif, dan sejahtera.(*/kopi12/kopi13/kopi3)











