Widget Gambar

Pesona Marukangan Jadi Pembuka Erau Adat Embuang Panas Pelas 2026 

Pesona Marukangan Jadi Pembuka Erau Adat Embuang Panas Pelas 2026 
kopi 14
Memuat tombol bagikan...

Penampilan Tari Pesona Marukangan di pembukaan Erau Adat Embuang Panas Pelas 2026. Foto : Irfan dan Nasruddin/Pro Kutim

SANDARAN - Tari Pesona Marukangan menjadi pembuka rangkaian Erau Adat Embuang Panas Pelas 2026 yang digelar di halaman Kantor Desa Marukangan, Kecamatan Sandaran, Kamis (6/8/2026). Penampilan tersebut memukau ratusan warga dan tamu undangan yang hadir dalam pesta budaya tahunan itu.

Tarian yang mengangkat nilai-nilai tradisi masyarakat Marukangan tersebut mengawali prosesi adat dengan menampilkan gerakan yang sarat makna. Koreografi yang disuguhkan menggambarkan pentingnya menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat identitas masyarakat di tengah perkembangan zaman.

Melalui setiap gerakan, para penari menyampaikan pesan tentang semangat gotong royong, kecintaan terhadap tanah kelahiran, serta komitmen generasi muda untuk terus merawat budaya leluhur. Tarian itu juga menjadi simbol harmonisasi antara pelestarian tradisi dan kemajuan daerah.

Penampilan Pesona Marukangan melibatkan gabungan pelajar dari SMK PJJ Desa Marukangan, SMPN 5 Sandaran, dan SDN 002 Sandaran. Pertunjukan tersebut didukung Tim Produksi Yayasan Kebudayaan yang mengemas sajian seni secara profesional.

Kegiatan berada di bawah tanggung jawab Kepala Desa Marukangan, Endi Heriyanto, serta mendapat pembinaan dari Ketua TP PKK Desa Marukangan, Lelly Indra Wardana. Kolaborasi berbagai pihak dinilai menjadi kunci keberhasilan penampilan pembuka pesta adat tersebut.

Pelatih Tari Pesona Marukangan, Muhammad Nur Rachman, mengatakan tarian itu tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga media untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal kepada generasi muda.

"Tarian ini kami rancang bukan sekadar sebagai hiburan, tetapi sebagai media penyampaian pesan moral dan dedikasi generasi muda dalam menjaga warisan leluhur Marukangan agar tidak hilang ditelan zaman," ujarnya usai pertunjukan.

Menurutnya, antusiasme para pelajar selama proses latihan menunjukkan bahwa seni tradisi masih memiliki tempat di hati generasi muda. Ia berharap ruang bagi pertunjukan budaya terus diperluas agar kesenian daerah tetap hidup dan berkembang.

"Melalui keterlibatan aktif generasi muda dalam kegiatan adat seperti ini, kami berharap identitas budaya Marukangan dapat terus terjaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya," singkatnya.(kopi14/kopi13/kopi3) 

Memuat tombol bagikan...