Widget Gambar

PGRI Kutim Siapkan Program Strategis hingga 2030, Diawali Jalan Sehat HUT RI

PGRI Kutim Siapkan Program Strategis hingga 2030, Diawali Jalan Sehat HUT RI
kopi 14
Memuat tombol bagikan...

Ketua PGRI Kutim Yetti saat memaparkan Program Kerja Strategis hingga 2030. Foto : Nasruddin/Pro Kutim

SANGATTA - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), mulai menjalankan sejumlah program strategis untuk meningkatkan kompetensi, kreativitas, dan peran guru. Program tersebut menjadi bagian dari agenda kepengurusan PGRI Kutim periode 2026-2030. Langkah awal ditandai dengan kegiatan jalan sehat dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia (RI) di Halaman Kantor Bupati Kutim, Bukit Pelangi, Sabtu (8/8/2026).

Ratusan guru mengikuti kegiatan tersebut sejak pagi. Jalan sehat menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan sekaligus memperkenalkan arah baru kepengurusan PGRI Kutim yang dilantik pada Februari 2026.
Ketua PGRI Kutim Yetti Arika Desiviana mengatakan, jalan sehat menjadi program perdana setelah kepengurusan baru terbentuk.

"Jalan sehat dalam HUT ke-81 RI yang dilaksanakan oleh PGRI Kutim ini merupakan program perdana dari pengurus PGRI Kutim sejak dilantik pada bulan Februari 2026 lalu," ujarnya.

Menurut Yetti, PGRI Kutim ingin memperluas peran organisasi agar tidak hanya dikenal melalui kegiatan seremonial seperti upacara Hari Guru Nasional maupun Pekan Olahraga dan Seni (Porseni). Tetapi akan menghadirkan berbagai program berkelanjutan yang diarahkan pada peningkatan kapasitas dan kreativitas guru hingga 2030.

"Selama ini mungkin yang bapak dan Ibu guru tahu serta dengar, PGRI hanya melaksanakan upacara Hari Guru dan juga Porseni. Insyaallah, mulai tahun ini kami Pengurus PGRI Kabupaten Kutim akan mempersiapkan dan melaksanakan berbagai program berkelanjutan sampai tahun 2030 mendatang," tegasnya.

Sebagai langkah awal, PGRI Kutim menyiapkan sejumlah kompetisi yang memberikan ruang bagi guru untuk mengembangkan kreativitas dan menghasilkan karya. Tiga program yang disiapkan yakni Lomba Cerita Inspiratif, Lomba Cipta Puisi, dan Lomba Video Pembelajaran.

Yetti menjelaskan, program tersebut tidak hanya berorientasi pada kompetisi. Karya terbaik guru juga akan didokumentasikan dan dibukukan agar dapat menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat maupun tenaga pendidik lainnya.

"Untuk Lomba Cipta Puisi dan Lomba Cerita Inspiratif, nanti karya-karya terbaiknya akan kami bukukan secara resmi dan akan kami launching tepat pada Peringatan Hari Guru Nasional tanggal 25 November 2026 mendatang," katanya.

Selain pengembangan literasi dan kreativitas, PGRI Kutim juga mempersiapkan agenda olahraga dan seni melalui Porseni PGRI tingkat kabupaten dan provinsi. Untuk tingkat provinsi, kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Paser pada akhir November 2026.

"Program berikutnya yang juga sangat penting yaitu Porseni PGRI tingkat kabupaten dan tingkat provinsi, dimana puncaknya akan dilaksanakan di Kabupaten Paser pada akhir bulan November mendatang," ujar Yetti.

Sementara, Wakil Bupati Kutim Mahyunadi menyambut positif langkah PGRI Kutim dalam memperluas program organisasi. Menurut dia, guru memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter sekaligus masa depan generasi muda.

Mahyunadi mengatakan, guru tidak hanya berperan sebagai pengajar di ruang kelas, tetapi juga menjadi teladan dan sosok yang menjadi panutan bagi peserta didik.

"Profesi guru saat ini harus dipandang sebagai pahlawan yang memiliki jasa besar dan konkret bagi keberlangsungan serta kemajuan bangsa," kata Mahyunadi.

Ia mendorong para guru terus melakukan inovasi dalam proses pembelajaran. Namun, inovasi tersebut tetap harus memperhatikan regulasi dan tidak menimbulkan beban finansial baru bagi orangtua siswa.

"Terima kasih atas dedikasi dan kerja sama seluruh guru PGRI yang telah mendidik anak-anak kita dengan baik. Mari terus berkarya dan jadilah teladan yang memotivasi siswa," ujarnya.

Mahyunadi menegaskan, pemerintah daerah membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh pihak untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kutim. Karena itu, sinergi antara PGRI, Pemkab Kutim, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat memperkuat kompetensi dan kesejahteraan guru, meningkatkan kualitas layanan pendidikan, serta memperluas pemerataan akses pendidikan hingga ke wilayah pelosok.

Dengan program yang dirancang secara berkelanjutan hingga 2030, PGRI Kutim diharapkan tidak hanya menjadi wadah organisasi profesi, tetapi juga ruang bagi guru untuk terus berkarya, berinovasi, dan berkontribusi terhadap kemajuan pendidikan di Kutim. (kopi14/kopi13/kopi3)

Memuat tombol bagikan...