Teks: Sesdakab Kutim Rizali Hadi saat menyerahkan SK Kenpa kepada PNS Pemkab. (Ist)
SANGATTA - Pagi yang cerah di halaman Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kutai Timur (Kutim), Senin, (6/4/2026) menjadi saksi sebuah momentum penting bagi aparatur sipil negara (ASN) di daerah itu. Di tengah barisan apel yang tertata rapi, Sekretaris Daerah Kabupaten (Sesdakab) Kutim, Rizali Hadi, memimpin apel pagi gabungan yang dirangkai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) kenaikan pangkat (kenpa) bagi para pegawai negeri sipil (PNS).
Prosesi berlangsung khidmat. Sejumlah pejabat eselon, jajaran pegawai BKPSDM, serta aparatur dari berbagai perangkat daerah berdiri dalam formasi yang tertib. Pada kesempatan itu, Rizali menyerahkan SK kenpa secara simbolis kepada perwakilan pegawai yang menerima kenaikan pangkat periode April 2026.
Kenaikan pangkat ini merupakan bentuk penghargaan negara atas dedikasi, capaian kerja, dan pengabdian para aparatur dalam menjalankan tugas pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat. Namun bagi Rizali Hadi, momentum tersebut bukan sekadar seremoni administratif. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa kenaikan pangkat adalah amanah yang harus dibarengi dengan peningkatan kinerja dan tanggung jawab.
“Kenaikan pangkat ini adalah hak yang patut disyukuri sebagai bukti pengabdian saudara sekalian, meskipun saat ini pemerintah harus melakukan pengelolaan anggaran secara lebih cermat demi menjaga keseimbangan neraca keuangan daerah,” tutur Rizali mewakili Bupati Kutim.

Ia menjelaskan bahwa kebijakan kenaikan pangkat tersebut merupakan implementasi dari Peraturan Badan Kepegawaian Negara Nomor 4 Tahun 2025 yang mengatur periodisasi kenaikan pangkat pegawai negeri sipil. Kebijakan tersebut diharapkan menjadi suntikan motivasi bagi aparatur untuk terus meningkatkan performa pelayanan publik, terutama di tengah dinamika penyesuaian anggaran daerah.
Dalam kesempatan yang sama, Rizali juga menyinggung kebijakan efisiensi yang tengah dilakukan Pemerintah Pusat dan berdampak pada berbagai program di daerah. Pemkab Kutim, menurutnya, turut melakukan langkah penyesuaian terhadap sejumlah program, termasuk pengelolaan belanja pegawai.
Ia menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan keputusan yang diambil secara objektif agar tetap sejalan dengan kebijakan Pemerintah Pusat sekaligus menjaga stabilitas tata kelola keuangan daerah.

“Langkah efisiensi ini merupakan bagian dari upaya mitigasi agar tidak terjadi kendala administratif di masa mendatang, sehingga hak-hak pegawai tetap terlindungi sesuai aturan yang berlaku,” pungkasnya.
Selain menyinggung aspek tata kelola pemerintahan, Rizali juga memberikan perhatian pada kondisi cuaca yang belakangan ini cenderung ekstrem. Menurutnya, fenomena tersebut bukan hanya berpengaruh terhadap kesehatan, tetapi juga berpotensi menimbulkan efek berantai terhadap kondisi sosial serta ekonomi masyarakat.
“Cuaca ekstrem yang sering terjadi akhir-akhir ini harus kita sikapi dengan serius. Saya mengajak seluruh aparatur untuk memperkuat ketahanan pangan, dimulai dari lingkup terkecil yaitu rumah tangga masing-masing,” ujar Rizali.

Ia menilai kemandirian pangan di tingkat keluarga merupakan fondasi awal yang penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Terutama ketika perubahan iklim dapat memengaruhi produksi maupun distribusi pangan.
Lebih jauh, Sesdakab juga menekankan pentingnya menjaga integritas aparatur. Ia kembali mengingatkan implementasi 10 Budaya Malu Aparatur sebagai landasan moral dalam menjalankan tugas pelayanan publik. Bagi Rizali, kenaikan pangkat hendaknya tidak dimaknai sebagai capaian personal semata, melainkan sebagai pendorong untuk meningkatkan kedisiplinan, profesionalisme, dan etos pengabdian kepada masyarakat.
Pada prosesi tersebut, sebanyak 34 ASN menerima SK secara simbolis. Di antara pejabat yang turut memperoleh kenaikan pangkat tercatat Kepala BKPSDM Kutim Misliansyah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Aji Tabrani, Kepala Dinas Kesehatan Yuwana Sri Kurniawati, serta Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Dyah Ratnaningrum.

Kepala BKPSDM Kutim Misliansyah menamnahkan, secara keseluruhan, sebanyak 223 pegawai negeri sipil di lingkungan Pemkab Kutim memperoleh kenaikan pangkat pada periode tersebut.
"Rinciannya terdiri dari Golongan IVc sebanyak 10 orang, Golongan IVb sebanyak 12 orang, Golongan IVa sebanyak 20 orang, Golongan IIId sebanyak 108 orang, Golongan IIIc sebanyak 12 orang, Golongan IIIb sebanyak 7 orang, Golongan IIIa sebanyak 45 orang, Golongan IId sebanyak 5 orang, Golongan IIc sebanyak 3 orang, serta Golongan Ic sebanyak 1 orang," jelas Ancah, sapaan akrab Misliansyah yang turut menerima SK Kenpa.
Penyerahan SK berlangsung tertib hingga akhir apel. Bagi para aparatur yang hadir, momentum itu bukan sekadar perubahan strata administratif dalam birokrasi, melainkan penanda perjalanan pengabdian yang terus berlanjut. Sebuah ikhtiar panjang dalam menjaga denyut pelayanan publik di Kabupaten Kutim. (kopi3)








