Widget Gambar

34 Tahun YPM Daarussalaam, Menjaga Masa Depan Pendidikan di Kutai Timur

34 Tahun YPM Daarussalaam, Menjaga Masa Depan Pendidikan di Kutai Timur
Kopi 10
Memuat tombol bagikan...

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menghadiri Milad ke-34 YPM Daarussalaam.Foto: Habibah/Pro Kutim

SANGATTA – Perjalanan panjang yayasan pendidikan dalam menjaga keberlangsungan dakwah dan literasi di daerah industri menghadapi tantangan baru di tengah dinamika kebijakan tenaga pendidik. Hal ini menjadi refleksi utama dalam peringatan Milad ke-34 Keluarga Besar Yayasan Pembina Muslim (YPM) Daarussalaam yang digelar di Lapangan Polder Ilham Maulana, Minggu (3/5/2026) pagi.

Peringatan yang diawali dengan kegiatan jalan santai tersebut mengusung tema "Teguh Mengemban Amanah, Unggul Berkarya, Berinovasi Tanpa Batas". Momentum ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga penegasan komitmen yayasan dalam memperluas akses pendidikan di Kalimantan Timur.

Ketua YPM Daarussalaam, Muhammad Idris Tohir, mengenang kembali masa awal berdirinya yayasan pada 30 April 1992. Inisiasi ini lahir dari tangan para karyawan di lingkungan PT Kaltim Prima Coal (KPC) yang memiliki visi besar terhadap pembangunan sumber daya manusia.

"Pada tahun 1994, kami melegalkan yayasan melalui notaris. Setahun setelahnya, lahir TK IT Daarussalaam dan Sekolah Luar Biasa (SLB). Hingga kini, unit-unit tersebut tetap eksis dan terus berkembang," ujar Idris.

Ekspansi pendidikan yayasan ini terus berlanjut dengan berdirinya SMP IT pada 2017. Idris menambahkan, pihaknya kini tengah menyiapkan cetak biru untuk menghadirkan jenjang SMA IT hingga perguruan tinggi di Kabupaten Kutim guna menjawab kebutuhan pendidikan yang terintegrasi.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, yang hadir dalam kapasitasnya sebagai Ketua Dewan Pembina yayasan, memberikan catatan kritis mengenai situasi pendidikan nasional saat ini. Menurutnya, sektor pendidikan sedang diuji oleh berbagai perubahan kebijakan yang berdampak langsung pada kesejahteraan tenaga pendidik. Ardiansyah menyoroti kebijakan penghapusan tenaga honorer serta dinamika transfer dana ke daerah penghasil sumber daya alam yang memengaruhi skema insentif Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Dunia pendidikan sedang diuji. Guru memiliki peran sentral karena dari rahim pendidikanlah lahir pemimpin bangsa. Dalam kondisi penuh tantangan ini, kami berkomitmen untuk terus menjalankan pendidikan hingga batas kemampuan maksimal," tegas Ardiansyah.

Ia juga menekankan pentingnya posisi sekolah Islam terpadu yang bernaung di bawah Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT). 

"Sinergi dalam jaringan ini dinilai menjadi kekuatan kunci dalam menjaga standar kualitas dan kesinambungan kurikulum di tengah disrupsi kebijakan," tegasnya.

Peringatan milad ini diharapkan menjadi pengingat bagi masyarakat luas bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang. Dukungan publik terhadap institusi pendidikan lokal seperti YPM Daarussalaam menjadi krusial dalam mencetak generasi unggul yang siap menghadapi tantangan zaman di Kutim.(kopi10/kopi13/kopi3)

Memuat tombol bagikan...