Jalannya Audiensi Mabes TNI AD bersama Bupati dan BPBD Kutim. Foto: Ronny/Pro Kutim
SANGATTA – Mengantisipasi potensi meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di tengah kondisi cuaca yang dinilai mengkhawatirkan, jajaran Markas Besar (Mabes) TNI Angkatan Darat (AD) dan Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI melakukan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim), pada Senin (31/8/2026).
Audiensi yang berlangsung di ruang kerja Bupati Kutim, Sekretariat Kabupaten Kutim, tersebut dipimpin Brigadir Jenderal TNI Ateng Karsoma selaku Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Pertemuan turut dihadiri Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, jajaran TNI AD, TNI AL, Siswa Sesko TNI, serta Kepala BPBD Kutim Sulastin.
Dalam pertemuan tersebut, Brigjen Ateng menyampaikan kondisi cuaca dan situasi saat ini perlu mendapat perhatian bersama, terutama dengan adanya potensi fenomena El Nino yang dapat meningkatkan risiko terjadinya Karhutla.
Atas kondisi tersebut, atas perintah pimpinan TNI, pihaknya mendorong penguatan langkah pencegahan melalui penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat, termasuk menyasar kalangan pelajar. Tim juga meminta arahan Pemerintah Kabupaten Kutim mengenai langkah yang dinilai paling tepat untuk memperkuat upaya mitigasi di daerah.

“Kami datang untuk bersilaturahmi sekaligus menindaklanjuti arahan pimpinan terkait penanganan Karhutla. Kami ingin berkoordinasi dengan pemerintah daerah mengenai langkah penyuluhan dan mitigasi yang dapat dilakukan,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyampaikan kondisi Karhutla di Kutim saat ini masih relatif terkendali. Ia mengingatkan bahwa Kutim pernah menghadapi kondisi Karhutla cukup parah pada 2015, sehingga pengalaman tersebut menjadi pembelajaran penting dalam meningkatkan kewaspadaan.
Menurutnya, dalam beberapa hari terakhir tidak terdapat kejadian Karhutla berskala besar. Penanganan di lapangan juga terus dilakukan melalui sinergi berbagai unsur, termasuk kepolisian, Kodim, dan TNI AL.

“Alhamdulillah, titik api di Kutim tidak terlalu banyak. Beberapa hari ini juga tidak ada yang besar. Tim di lapangan, baik polisi, Kodim maupun Lanal, terus melakukan pemantauan,” kata Ardiansyah.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kutim Sulastin menyebut berdasarkan pemantauan, terdapat 51 titik panas yang tersebar di delapan kecamatan di Kutim. Dari jumlah tersebut, enam titik berada di kawasan kota.
Ia menegaskan koordinasi antarpihak menjadi salah satu kunci dalam merespons potensi Karhutla, termasuk dukungan dari TNI AL dalam penyediaan titik air untuk mendukung kebutuhan pemadaman di lapangan.
“Koordinasi dengan Lanal juga berjalan baik, terutama dalam dukungan titik air,” jelasnya.
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan kolaborasi antara Mabes TNI AD, TNI AL, Sesko TNI, dan Pemerintah Kabupaten Kutim dalam menghadapi potensi Karhutla.

Upaya pencegahan tidak hanya diarahkan pada respons ketika kebakaran terjadi, tetapi juga melalui mitigasi dan penyuluhan dengan menyasar lokasi-lokasi yang dinilai memiliki potensi serta riwayat kejadian Karhutla berulang.
Dalam koordinasi tersebut, Pemkab Kutim juga menyepakati perpanjangan status siaga bencana hingga Desember 2026. Selanjutnya, para pihak akan menyusun jadwal kerja sama sebagai bagian dari tindak lanjut penguatan pencegahan dan penanganan Karhutla di Kutim.
Kolaborasi lintas instansi tersebut diharapkan mampu memperkuat kesiapsiagaan daerah sekaligus menekan potensi meluasnya Karhutla, khususnya menghadapi kondisi cuaca yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.(kopi8/kopi13/kopi3)








