Suasana pergerakan penumpang di Terminal Sangatta. Foto: Istimewa
SANGATTA – Pergerakan penumpang di Terminal Sangatta mulai menunjukkan tren peningkatan menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah. Kendati aktivitas terminal kian sibuk, arus kedatangan penumpang tercatat masih lebih tinggi dibandingkan jumlah keberangkatan dari terminal tersebut.
Berdasarkan pantauan di Posko Pemantauan Aktivitas Penumpang yang telah dibuka sejak Jumat (13/3/2026), grafik pergerakan penumpang terus merangkak naik, meski belum menyentuh titik puncak.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Terminal Sangatta, Sukirman, mengungkapkan bahwa fenomena "mudik awal" ini didominasi oleh pelajar dan mahasiswa yang kembali ke Kutai Timur (Kutim) dari berbagai kota pendidikan di luar daerah.
"Peningkatan memang mulai terlihat, tetapi belum signifikan. Saat ini, kepadatan justru lebih banyak terlihat pada arus kedatangan penumpang dibandingkan mereka yang berangkat keluar Sangatta," ujar Sukirman dari siaran pers yang diterima Pro Kutim, Selasa (17/3/2026).

Data operasional terminal mencatat tren kenaikan harian yang stabil. Pada Jumat (13/3), tercatat 89 penumpang berangkat menggunakan enam unit bus. Angka tersebut naik menjadi 104 penumpang pada Sabtu (14/3/2026), dan mencapai 140 penumpang pada Minggu (15/3/2026) dengan jumlah armada yang sama.
Meski volume penumpang meningkat, Sukirman memastikan ketersediaan armada masih mencukupi untuk melayani rute antar-kota menuju Samarinda, Bontang, hingga Balikpapan. Saat ini, sebanyak 14 unit bus dalam kondisi siap operasi disiagakan di terminal.
Pihak pengelola terminal juga memastikan kenyamanan dan keamanan pemudik melalui penyiagaan posko kesehatan dan pengamanan di area terminal.
"Kami menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan dasar bagi penumpang, seperti pengecekan tekanan darah dan suhu tubuh, guna memastikan pemudik dalam kondisi fit selama perjalanan," tambah Sukirman.

Terkait biaya perjalanan, manajemen terminal menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada penyesuaian tarif atau tuslah. Harga tiket bus kelas ekonomi (non-AC) masih bertahan di angka Rp 55.000, sementara untuk bus fasilitas AC dipatok seharga Rp 70.000.
Puncak arus mudik di Terminal Sangatta diprediksi baru akan terjadi pada satu atau dua hari menjelang Lebaran. Pihak terminal mengimbau calon penumpang untuk tetap menjaga protokol kesehatan dan memperhatikan keamanan barang bawaan selama masa angkutan Lebaran berlangsung.(*/kopi13)








