Ketua Umum Aswakada Armuji memberikan arahan. Foto: Habibah/Pro Kutim
JAKARTA – Ketua Umum Aswakada, Armuji, menegaskan pentingnya memperkuat soliditas organisasi pasca pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) di Yogyakarta. Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan silaturahmi wakil kepala daerah se-Indonesia yang digelar di Jakarta.
Dalam sambutannya, Armuji menilai tingginya antusiasme peserta menjadi bukti adanya kesadaran bersama bahwa wakil kepala daerah membutuhkan wadah komunikasi yang kuat sekaligus ruang perjuangan untuk memperjelas peran strategis mereka dalam pemerintahan daerah.
“Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi langkah awal untuk menindaklanjuti hasil Munas dan membangun kesamaan visi tentang peran strategis wakil kepala daerah. Kita ingin posisi ini semakin kuat, baik secara fungsi maupun kewenangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, Aswakada harus terus tumbuh menjadi organisasi yang mandiri dan berdaya. Penguatan kelembagaan serta kontribusi anggota yang terstruktur dinilai penting agar program-program organisasi dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata.
Selain itu, Armuji juga menyoroti peluang revisi regulasi pemerintahan daerah sebagai momentum penting untuk memperjelas sekaligus memperkuat kewenangan wakil kepala daerah. Ia mendorong seluruh anggota Aswakada agar aktif menyusun gagasan serta masukan substantif berdasarkan pengalaman di daerah masing-masing.
“Kita harus siap dengan gagasan dan substansi. Ketika ruang revisi terbuka, kita sudah memiliki usulan konkret yang lahir dari pengalaman di daerah,” tegasnya.
Meski fokus pada penguatan peran, Armuji tetap mengingatkan bahwa pengabdian kepada masyarakat harus menjadi prioritas utama. Menurutnya, kepercayaan publik dibangun melalui kerja nyata, pelayanan yang konsisten, serta komitmen bersama dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri, Akmal Malik, yang secara resmi membuka kegiatan tersebut, mengapresiasi perkembangan Aswakada yang dinilainya semakin matang dan memiliki arah perjuangan yang jelas.
“Aswakada hari ini menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Ini bukan lagi sekadar forum komunikasi, tetapi asosiasi yang memiliki peran penting dalam mendorong kualitas kepemimpinan daerah,” ujar Akmal Malik.
Ia menekankan pentingnya partisipasi aktif pemerintah daerah, termasuk para wakil kepala daerah, dalam memberikan masukan terhadap revisi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, khususnya terkait penguatan peran dan kewenangan wakil kepala daerah.

Menurutnya, berbagai persoalan di lapangan kerap muncul akibat belum tegasnya pembagian kewenangan antara kepala daerah dan wakil kepala daerah. Oleh karena itu, ia mendorong daerah untuk tidak hanya menunggu perubahan, tetapi juga terlibat aktif dalam merumuskan penyempurnaan regulasi.
“Kalau ingin ada perubahan, daerah harus bersuara. Substansi yang kuat harus lahir dari pengalaman nyata di daerah, termasuk dari para wakil kepala daerah sendiri,” tegasnya.
Akmal Malik juga menekankan bahwa kejelasan norma hukum menjadi faktor penting dalam menciptakan hubungan kerja yang harmonis, efektif, dan produktif antara kepala daerah dan wakil kepala daerah dalam menjalankan pemerintahan.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Kutim Mahyunadi turut hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan. Kehadiran Mahyunadi menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Kutim dalam mendukung penguatan kapasitas dan peran wakil kepala daerah melalui forum nasional Aswakada.(kopi10/kopi13)








