Widget Gambar

Beasiswa Stimulan Kutim, Investasi Masa Depan di Ujung Timur Kalimantan

Beasiswa Stimulan Kutim, Investasi Masa Depan di Ujung Timur Kalimantan
Kopi 7
Memuat tombol bagikan...

Jalannya sosialisasi Beasiswa Stimulan Kutim gelaran Bagian Kesra Setkab Kutim.Foto: Bahtiar/Pro Kutim

SANGATTA - Pendidikan bukan sekadar angka di atas kertas raport. Bagi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim), pendidikan adalah fondasi masa depan yang harus dijaga keberlangsungannya agar tidak ada anak daerah yang tertinggal dalam memacu prestasi.

Di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Kamis (20/8/2026), napas optimisme itu kembali diembuskan. Puluhan kepala sekolah tingkat SMA sederajat dan operator sekolah dari 18 kecamatan berkumpul. Mereka mengikuti sosialisasi program Beasiswa Stimulan Siswa Kutim Tahun 2026 yang mengusung tema menggugah yaitu "Beasiswa 2026 Membuka Akses, Meraih Prestasi, Membangun Generasi Kutai Timur yang Berdaya Saing."

Bagi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim Mulyono, beasiswa ini bukan sekadar bantuan finansial untuk meringankan beban biaya pendidikan. Lebih dari itu, beasiswa adalah instrumen motivasi. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah, di bawah kepemimpinan Bupati, menaruh perhatian besar pada keberlanjutan pendidikan generasi muda.

"Beasiswa bukan hanya bantuan pendidikan, tetapi juga menjadi motivasi bagi anak-anak kita untuk terus belajar, berprestasi, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan di masa depan," ujar Mulyono di sela kegiatan.

Ditambahkan Mulyono, Kutim menunjukkan keseriusan dalam mengelola dukungan bagi pelajarnya. Ia menegaskan pemerintah daerah membagi tugas agar bantuan tepat sasaran. Dinas Pendidikan berfokus pada jenjang SD dan SMP, termasuk program khusus bagi penghafal Alquran (Tahfiz). Sementara itu, Bagian Kesra mengelola beasiswa stimulan untuk jenjang yang lebih tinggi.

"Komitmen ini bukan hal baru. Sejak 2024, Pemkab Kutim telah menjalankan program "Beasiswa Indonesia Emas Daerah." Bahkan, pemerintah telah menjalin kerja sama dengan sepuluh perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Saat ini, sebanyak 150 anak Kutai Timur telah merasakan buah dari skema kerja sama tersebut," sebutnya.

Di sisi lain, Kabag Kesra Setkab Kutim Norhadi, menegaskan bahwa sosialisasi ini menjadi krusial agar alur pengajuan beasiswa dipahami dengan benar oleh pihak sekolah. Transparansi adalah kunci agar bantuan benar-benar menjangkau siswa yang membutuhkan dan berpotensi.

"Target beasiswa tahun ini sebanyak seribu orang, tersebar di 62 SMA sederajat. Secara hitungan, masing-masing sekolah akan mendapatkan kuota sekitar 15 orang," ungkap Norhadi.

Di tengah geliat pembangunan infrastruktur di Kabupaten Kutim, program beasiswa ini menjadi bukti bahwa pembangunan sumber daya manusia tetap menjadi prioritas utama. Dengan sinergi antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan para siswa, Kutim berharap dapat mencetak generasi yang tidak hanya unggul di daerah, tetapi juga mampu berdiri tegak dan bersaing di kancah nasional.

Program beasiswa stimulan ini adalah janji untuk membuka akses pendidikan selebar-lebarnya, memastikan bahwa impian anak-anak di 18 kecamatan tidak akan terhenti oleh keterbatasan ekonomi.(kopi7/kopi13)

Memuat tombol bagikan...