Wakil Bupati Kutim Mahyunadi menghadiri momen bedah buku gelaran Hijabers Kutim. Foto: Dewi/Pro Kutim
SANGATTA – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan bedah buku Suamiku adalah Ladang Ibadahku yang digelar Hijabers Kutim di Rumah Jabatan Wakil Bupati, Selasa (14/7/2026). Kegiatan tersebut dinilai bukan sekadar ruang literasi, tetapi juga menjadi wadah memperkuat nilai-nilai keluarga, pemberdayaan perempuan, dan penguatan keimanan di tengah masyarakat.
Acara menghadirkan narasumber sekaligus penulis buku Zulfatun Mahmud, serta dihadiri istri Wakil Bupati Masriyati Mahyunadi, Ketua Bhayangkari Cabang Kutim, jajaran organisasi perempuan, perwakilan pemerintah daerah, perbankan, dan sekitar 100 peserta.
Dalam sambutannya, Mahyunadi menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang menurutnya membawa manfaat sekaligus menjadi ladang ibadah bagi seluruh pihak yang terlibat.
"Kegiatan seperti ini memberikan ilmu, memperkuat keimanan, sekaligus menjadi ruang silaturahmi yang membawa keberkahan. Semoga seluruh peserta memperoleh manfaat dan dapat mengamalkan nilai-nilai baik yang diperoleh dari kegiatan ini," ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Hijabers Kutim yang secara konsisten menghadirkan kegiatan-kegiatan positif bagi masyarakat. Bahkan, Mahyunadi membuka kesempatan agar rumah jabatan wakil bupati dapat dimanfaatkan sebagai ruang berkegiatan bagi komunitas maupun organisasi yang memiliki tujuan membangun masyarakat.
"Saya sangat menghargai semangat Hijabers Kutai Timur. Rumah jabatan ini terbuka untuk kegiatan-kegiatan yang membawa manfaat bagi masyarakat," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Mahyunadi turut membagikan pengalaman hidup pribadinya. Ia mengisahkan perjalanan hijrah yang dimulai saat memasuki usia 40 tahun, termasuk bagaimana doa sang istri menjadi penyemangat dalam memperbaiki diri dan meningkatkan kedekatan kepada Allah SWT.
Menurutnya, kebahagiaan hidup tidak hanya diukur dari keberhasilan materi, melainkan dari kedekatan kepada Sang Pencipta. Ia mengajak masyarakat untuk membiasakan diri berbuat baik, memperbanyak infak, serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan.

Mengutip Surah At-Talaq ayat 2–3, Mahyunadi mengingatkan bahwa Allah menjanjikan jalan keluar dan rezeki yang tidak disangka-sangka bagi hamba yang bertakwa.
Dengan bahasa yang sederhana namun sarat makna, ia mengibaratkan hubungan manusia dengan Allah seperti anggota tubuh dengan pusat kendali. Semakin jauh seseorang dari Tuhannya, semakin berat beban kehidupan yang dirasakan. Sebaliknya, kedekatan kepada Allah akan menghadirkan ketenangan dan arah dalam menjalani kehidupan.
Mahyunadi juga menyampaikan apresiasi kepada Dr Zulfatun Mahmud atas dedikasinya menghadirkan karya yang mengangkat nilai-nilai kesabaran, pengabdian, dan ketulusan dalam kehidupan berumah tangga.
"Saya berharap semakin banyak karya inspiratif seperti ini yang lahir di Kutai Timur sehingga dapat menjadi sumber pembelajaran bagi masyarakat," tuturnya.
Sementara itu, Ketua Hijabers Kutim Munirah dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut berhasil menghimpun sekitar 100 peserta meski hanya dipersiapkan dalam waktu satu hari. Antusiasme masyarakat bahkan melebihi kuota yang disediakan.
Ia menjelaskan, pelaksanaan bedah buku merupakan hasil kolaborasi dengan penulis, Dr Zulfatun Mahmud, yang mendapat dukungan penuh dari Wakil Bupati beserta istri melalui penyediaan tempat dan fasilitas kegiatan.
Munirah menegaskan Hijabers Kutim akan terus mendukung berbagai program yang berorientasi pada pemberdayaan perempuan dan peningkatan kualitas masyarakat.
"Kami berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi masyarakat terus terjalin sehingga semakin banyak kegiatan positif yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Kutai Timur," pungkasnya.(kopi15/kopi13/kopi3)








