Wabup Kutim Mahyunadi menyampaikan sambutan dalam Talkshow IKA HIPMA KT. Foto: Bagus/Pro Kutim
SANGATTA – Ikatan Keluarga Alumni Himpunan Pelajar Mahasiswa Kutai Timur (IKA HIPMA KT) menggelar Talkshow Interaktif Karier 2026 bertema “Memetakan Peluang dan Menaklukkan Tantangan Dunia Kerja Terkini” di Ruang Tempudau, Lantai 2 Kantor Bupati Kutai Timur (Kutim), Selasa (8/9/2026) pagi.
Ketua IKA HIPMA KT, Arif Effendi Bolly, menjelaskan bahwa pesatnya dinamika global telah mengubah lanskap dunia kerja secara signifikan.
"Kegiatan ini diselenggarakan sebagai langkah konkrit untuk memberikan bekal dan kesiapan bagi angkatan kerja lokal dalam menghadapi persaingan masa depan," ucapnya.
Ketua Dewan Penasehat IKA HIPMA KT yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kutim Jimmi, menyoroti pentingnya penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berdaya saing tinggi.

"Hal ini sejalan dengan dimulainya peletakan batu pertama proyek hilirisasi industri batu bara menjadi methanol di Kutim," sebutnya.
Jimmi juga memberikan catatan kritis mengenai laju pertumbuhan ekonomi Kutim yang masih tertahan di angka 1,17% persen, sementara daerah lain mampu mencapai 6–7 persen.
"Inovasi dan pemetaan peluang melalui forum seperti ini harus melahirkan solusi nyata bagi perekonomian daerah," tambahnya dalam arahan.
Sementara itu Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, menegaskan perlunya sinergi antara informasi dari perusahaan terkait kebutuhan skill dengan ketersediaan angkatan kerja daerah.

"Implementasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2022 yang mewajibkan perusahaan menyerap minimal 80 persen tenaga kerja lokal," tegasnya dalam sambutan
Mahyunadi mengingatkan agar komitmen penyerapan tenaga kerja seperti rencana PT BEC di kawasan BCIP yang diproyeksikan menyerap 8.000 pekerja tidak hanya menjadi wacana.
"Jika Perda tersebut diabaikan, aturan hukum yang berlaku akan ditegakkan," urainya.

Menjawab keluhan perusahaan mengenai kurangnya tenaga kerja terampil (skillful), Mahyunadi mengusulkan pembagian peran: pemerintah menyediakan pelatihan keterampilan dasar, sementara perusahaan aktif menyelenggarakan pelatihan spesifik siap pakai.
Rangkaian acara talkshow interaktif tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama antara jajaran pemerintah daerah, pengurus IKA HIPMA KT, narasumber, dan para peserta.(kopi5/kopi13/kopi3)







