Widget Gambar

Bulog Bangun Gudang di Kutim, Petani Dapat Penyangga Harga

Bulog Bangun Gudang di Kutim, Petani Dapat Penyangga Harga
Vian Pro kutim
Memuat tombol bagikan...

SANGATTA - Harapan baru berembus di ladang-ladang pertanian Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Di tengah kekhawatiran klasik para petani menghadapi harga panen yang kerap merosot ketika musim panen raya tiba, keputusan pemerintah daerah menghadirkan gudang penyimpanan milik Perum Bulog dipandang sebagai kabar menggembirakan.
Persetujuan hibah lahan seluas tiga hektare untuk pembangunan fasilitas tersebut disahkan dalam Rapat Paripurna ke-XIX Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) yang berlangsung di Sangatta, Rabu, (1/4/2026) Gudang itu direncanakan berdiri di kawasan Jalan Soekarno-Hatta, Sangatta Utara. Wilayah yang ke depan menjadi simpul aktivitas pertanian dan distribusi pangan di daerah tersebut.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menilai pembangunan gudang Bulog akan menjadi sandaran penting bagi petani, terutama ketika hasil panen melimpah. Selama ini, keterbatasan ruang penyimpanan sering memaksa petani menjual gabah atau hasil panen lain dengan harga rendah agar tidak rusak atau terbuang.

“Dengan adanya gudang ini, petani tidak lagi tertekan saat panen melimpah. Harga bisa lebih stabil dan hasil jerih payah mereka tetap bernilai,” ujarnya.

Keberadaan Bulog, kata Ardiansyah, memberikan kepastian bagi petani padi di Kutim. Gabah hasil panen tidak lagi semata bergantung pada pasar bebas atau tengkulak, melainkan dapat diserap oleh lembaga negara yang memang memiliki mandat menjaga stabilitas pangan.

Dalam lanskap perdagangan hasil tani, posisi tawar petani kerap berada pada sisi yang lemah. Saat produksi membludak, harga sering jatuh karena permainan pasar atau dominasi para pengepul. Kehadiran Bulog diharapkan menjadi penyeimbang yang mampu meredam praktik spekulasi harga yang merugikan petani.
Dengan adanya alternatif saluran penjualan yang lebih terbuka dan terukur, para petani memiliki pilihan yang lebih adil. Mereka tidak lagi berada dalam pusaran ketergantungan sepihak terhadap tengkulak yang kerap menentukan harga secara sepihak.

Selain menjaga stabilitas harga, fasilitas penyimpanan ini juga membuka peluang penyerapan hasil pertanian lokal secara lebih optimal. Produksi dapat direncanakan dengan lebih tertata karena tersedia jaminan penampungan hasil panen.

Secara lebih luas, pembangunan gudang tersebut juga diproyeksikan memperpendek mata rantai distribusi pangan di Kutim dan wilayah sekitarnya. Ketika sistem logistik lebih tertib dan terorganisasi, ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat diharapkan semakin terjamin dengan harga yang relatif terkendali.
Program pembangunan gudang di Kutim merupakan bagian dari agenda nasional Bulog untuk membangun seratus infrastruktur pascapanen di sejumlah daerah strategis di Indonesia. Daerah ini dipandang memiliki potensi agraria yang menjanjikan, sehingga dinilai layak menjadi salah satu titik penguatan logistik pangan.

Seluruh pembiayaan pembangunan gudang akan ditanggung oleh Bulog, sementara pemerintah daerah menyediakan lahan melalui skema hibah. Sinergi ini diharapkan mempercepat realisasi pembangunan sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
Dalam jangka panjang, gudang tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat menimbun hasil panen. Fasilitas ini juga diproyeksikan menjadi simpul pengelolaan hasil pertanian lokal. Ruang logistik yang menata arus pangan dengan lebih rapi dan terukur. Melalui sistem distribusi yang lebih tertib, para petani Kutim diharapkan dapat meningkatkan daya saing sekaligus memperoleh harga jual yang lebih layak dan stabil. (kopi4/kopi3)

Memuat tombol bagikan...