Widget Gambar

Bupati dan Wabup Kutim Sampaikan Duka Cita untuk Sjafruddin Ahmad

Bupati dan Wabup Kutim Sampaikan Duka Cita untuk Sjafruddin Ahmad
hms3
Memuat tombol bagikan...

M Sjafruddin Ahmad. Foto: Istimewa 

SANGATTA - Kabar duka menyelimuti keluarga besar pemerintahan dan masyarakat di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Seorang mantan birokrat yang pernah menorehkan jejak pengabdian pada masa awal pembangunan daerah itu, M Sjafruddin Ahmad bin Ahmad Ali, berpulang ke rahmatullah.

“Innalilahi wa innaillahi rojiun,” demikian kabar yang disampaikan keluarga dan kerabat.

Jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka di Jalan Jakarta Blok AF, Loa Bakung. Rencananya, almarhum akan dimakamkan pada Rabu, (20/6/2026), di TPU Islam Jalan APT Pranoto, Kelurahan Sukarame, Tenggarong.

Kepergian sosok yang pernah mengabdikan diri sebagai aparatur sipil negara (ASN) sejak awal terbentuknya daerah itu meninggalkan duka mendalam. Terutama bagi mereka yang pernah bekerja bersama dalam fase awal pembangunan pemerintahan di Kabupaten Kutim.

Dalam riwayat pengabdiannya, almarhum pernah menjabat beberapa jabatan strategis. Seperti Asisten Ekonomi dan Pembangunan serta kemudian dipercaya mengemban amanah sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten (Sesdakab) Kutim. Jabatan itu diembannya pada periode kedua kepemimpinan almarhum Bupati Kutim, Awang Faroek Ishak.

Pada masa tersebut, pembangunan daerah tengah berada dalam fase merintis. Pemerintahan kabupaten yang masih relatif muda membutuhkan figur-figur birokrat yang tidak hanya piawai dalam tata kelola administrasi, tetapi juga memiliki dedikasi tinggi dalam merintis fondasi pembangunan. Di tengah situasi itulah almarhum Sjafruddin Ahmad mengambil peran.

Dalam berbagai tugas yang diemban, ia dikenal sebagai aparatur yang menjalankan tanggung jawab dengan kesungguhan dan ketekunan. Dedikasinya tercatat dalam berbagai upaya mendorong pembangunan daerah, khususnya pada bidang ekonomi dan pembangunan yang kala itu menjadi pilar penting bagi kemajuan wilayah.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, mengaku turut berduka atas wafatnya almarhum.

“Innalilahi wa innaillahi rojiun,” ucapnya singkat, seraya mendoakan yang terbaik bagi almarhum.

Ia berharap almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi masa duka.

Ucapan duka juga disampaikan Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi. Menurutnya, almarhum dikenal sebagai pribadi yang baik selama menjalankan peran sebagai pegawai negeri sipil, khususnya pada masa awal berdirinya pemerintahan daerah hingga akhirnya memasuki masa purna tugas.

Bagi banyak orang yang mengenalnya, sosok Sjafruddin Ahmad bukan hanya seorang birokrat, tetapi juga bagian dari generasi perintis yang ikut menata fondasi birokrasi di kabupaten tersebut. Mereka yang hidup dan bekerja pada masa awal pembentukan daerah sering kali harus menjalani berbagai keterbatasan, mulai dari infrastruktur pemerintahan yang masih sederhana hingga sistem tata kelola yang terus berproses menuju kematangan.

Di tengah perjalanan panjang itu, dedikasi para aparatur seperti almarhum menjadi bagian dari mosaik sejarah birokrasi daerah. Jejak pengabdiannya kini menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat dan pemerintahan di Kabupaten Kutim.

Keluarga almarhum juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh kerabat, sahabat, dan masyarakat yang pernah berinteraksi dengannya semasa hidup. Mereka berharap pintu maaf dibukakan apabila selama almarhum bergaul terdapat kesalahan atau kekhilafan.

Di tengah suasana duka, kenangan tentang pengabdian seorang aparatur yang pernah ikut merintis perjalanan pemerintahan daerah itu pun kembali dikenang, sebagai bagian dari riwayat panjang pembangunan di tanah Kutim. (kopi3)

Memuat tombol bagikan...