Teks foto: Direktur Umum Perumdam Tirta Tuah Benua Kutai Timur, Suparjan beserta keluarga dan para pelayat yang turut mengiringi jenazah hingga pusara terakhir di lokasi pemakaman TPU Silva Duta, Sangatta Selatan, Sabtu (1/8/2026). (Fuji Pro Kutim)
SANGATTA - Suasana duka menyelimuti keluarga besar Suparjan setelah putri tercinta, Rini Rahmawati binti Suparjan, wafat pada Jumat, (31/7/2026), pukul 22.00 Wita di Rumah Sakit Abdul Wahab Sjahranie, Samarinda. Kabar berpulangnya almarhumah tidak hanya mengundang doa dari keluarga dan kerabat, tetapi juga memantik ungkapan belasungkawa dari jajaran Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim).
Dalam pengumuman yang disampaikan keluarga, almarhumah kemudian dibawa ke rumah duka di Jalan Assadiyah/Syech Yusuf, Gang Batara Nomor 194, RT 59, Sangatta Utara. Keluarga memohon doa agar almarhumah memperoleh ampunan atas segala dosa, diterima seluruh amal ibadahnya, serta dianugerahi tempat terbaik di sisi Allah SWT.
"Bismillahirrahmanirrahim. Assalamualaikum wr wb. Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Dengan penuh duka cita yang mendalam, kami sekeluarga memberitahukan bahwa telah berpulang ke Rahmatullah Ananda tercinta kami Rini Rahmawati binti Suparjan," demikian penggalan pemberitahuan yang disampaikan keluarga.

Ungkapan belasungkawa turut disampaikan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Wakil Bupati Mahyunadi, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Kutim Rizali Hadi. Atas nama pribadi, keluarga, Pemkab, dan masyarakat Kutim, mereka menyampaikan simpati mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mendoakan agar almarhumah memperoleh kemuliaan di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan menghadapi musibah tersebut.
"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik di sisi-Nya dan menjadikan almarhumah husnul khatimah," kata Bupati seraya mendoakan yang terbaik.

Ucapan belasungkawa dari unsur pimpinan Pemkab Kutim juga dipublikasikan melalui kanal resmi Pro Kutim, baik melalui media sosial maupun laman resmi pemerintah daerah. Penyampaian duka itu menjadi bentuk empati pemerintah terhadap keluarga besar Suparjan yang selama ini mengemban amanah sebagai Direktur Umum Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Tuah Benua (Perumdam TTB) Kutim.
Meski tidak dapat menghadiri prosesi pemakaman secara langsung karena sedang menjalankan tugas kedinasan di luar daerah, Bupati tetap memastikan pemerintah daerah hadir memberikan penghormatan terakhir kepada keluarga yang berduka. Sebagai representasi pemerintah daerah, Bupati menugaskan Asisten Sekretaris Daerah Kabupaten Kutim Bidang Administrasi Pembangunan, Noviari Noor, untuk menyampaikan secara langsung ucapan belasungkawa kepada Suparjan. Noviari Noor hadir di lokasi pemakaman di TPU Silva Duta, Sangatta Selatan, sekitar pukul 14.00 Wita. Kehadirannya menjadi simbol kepedulian pemerintah daerah sekaligus penyampai amanat Bupati kepada keluarga almarhumah.
Dalam tradisi masyarakat Indonesia, kehadiran pemerintah pada saat warganya mengalami musibah kerap dimaknai sebagai wujud kebersamaan dan solidaritas sosial. Di tengah aktivitas pemerintahan yang tetap berjalan, perhatian terhadap duka masyarakat menjadi bagian dari nilai kemanusiaan yang terus dipelihara. Kepergian Rini Rahmawati meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Suparjan. Doa terus mengalir dari berbagai kalangan, baik kerabat, sahabat, maupun rekan kerja di lingkungan Pemkab Kutim maupun Perumdam TTB.
Harapan yang sama dipanjatkan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan tersebut. Sementara almarhumah memperoleh rahmat, ampunan, serta tempat terbaik di sisi Allah SWT sesuai dengan doa yang dipanjatkan oleh keluarga, pemerintah daerah, dan masyarakat Kutim. (kopi3)







