Widget Gambar

Business Matching Strategi Baru Diskop UKM Kutim, Perluas Peluang Usaha UMKM

Business Matching Strategi Baru Diskop UKM Kutim, Perluas Peluang Usaha UMKM
Irfan Aditama
Memuat tombol bagikan...

Kepala Diskop UMKM Kutim Marhadyn. Foto: Irfan/Pro Kutim

SANGATTA – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Diskop UKM) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus menghadirkan berbagai strategi untuk memperkuat daya saing pelaku usaha. Salah satu langkah yang kini menjadi fokus pengembangan adalah penerapan business matching, yaitu mempertemukan pelaku UMKM dengan buyer, investor, serta lembaga pembiayaan guna membuka peluang kerja sama bisnis yang lebih luas.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kutim, Marhadyn, mengatakan pola pembinaan UMKM ke depan tidak lagi hanya berorientasi pada pelatihan maupun pameran produk. Pemerintah ingin membangun ekosistem usaha yang mampu menghubungkan pelaku UMKM dengan pasar dan sumber pendanaan sehingga usaha yang dijalankan dapat berkembang secara berkelanjutan.

"Ke depan kami ingin menghadirkan business matching sebagai bagian dari pengembangan UMKM. Jadi bukan hanya memamerkan produk, tetapi bagaimana mempertemukan pelaku usaha dengan pihak yang benar-benar membutuhkan produk mereka maupun yang dapat mendukung pengembangan usahanya," ujar Marhadyn.

Menurutnya, selama ini banyak produk UMKM di Kutim yang memiliki kualitas baik, namun masih menghadapi kendala dalam memperluas jaringan pemasaran. Di sisi lain, tidak sedikit pelaku usaha yang membutuhkan akses pembiayaan untuk meningkatkan kapasitas produksi agar mampu memenuhi permintaan pasar.

Melalui business matching, kedua kebutuhan tersebut diharapkan dapat dipertemukan dalam satu forum yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Marhadyn menjelaskan, kegiatan tersebut akan menghadirkan berbagai pihak, mulai dari buyer, perbankan, lembaga keuangan, hingga mitra usaha yang berpotensi menjalin kerja sama dengan pelaku UMKM. 

Dengan demikian, peserta tidak hanya memperoleh kesempatan mempromosikan produknya, tetapi juga membangun hubungan bisnis yang dapat berlanjut setelah kegiatan berakhir.

"Yang kami harapkan bukan hanya transaksi sesaat, tetapi lahirnya kemitraan usaha yang berkelanjutan. Ketika UMKM bertemu dengan buyer maupun lembaga pembiayaan, peluang untuk berkembang tentu akan semakin besar," katanya.

Selain membuka akses pasar, business matching juga menjadi sarana bagi pelaku UMKM untuk memahami kebutuhan dunia usaha. Melalui pertemuan langsung dengan calon pembeli maupun mitra bisnis, pelaku usaha dapat memperoleh masukan mengenai kualitas produk, kemasan, kapasitas produksi, hingga standar yang dibutuhkan pasar.

Menurut Marhadyn, informasi tersebut menjadi bekal penting bagi UMKM untuk terus melakukan perbaikan dan inovasi sehingga mampu bersaing dengan produk dari daerah lain.

Ia menambahkan, business matching akan menjadi salah satu agenda yang dirancang dalam pelaksanaan Gebyar UMKM mendatang. Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ajang promosi produk lokal, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi pelaku usaha melalui terbukanya akses pasar dan peluang kerja sama.

"Kalau selama ini orang datang ke pameran hanya melihat-lihat produk, ke depan kami ingin ada hasil yang lebih konkret. Ada kerja sama yang terbangun, ada peluang usaha yang terbuka, dan ada akses pembiayaan yang bisa dimanfaatkan oleh UMKM," jelasnya.

Marhadyn menegaskan, penguatan UMKM tidak dapat dilakukan hanya dengan bantuan pemerintah semata. Diperlukan kolaborasi berbagai pihak agar pelaku usaha memiliki kesempatan yang lebih besar untuk tumbuh dan meningkatkan skala usahanya.

Karena itu, Diskop UMKM akan terus memperluas jejaring dengan dunia usaha, lembaga keuangan, maupun sektor swasta sebagai mitra dalam mendukung pengembangan UMKM di Kutim.

"Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin besar pula peluang UMKM kita untuk berkembang. Pemerintah hadir sebagai fasilitator yang mempertemukan pelaku usaha dengan berbagai peluang yang ada," tuturnya.

Melalui strategi business matching, Pemerintah Kabupaten Kutim berharap pelaku UMKM tidak hanya mampu meningkatkan penjualan produk, tetapi juga memperoleh akses terhadap pasar yang lebih luas, sumber pembiayaan, serta kemitraan usaha yang berkelanjutan. Langkah tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat peran UMKM sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(kopi13/kopi3) 

Memuat tombol bagikan...