Widget Gambar

CSR KPC, Posyandu Kamasean Miliki Gedung Sendiri Perkuat Layanan Kesehatan

CSR KPC, Posyandu Kamasean Miliki Gedung Sendiri Perkuat Layanan Kesehatan
Kopi 17
Memuat tombol bagikan...

Kegiatan peresmian dan serah terima Posyandu Kamasean. Foto: Hasyim/Awal/Miftah Pro Kutim

SANGATTA – Posyandu Kamasean di Desa Singa Gembara, Kecamatan Sangatta Utara, akhirnya memiliki gedung sendiri setelah lebih dari satu dekade memberikan pelayanan kesehatan dengan menumpang di rumah warga. Gedung posyandu tersebut diresmikan dan diserahterimakan pada Jumat (12/6/2026) dalam sebuah acara yang dihadiri Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi, Ketua TP PKK Kutim Siti Robiah Ardiansyah, Camat Sangatta Utara Hasdiah Dohi, Kepala Desa Singa Gembara Hamriani Kassa, perwakilan Dinas Kesehatan, DPPKB, PT Kaltim Prima Coal (KPC), PAMA, serta unsur Forkopimda.

Pembangunan gedung Posyandu Kamasean merupakan hasil kolaborasi pemerintah desa, masyarakat, dan sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) PT KPC.

Mewakili manajemen PT KPC, Superintendent Community Health and Education, Febriana Kurnia Sari, mengatakan pembangunan Posyandu Kamasean menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan layanan kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah ring satu perusahaan.

"Posyandu ini tidak akan bisa selesai tanpa sinergi yang baik antara desa, RT, RW, kecamatan dan perusahaan," ujarnya.

Ia menjelaskan, pembangunan infrastruktur kesehatan merupakan salah satu dari tujuh program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan PT KPC. Sejak 2010, perusahaan telah membantu pembangunan sekitar 24 posyandu di berbagai wilayah operasionalnya.

"Khusus Posyandu Kamasean, total bantuan yang diberikan sekitar Rp 205 juta. Ini menjadi bukti komitmen kami bahwa pembangunan posyandu masih sangat penting dan akan terus menjadi agenda setiap tahun," katanya.

Menurut Febriana, keberadaan posyandu kini semakin strategis karena telah bertransformasi melalui Integrasi Layanan Primer (ILP) yang mencakup seluruh siklus kehidupan, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, usia produktif hingga lansia.

Ia juga menyoroti komitmen perusahaan dalam mendukung penurunan angka stunting melalui program BERSATU (Bersama Atasi Stunting secara Terpadu) yang diluncurkan pada akhir 2025. Program tersebut melibatkan kolaborasi 32 perusahaan dengan memanfaatkan data dari DPPKB dan Dinas Kesehatan untuk menekan angka keluarga risiko stunting (KRS) dan stunting di wilayah Sangatta Utara.

Selain itu, PT KPC bersama Kecamatan Sangatta Utara juga menginisiasi Rumah Rehabilitasi Gizi (RRG) yang fokus menangani anak-anak dengan status gizi kurang, gizi buruk hingga stunting.

"Anak-anak yang membutuhkan penanganan akan dimonitor secara intensif, diberikan makanan bergizi, edukasi kepada orang tua, serta pendampingan dokter spesialis anak, dokter gizi klinik dan psikolog. Ini bentuk nyata kolaborasi dalam menurunkan angka stunting," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Singa Gembara Hamriani Kassa menyampaikan apresiasi kepada PT KPC atas dukungan pembangunan gedung yang telah lama dinantikan masyarakat dan kader posyandu.

"Pembangunan gedung posyandu ini merupakan wujud kolaborasi pemerintah, swasta dan masyarakat. Kesehatan ibu, anak dan balita merupakan ujung tombak pembangunan sumber daya manusia di desa," katanya.

Hamriani menjelaskan, pembangunan gedung tersebut menggunakan dana CSR PT KPC sebesar Rp 205 juta pada tahun anggaran 2025. Proses pembangunan dimulai pada 4 Desember 2025 dan dikerjakan oleh panitia yang melibatkan ketua RT, kader posyandu, serta masyarakat setempat.

Gedung Posyandu Kamasean dibangun di atas lahan berukuran 14 x 12 meter yang telah disiapkan sejak tahun 2020, dengan luas bangunan 6 x 8 meter persegi.

Menurutnya, keberadaan gedung baru tersebut akan semakin mendukung pelayanan kesehatan yang selama ini cukup aktif. Setiap bulan Posyandu Kamasean melayani rata-rata 104 kunjungan, terdiri dari 48 balita, 39 usia produktif, 9 bayi, 4 lansia dan 4 ibu hamil.

"Posyandu Kamasean berdiri sejak tahun 2014 dan selama ini masih menumpang di rumah warga di RT 25. Alhamdulillah sekarang sudah memiliki gedung sendiri," ujarnya.

Hamriani menambahkan, saat ini Desa Singa Gembara memiliki delapan posyandu dan seluruhnya telah memiliki gedung sendiri. Ia berharap dukungan dari berbagai pihak dapat terus berlanjut, termasuk untuk melengkapi sarana pendukung seperti ruang tunggu anak dan taman bermain.

Ketua Posyandu Kamasean Lince Aswianti mengaku terharu karena impian memiliki gedung sendiri akhirnya terwujud setelah bertahun-tahun menunggu.

"Enggak bisa diucapkan dengan kata-kata. Posyandu kami sudah berdiri lama, tetapi baru kali ini memiliki bangunan sendiri. Dengan adanya bantuan dari KPC, kami para kader semakin semangat dan masyarakat juga lebih antusias datang ke posyandu," ungkapnya.

Menurut Lince, fasilitas yang lebih layak diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat, terutama ibu hamil, bayi, balita dan lansia dalam memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia.

"Kami sangat bersyukur karena apa yang selama ini kami nanti-nantikan akhirnya terwujud. Semoga Posyandu Kamasean bisa memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan PT KPC juga Pemkab semakin sukses," pungkasnya.(kopi17/kopi13/kopi3)

Memuat tombol bagikan...