Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sandaran, Anwar saat menyampaikan ceramah. Foto: Habibah/Rusli Pro Kutim
SANGATTA – Peringatan Haul ke-70 almarhum Ahmad Danom di Desa Bangun Jaya, Kecamatan Kaliorang, Sabtu (11/4/2026) malam, berlangsung khidmat dan penuh makna. Selain dihadiri Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman bersama jajaran, kegiatan ini juga diisi dengan tausiah mendalam yang mengupas rahasia kematian serta pentingnya doa bagi orang yang telah wafat.
Dalam sambutannya, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyampaikan bahwa kegiatan haul tidak hanya menjadi ajang mendoakan para pendahulu, tetapi juga menjadi pengingat kita untuk tetap berbuat baik karena kematian itu sangat dekat.
“Melalui haul ini, insyaallah memberikan manfaat dan amal baik untuk orang tua maupun saudara kita yang sudah mendahului,” ujarnya.
Sementara itu dalam ceramahnya, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sandaran, Anwar menegaskan bahwa doa yang dikirim kepada mayit akan sampai, sebagaimana dicontohkan dalam shalat jenazah, salam kepada ahli kubur, serta anjuran membaca Al-Qur’an untuk mereka yang telah meninggal.
Ia juga mengingatkan bahwa kematian adalah satu-satunya kepastian dalam hidup manusia, tanpa memandang jabatan maupun status.

“Ketua RT, camat, bupati, bahkan presiden, semuanya pasti mati. Tidak ada yang bisa menghindar,” tegasnya, yang disambut keheningan jamaah.
Dalam penjelasannya, penceramah juga menggambarkan proses kematian hingga sakaratul maut, serta bagaimana seluruh amal perbuatan manusia akan diperlihatkan kembali setelah meninggal dunia.
Melalui tausiah tersebut, jemaah diajak untuk memperbanyak amal kebaikan, memperkuat keimanan, serta senantiasa mendoakan para pendahulu.
Haul ini pun menjadi momentum refleksi spiritual bagi masyarakat sekaligus mempererat kebersamaan di Kecamatan Kaliorang.(kopi17/kopi13/kopi3)








