Widget Gambar

Di Rakor Ketahanan Pangan, Kutim Usulkan Penguatan Sarana Air dan Irigasi

Di Rakor Ketahanan Pangan, Kutim Usulkan Penguatan Sarana Air dan Irigasi
kopi 15
Memuat tombol bagikan...

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana serta Penyuluhan Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan DTPHP Kutim Bahrumsyah.Foto: Dewi/Pro Kutim

JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Kepala Bidang Sarana dan Prasarana serta Penyuluhan Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan DTPHP Kutim Bahrumsyah, menyampaikan sejumlah usulan strategis dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Ketahanan Pangan Nasional menghadapi ancaman kemarau panjang tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Gedung F, Kantor Pusat Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Jalan Harsono RM No 3 Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Senin (20/4/2026) tersebut, menjadi forum penting bagi daerah untuk menyampaikan kebutuhan riil dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan.

Dalam paparannya, Bahrumsyah menekankan pentingnya langkah antisipatif guna menghadapi potensi kekeringan yang dapat berdampak pada sektor pertanian, khususnya tanaman pangan.

“Untuk mengantisipasi kebakaran lahan dan kekurangan air saat musim kemarau, kami mengusulkan pengadaan 16 unit pompa air serta sistem pemipaan air kurang lebih sepanjang 1.000 meter,” ujarnya.

Selain itu, Pemkab Kutim juga mengusulkan pembangunan sekitar 10 unit embung yang akan difungsikan sebagai penampung air di sejumlah wilayah rawan kekeringan, meliputi Kecamatan Karangan, Teluk Pandan, Sangatta Selatan, Rantau Pulung, Bengalon, hingga kawasan Laumasangan.

Menurut Bahrumsyah, keberadaan embung menjadi solusi strategis dalam menjaga ketersediaan air, terutama bagi lahan pertanian yang tidak memiliki sumber air permanen.

Di sektor irigasi, Kutim mengajukan pemeliharaan jaringan irigasi tersier sepanjang kurang lebih 38.630 meter. Upaya ini dinilai krusial untuk memastikan distribusi air tetap optimal hingga ke lahan pertanian skala kecil.

“Perbaikan irigasi ini sangat penting agar suplai air tetap terjaga dan tidak menghambat proses tanam maupun pertumbuhan padi,” jelasnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga mengusulkan penambahan sarana pendukung lain, seperti 21 unit dam parit (long storage) guna meningkatkan kapasitas tampung air di wilayah pertanian.

Dalam rakor tersebut, Bahrumsyah turut memaparkan sejumlah titik prioritas penempatan mesin pompa air, di antaranya wilayah Kali Orang, Sandaran, Muarawaho, Telen, Masangat, Bosang, dan Muara Bengkal.

Ia berharap seluruh usulan yang disampaikan dapat menjadi perhatian pemerintah pusat, sehingga dukungan sarana dan prasarana dapat segera direalisasikan untuk menghadapi musim kemarau tahun ini.

“Harapannya, dengan dukungan sarana prasarana yang memadai, produktivitas pertanian tetap terjaga dan ketahanan pangan daerah, khususnya di Kutai Timur, dapat terus diperkuat,” pungkasnya.

Rakor ini merupakan bagian dari upaya nasional dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah guna menghadapi tantangan perubahan iklim, khususnya ancaman kemarau panjang yang berpotensi memengaruhi produksi pangan nasional.(kopi15/kopi13/kopi3)

Memuat tombol bagikan...