Widget Gambar

Dinkes Kutim Siapkan Kebutuhan Dokter dan Nakes RS Wahau

Dinkes Kutim Siapkan Kebutuhan Dokter dan Nakes RS Wahau
Kopi 10
Memuat tombol bagikan...

Kepala Dinkes Kutim dr Yuwana Sri Kurniawati.Foto: Habibah/Pro Kutim

SANGATTA – Pembangunan Rumah Sakit (RS) Muara Wahau Tipe D di Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), tidak hanya berbicara mengenai kesiapan bangunan dan fasilitas. Pemerintah daerah juga harus memastikan ketersediaan dokter, tenaga kesehatan, serta sumber daya manusia (SDM) pendukung agar rumah sakit tersebut nantinya mampu memberikan pelayanan secara optimal.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim, dr Yuwana Sri Kurniawati, mengatakan kebutuhan tenaga kesehatan menjadi salah satu aspek yang harus dipersiapkan sejak awal. Terlebih, RS Muara Wahau nantinya akan melayani masyarakat di wilayah yang membutuhkan akses pelayanan kesehatan lebih dekat.

“Untuk kebutuhan dokter di sana (Muara Wahau) cukup besar. Salah satunya di pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan pelayanan rawat inap,” ujar Yuwana ditemui wartawan di depan Ruang Arau Kantor Bupati Kutim, Senin (10/8/2026).

Menurutnya, kebutuhan SDM rumah sakit tidak hanya terbatas pada dokter umum. Kehadiran dokter spesialis juga menjadi bagian penting untuk mendukung jenis pelayanan yang nantinya tersedia di RS Muara Wahau.

Yuwana menjelaskan, jumlah dan jenis tenaga kesehatan akan disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan rumah sakit. Selain dokter dan perawat, pemerintah juga perlu menyiapkan bidan, tenaga pemeliharaan kesehatan, serta berbagai profesi lain yang mendukung operasional fasilitas kesehatan tersebut.

Kesiapan SDM menjadi perhatian karena rumah sakit yang dibangun dengan fasilitas memadai tidak akan berjalan maksimal tanpa tenaga kesehatan yang kompeten. Karena itu, pemenuhan tenaga medis diharapkan dapat berjalan beriringan dengan proses pembangunan fisik.

Kehadiran RS Muara Wahau nantinya juga diharapkan mampu memangkas jarak masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan, khususnya layanan dokter spesialis. Selama ini, masyarakat di wilayah tersebut masih harus menempuh perjalanan cukup jauh ketika membutuhkan pelayanan atau penanganan medis tertentu.

Yuwana menilai posisi Kecamatan Muara Wahau yang menjadi salah satu pusat pertumbuhan dan pelayanan di wilayah Kutim bagian utara membuat keberadaan rumah sakit tersebut memiliki nilai strategis.

Dengan fasilitas kesehatan yang lebih dekat, masyarakat tidak harus selalu bergantung pada layanan rujukan di wilayah lain. Kondisi tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan pasien sekaligus memberikan pilihan pelayanan kesehatan yang lebih mudah dijangkau.

“Dengan adanya rumah sakit ini, masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke Samarinda atau Balikpapan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, cukup di Muara Wahau,” jelasnya.

Selain melayani masyarakat Muara Wahau, RS tersebut diharapkan dapat memperkuat sistem pelayanan kesehatan di kawasan sekitarnya. Rumah sakit ini juga berpotensi menjadi salah satu fasilitas rujukan bagi masyarakat dari kecamatan dan wilayah terdekat.

Dinkes Kutim kini berupaya memastikan seluruh tahapan berjalan beriringan, mulai dari perencanaan, pembangunan fisik, penyediaan sarana dan prasarana, hingga pemenuhan SDM kesehatan.

Dengan persiapan yang dilakukan secara bertahap tersebut, pemerintah daerah berharap target RS Muara Wahau mulai beroperasi pada 2029 dapat terealisasi dan memberikan dampak nyata terhadap pemerataan akses pelayanan kesehatan masyarakat Kutim bagian utara.(kopi10/kopi13)

Memuat tombol bagikan...