Widget Gambar

Dispusip Kutim Ajak Pelajar Sangkulirang Jadikan Gawai Sarana Belajar iKutim 

Dispusip Kutim Ajak Pelajar Sangkulirang Jadikan Gawai Sarana Belajar iKutim 
Kopi 10
Memuat tombol bagikan...

Dispusip Kutim saat mengenalkan aplikasi iKutim. Foto: Istimewa

SANGKULIRANG – Perkembangan teknologi yang semakin dekat dengan kehidupan anak-anak menjadi perhatian Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Melalui kegiatan Bedah Buku bertema Pemanfaatan Koleksi Perpustakaan Cetak/Digital, Dispusip mengajak generasi muda memanfaatkan gawai sebagai jendela ilmu, bukan sekadar sarana hiburan.

Kepala Bidang Layanan, Pengolahan, dan Pelestarian Bahan Perpustakaan Dispusip Kutim, Kamariah, menegaskan bahwa perpustakaan harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman agar tetap relevan bagi masyarakat, khususnya pelajar.

Menurutnya, kebiasaan anak-anak yang hampir tidak pernah lepas dari telepon genggam menjadi peluang untuk menghadirkan layanan perpustakaan dalam bentuk digital melalui aplikasi iKutim.

“Anak-anak sekarang hampir setiap saat tidak bisa lepas dari genggaman telepon genggam. Karena itu, perpustakaan hadir memberikan kemudahan mencari referensi melalui aplikasi iKutim yang dapat diunduh secara gratis di Play Store,” kata Kamariah.

Ia menjelaskan, iKutim merupakan perpustakaan digital yang menyediakan beragam koleksi buku elektronik yang bisa diakses kapan pun dan di mana pun tanpa dipungut biaya. Kehadiran aplikasi tersebut melengkapi layanan koleksi buku cetak yang selama ini tersedia di perpustakaan daerah.

Kamariah berharap layanan perpustakaan digital dapat menjangkau masyarakat hingga wilayah kecamatan, termasuk Sangkulirang, sehingga akses terhadap bahan bacaan semakin mudah dan merata.

Tak hanya memperkenalkan aplikasi iKutim, kegiatan bedah buku juga membekali peserta dengan pemahaman tentang cara memanfaatkan koleksi perpustakaan cetak maupun digital sebagai sumber referensi untuk mendukung proses belajar, memperluas wawasan, dan meningkatkan budaya literasi.

Kegiatan yang menghadirkan Hariati sebagai narasumber dan dipandu Nurhidayah, selaku moderator itu diharapkan menjadi momentum untuk menumbuhkan kebiasaan membaca sekaligus memperkuat literasi digital di Kabupaten Kutim.(kopi10/kopi13/kopi3) 

Memuat tombol bagikan...