Widget Gambar

Festival Sekerat Nusantara V, Etalase Baru Pariwisata Kutai Timur 

Festival Sekerat Nusantara V, Etalase Baru Pariwisata Kutai Timur 
Kopi 8
Memuat tombol bagikan...

Wakil Bupati Kutim Mahyunadi menghadiri momen pembukaan Festival Sekerat Nusantara V. Foto: Awal/Miftah Pro Kutim

BENGALON – Debur ombak Pantai Sekerat di Kecamatan Bengalon berpadu dengan semarak seni dan budaya saat Festival Sekerat Nusantara V resmi dibuka pada Jumat (10/7/2026) malam. Ratusan masyarakat memadati kawasan pesisir untuk menyaksikan pembukaan festival yang menjadi agenda budaya sekaligus etalase potensi wisata Kabupaten Kutai Timur (Kutim).

Pembukaan festival dihadiri Wakil Bupati Kutim Mahyunadi mewakili Bupati Ardiansyah Sulaiman, Anggota DPRD Kutim Yusri Yusuf, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Ilham, Camat Bengalon Muhammad Harun Al Rasyid, Kepala Desa Sekerat Sunan Dhika, serta tokoh masyarakat dan warga setempat.

Wakil Bupati Mahyunadi disambut dengan tradisi Tepong Tawar oleh tokoh adat. Kemudian acara dilanjut dengan sebuah penampilan tari Jepen Liwangku dari Sanggar Seni Swarga Art Borneo.

Kepala Desa Sekerat, Sunan Dhika menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kutim yang terus memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Festival Sekerat Nusantara V. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi modal penting dalam mengembangkan potensi wisata dan budaya Desa Sekerat.

“Atas nama Pemerintah Desa dan masyarakat Sekerat, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Timur yang terus memberikan kepercayaan dan dukungan terhadap penyelenggaraan Festival Sekerat Nusantara. Dukungan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus mengembangkan potensi wisata dan budaya desa,” ujar Sunan Dhika.

Ia menegaskan, pemerintah desa berkomitmen terus membenahi berbagai sektor sebagai fondasi pengembangan kawasan wisata. Pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi fokus utama agar Desa Sekerat mampu tumbuh sebagai destinasi wisata yang produktif tanpa kehilangan identitas lokal.

Di sisi lain, Sunan Dhika mengakui derasnya investasi industri yang masuk ke wilayah Desa Sekerat menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, pemerintah desa berupaya menyelaraskan perkembangan industri dengan penguatan ekonomi kreatif dan pemberdayaan generasi muda agar manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kami terus berbenah melalui pembangunan infrastruktur dan peningkatan sumber daya manusia. Tantangan kami adalah bagaimana menyelaraskan perkembangan industri dengan pembangunan ekonomi kreatif sehingga masyarakat Desa Sekerat dapat berkembang bersama,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Kutim Mahyunadi juga turut mengapresiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pariwisata, Pemerintah Kecamatan Bengalon, Pemerintah Desa Sekerat, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan festival Sekerat ini. Ia menilai Festival Sekerat Nusantara telah menjadi media efektif untuk memperkenalkan kekayaan wisata Kutim kepada masyarakat yang lebih luas.

Mahyunadi mengungkapkan, kehadirannya pada Festival Sekerat Nusantara tahun ini menjadi pengalaman pertamanya sebagai bagian dari jajaran eksekutif Pemerintah Kabupaten Kutim.

“Saya senang dan memberikan apresiasi yang luar biasa kepada pihak yang telah menyelenggarakan dan akan terus mendukung kegiatan seperti ini," ujar Mahyunadi.

Mahyunadi melihat kawasan Sekerat memiliki modal besar untuk berkembang sebagai destinasi wisata unggulan karena daerah yang memilili panorama alam dan budaya yang kuat akan memiliki daya tarik wisata yang semakin besar. Menurutnya, Sekerat ini memiliki potensi tersebut.

“Kita punya pantai yang indah, punya bukit karst, di sini ada bisa paralayang, punya pelabuhan yang dapat dijadikan spot wisata juga. Sekerat memiliki potensi sehingga harus terus dikembangkan bersama,” ujarnya.

Usai penyampaian sambutan, Wakil Bupati Mahyunadi secara resmi membuka Festival Sekerat Nusantara V dan dilanjutkan foto bersama seluruh tamu undangan.

Festival Sekerat Nusantara sendiri telah berkembang menjadi salah satu agenda budaya penting di Kutim. Bukan sekadar perayaan tahunan, festival ini menjadi ruang untuk merawat warisan budaya masyarakat pesisir, memperkuat identitas lokal, sekaligus memperkenalkan wajah Kutim kepada masyarakat yang lebih luas melalui kekayaan seni, tradisi, dan pesona alam yang dimiliki Desa Sekerat.(kopi8/kopi13/kopi3) 

Memuat tombol bagikan...