Widget Gambar

Geopark Bengalon, Merawat Warisan Bumi dan Budaya untuk Generasi Mendatang

Geopark Bengalon, Merawat Warisan Bumi dan Budaya untuk Generasi Mendatang
Irfan Aditama
Memuat tombol bagikan...

Camat Bengalon Muhammad Harun Al Rasyid. Foto: Istimewa

BENGALON – Penilaian Geopark Nasional di Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), tidak hanya menjadi tahapan menuju pengakuan sebuah kawasan berkelas nasional. Lebih dari itu, proses tersebut dipandang sebagai momentum untuk menjaga bentang alam, melestarikan kekayaan hayati, sekaligus merawat warisan budaya yang telah hidup turun-temurun di tengah masyarakat.

Harapan itu mengemuka saat Tim Penilai Geopark Nasional dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama perwakilan pemerintah pusat melakukan validasi lapangan di kawasan Bengalon. Pemerintah Kecamatan Bengalon menyambut baik kedatangan tim tersebut dan berharap proses penilaian berjalan lancar hingga kawasan ini resmi ditetapkan sebagai bagian dari Geopark Nasional.

Camat Bengalon, Muhammad Harun Al Rasyid, mengatakan status Geopark akan menjadi pijakan penting dalam mengelola potensi alam dan budaya secara berkelanjutan. Menurutnya, kawasan karst yang dimiliki Bengalon bukan hanya memiliki nilai geologi yang tinggi, tetapi juga menjadi ruang hidup bagi masyarakat beserta tradisi yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

"Alhamdulillah dengan kedatangan tim penilai Geopark dari pusat ini. Harapan kami prosesnya berjalan lancar dan memberikan hasil yang positif, karena potensi di Kecamatan Bengalon sangat besar jika sudah resmi menjadi Geopark Nasional," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Pro Kutim, Selasa (7/7/2026).

Harun menegaskan, konsep Geopark tidak boleh dimaknai semata sebagai upaya melindungi situs geologi. Lebih luas dari itu, Geopark harus menjadi instrumen untuk menjaga keseimbangan antara pelestarian alam, pengembangan ilmu pengetahuan, serta pemberdayaan masyarakat melalui penguatan identitas budaya lokal.

Menurutnya, momentum Geopark menjadi kesempatan untuk memperkenalkan sekaligus menghidupkan kembali berbagai tradisi khas Bengalon yang menjadi bagian penting dari kekayaan budaya Kutim. Tradisi tersebut di antaranya Festival Pantai Sekerat, upacara adat Belian, pesta adat Tepian Budaya, hingga ritual Mecaq Undat, sebuah tradisi syukur atas hasil panen padi yang masih dijaga oleh masyarakat adat. Selain itu, upacara adat di kawasan Muara Bengalon juga terus dilestarikan sebagai warisan leluhur yang memiliki nilai sejarah dan spiritual.

"Harapan kami kelestarian alam, lingkungan, khususnya budaya yang ada di Bengalon ini bisa kita pelihara sampai ke anak cucu kita. Kita ingin mengangkat brand lokal Bengalon melalui momentum Geopark ini," kata Harun.

Selain menyimpan kekayaan budaya, Bengalon juga memiliki kekayaan hayati yang unik. Salah satunya adalah Buah Bengalon, flora endemik yang diyakini menjadi asal-usul nama wilayah tersebut. Keberadaan pohonnya kini semakin langka dan hanya dapat ditemukan di beberapa lokasi tertentu yang memiliki karakteristik geografis khas, sehingga keberadaannya menjadi bagian penting yang perlu mendapat perhatian dalam upaya konservasi.

Potensi lain yang turut memperkuat nilai Geopark berada di kawasan karst Gunung Gergaji, Desa Tepian Langsat. Kawasan ini dikenal memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dan menjadi habitat berbagai flora serta fauna khas Kalimantan. Di kawasan tersebut juga terdapat Goa Tewet, situs yang memiliki nilai ilmiah, sejarah, dan potensi wisata edukasi yang penting bagi pengembangan Geopark di masa depan.

Bagi Pemerintah Kecamatan Bengalon, penetapan Geopark Nasional bukanlah tujuan akhir. Status tersebut justru diharapkan menjadi landasan untuk memperkuat perlindungan kawasan, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan, serta membuka peluang pengembangan pariwisata berbasis konservasi yang memberikan manfaat ekonomi tanpa mengorbankan kelestarian alam maupun budaya.

Melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat adat, akademisi, dan dunia usaha, Bengalon optimistis mampu menghadirkan Geopark yang tidak hanya menjaga warisan geologi, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran, pelestarian budaya, dan penggerak pembangunan berkelanjutan. Dengan demikian, kekayaan alam dan tradisi yang dimiliki Bengalon diharapkan tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang sebagai identitas yang membanggakan bagi Kutim dan Kalimantan Timur.(kopi13/kopi4)

Memuat tombol bagikan...