Widget Gambar

Hadapi Lonjakan Harga, Bupati Kutim Ajak Generasi Muda Bangun Kemandirian Pangan

Hadapi Lonjakan Harga, Bupati Kutim Ajak Generasi Muda Bangun Kemandirian Pangan
kopi 14
Memuat tombol bagikan...

Bupati Ardiansyah Sulaiman menghadiri pelantikan pengurus Karang Taruna Kabupaten Kutim masa bakti 2025-2030. Foto: Rusli dan Nasruddin/Pro Kutim

SANGATTA - Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memperkuat ketahanan pangan sebagai langkah menghadapi tekanan ekonomi akibat kenaikan harga kebutuhan pokok. Hal tersebut disampaikan Ardiansyah saat menghadiri Pelantikan Karang Taruna Kabupaten Kutim periode 2025–2030 di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Minggu (19/4/2026).

Menurut dia, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) turut berdampak pada harga barang lainnya, termasuk bahan pokok yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Hal yang harus kita jaga saat ini adalah jangan sampai kita terlalu terpengaruh. Memang ini tidak mudah, karena kenaikan harga bahan bakar pasti berdampak pada harga-harga lainnya, terutama bahan pokok,” kata Ardiansyah.

Ia menekankan, selama kebutuhan pangan di tingkat rumah tangga masih terpenuhi, kondisi masyarakat masih tergolong aman.

“Kalau di rumah masih ada makanan, itu artinya masyarakat masih dalam kondisi aman. Tetapi kalau kebutuhan pangan sudah tidak terpenuhi, ini yang menjadi persoalan besar,” ujarnya.

Ardiansyah menjelaskan, pemerintah pusat saat ini menjadikan ketahanan pangan sebagai prioritas utama dalam menjaga stabilitas nasional. Karena itu, pemerintah daerah juga terus mendorong upaya serupa di tingkat lokal.

Di Kutim kata dia, potensi sumber daya alam di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, hingga kehutanan sangat besar dan perlu dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kita memiliki semua potensi itu di Kutim. Pertanyaannya, apakah kita hanya ingin menjadi penonton atau kita ikut memanfaatkannya sebagai penopang kehidupan masyarakat,” tuturnya.

Ia juga mengapresiasi munculnya berbagai inisiatif masyarakat, seperti Komite Tani Muda dan kelompok tani yang mulai aktif mengembangkan usaha pertanian dan peternakan.

Salah satu contoh yang dinilai potensial adalah pengembangan pertanian terpadu di lahan terbatas, seperti budidaya ayam kampung, pembuatan pakan mandiri dari limbah organik, hingga usaha penetasan telur.

“Dengan lahan terbatas, bahkan hanya halaman rumah, masyarakat bisa menanam cabai atau beternak. Ini sangat potensial karena hasilnya tidak perlu menunggu lama dan bisa langsung dirasakan,” ucapnya.

Ia menilai, peluang di sektor pertanian dan industri kreatif masih terbuka luas, sehingga generasi muda diharapkan dapat terlibat aktif dalam kegiatan produktif yang mendukung ketahanan pangan.

Selain itu, Ardiansyah juga menyoroti potensi ekspor komoditas daerah seperti pisang dan produk turunannya, serta lidi kelapa sawit yang memiliki nilai ekonomi.

Di tengah dinamika global dan potensi krisis ekonomi, ia menilai penguatan ketahanan pangan menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.

“Mari kita bersama-sama bergerak, memanfaatkan peluang, dan mendukung pembangunan Kutai Timur, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.(kopi14/kopi13/kopi3)

Memuat tombol bagikan...