SANGATTA - Suasana halaman Kantor Bupati Kutai Timur (Kutim) di kawasan Pusat Perkantoran Pemkab Kutim di Bukit Pelangi, Sangatta Utara, Senin (30/3/2026), dipenuhi barisan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang kembali berkumpul setelah melewati masa cuti bersama. Pagi itu, Sekretariat Kabupaten menggelar apel pagi yang dirangkaikan dengan kegiatan halalbihalal jajaran pemerintah daerah.
Apel tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. Hadir pula Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, para Asisten Sekretaris Daerah Kabupaten, Staf Ahli Bupati, serta para kepala bagian di lingkungan Setdakab Kutim.
Ratusan aparatur sipil negara lingkup Setdakab mengikuti kegiatan itu. Mereka terdiri atas Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Seluruh peserta tampak mengenakan pakaian waskat, menghadirkan nuansa yang seragam sekaligus memperkuat kesan kebersamaan dalam kegiatan tersebut.
Momentum apel perdana setelah cuti bersama itu dimanfaatkan Bupati Kutim Ardiansyah untuk menyampaikan pesan kepada jajaran aparatur pemerintah daerah. Ia mengingatkan pentingnya menjaga kinerja dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Pesan saya kepada para ASN adalah terus berkinerja baik untuk membangun dan melayani masyarakat,” ujar Ardiansyah di hadapan peserta apel.
Ia juga mengingatkan para aparatur agar senantiasa bersyukur atas keadaan yang dimiliki saat ini. Menurutnya, rasa syukur menjadi landasan penting agar seseorang dapat menjalani pekerjaan dengan sikap lapang dan penuh tanggung jawab.
“Apa yang ada lebih disyukuri, agar ditambah nikmatnya,” katanya.
Ardiansyah menilai sikap mudah mengeluh justru dapat melemahkan semangat dalam bekerja. Ia mengajak para ASN untuk melihat keadaan dengan perspektif yang lebih luas. Karena kondisi yang dihadapi seseorang belum tentu lebih berat dibandingkan dengan yang dialami orang lain.
“Tidak gampang mengeluh, karena apa yang terjadi kemungkinan besar masih lebih baik dari yang orang lain rasakan,” ujarnya.
Selain menyinggung etos kerja, Ardiansyah juga mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam menggunakan media sosial. Ia meminta para aparatur lebih bijaksana dalam memanfaatkan ruang digital agar tidak menimbulkan dampak yang merugikan.
“Lebih bijak menggunakan media sosial, agar tidak merugikan orang lain dan diri sendiri,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, Ardiansyah juga menegaskan bahwa dirinya tidak menutup diri terhadap kritik terhadap kebijakan yang dikeluarkannya sebagai kepala daerah. Namun, ia berharap kritik tersebut disampaikan secara santun dan disertai gagasan yang konstruktif.
“Saya tidak alergi terhadap kritik atas kebijakan yang dikeluarkan, hanya saja disampaikan dengan cara yang baik dan tentunya dengan masukan sebagai solusi,” ujarnya.
Setelah apel selesai, kegiatan dilanjutkan dengan halalbihalal. Para pejabat dan pegawai saling bersalaman serta bermaaf-maafan. Suasana berlangsung hangat dan cair, tanpa sekat yang membatasi hubungan antara pimpinan dan aparatur.
Momentum tersebut menjadi penutup kegiatan pagi itu. Sebuah perjumpaan yang menandai kembalinya ritme kerja birokrasi Pemkab Kutim setelah jeda cuti bersama, sekaligus mempererat tali silaturahmi di antara para aparatur daerah. (kopi3)








