Ketua Panitia HAN Natalia Christina memberikan sambutan dalam gelaran Ormit Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kutim. Foto: Dewi/Pro Kutim
SANGATTA – Riuh tawa ribuan anak memenuhi Gedung Olahraga (GOR) Kudungga, Selasa (29/7/2026), dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tingkat Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Sebanyak 3.505 anak dari kelompok bermain (KB) dan taman kanak-kanak (TK) se-Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan mengikuti kegiatan yang mengusung tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan". Kegiatan ini dinisiasi oleh Organisasi Mitra (Ormit) PAUD Kutim salah satunya Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kutim bekerja sama dengan Disdikbud dan Dinkes Kutim di Hall Indoor di GOR Kudungga, Rabu (29/7/2026)
Peringatan HAN 2026 menjadi momentum untuk mempertegas komitmen Pemerintah Kabupaten Kutim dalam membangun sumber daya manusia sejak usia dini melalui peningkatan kualitas pendidikan, perlindungan anak, pemenuhan gizi, serta penciptaan lingkungan yang aman dan ramah anak.
Ketua Panitia HAN Natalia Christina, dalam laporannya menyampaikan bahwa kehadiran ribuan anak menjadi penyemangat bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus menghadirkan ruang belajar, bermain, dan bertumbuh yang aman, sehat, nyaman, serta menyenangkan bagi setiap anak di Kutim.
"Melalui peringatan Hari Anak Nasional ke-42 ini diharapkan komitmen bersama untuk mewujudkan Kabupaten Kutai Timur sebagai kabupaten ramah anak semakin kuat sehingga lahir generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan mampu membangun masa depan yang lebih baik," ujarnya.
Christina juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kutim melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan, seluruh organisasi mitra PAUD, para guru, kepala sekolah, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

"Pada akhir kegiatan, ribuan anak mengikuti aksi minum susu bersama sebagai simbol kampanye hidup sehat. Anak-anak diajak membiasakan konsumsi susu karena mengandung protein, kalsium, dan berbagai vitamin yang mendukung pertumbuhan tulang, gigi, serta perkembangan fisik secara optimal, yang harus diimbangi dengan makanan bergizi seimbang dan aktivitas fisik," tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Kutim pun menegaskan bahwa anak merupakan aset terbesar bangsa sekaligus harapan keluarga dan daerah. Masa usia dini merupakan golden age yang menentukan kualitas generasi mendatang sehingga seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab bersama untuk memberikan perlindungan terbaik.
Rumah, sekolah, dan lingkungan diharapkan menjadi ruang yang aman, nyaman, penuh kasih sayang, sekaligus bebas dari kekerasan, perundungan, eksploitasi, penyalahgunaan narkoba maupun dampak negatif media digital.

Peringatan Hari Anak Nasional 2026 pun menjadi lebih dari sekadar seremoni. Di balik gelak tawa ribuan anak yang memenuhi arena kegiatan, tersimpan harapan agar mereka kelak tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berakhlak mulia, dan mampu mengukir masa depan Kutim serta Indonesia. Seperti tunas yang dirawat dengan kasih, anak-anak hari ini adalah cahaya yang akan menerangi masa depan bangsa.(kopi15/kopi13/kopi3)








