Pembina HIPMA-KT sekaligus Ketua DPRD Kutim Jimmi dalam momen HUT ke-26 HIPMA-KT. Foto: Irfan/Pro Kutim
SANGATTA — Ketua DPRD Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Jimmi yang juga bertindak sebagai pembina Himpunan Pelajar Mahasiswa Kutai Timur (HIPMA-KT), menyampaikan pesan mendalam dalam perayaan Milad ke-26 HIPMA-KT di D'Lounge Hotel Royal Victoria, Kamis (10/9/2026) malam. Di hadapan para kader dan tamu undangan, ia mengenang kembali dinamika organisasi yang telah dirintis sejak puluhan tahun lalu dengan fasilitas komunikasi yang sangat terbatas.
Mengenang masa-masa awal pembentukan organisasi sekitar dua dekade silam, Jimmi menceritakan bagaimana para pendiri harus berjuang menghimpun mahasiswa di berbagai cabang tanpa kemudahan teknologi seperti saat ini. Komunikasi kala itu masih mengandalkan pesan singkat SMS, pager, hingga sambungan telepon umum. Namun, seiring perkembangan zaman, kemajuan teknologi digital kini mampu merajut silaturahim dengan cepat, meski tak jarang diwarnai dinamika perdebatan di grup komunikasi.
Dalam kesempatan tersebut, Jimmi secara khusus menekankan pentingnya menjaga persatuan di tubuh organisasi. Ia mengingatkan para kader agar tidak mudah terpecah belah hanya karena perbedaan pendapat maupun sisa-sisa polarisasi politik masa lalu.

"Perbedaan itu biasa, tapi persatuan itu yang luar biasa. Saya juga sempat menyarankan kepada pengurus-pengurus agar tidak terpecah belah, karena selain tidak ada gunanya, juga tidak ada anggarannya," pesan Jimmi di hadapan para kader dan undangan.
Lebih lanjut, ia menyoroti berbagai tantangan strategis pembangunan di Kabupaten Kutim, khususnya terkait transisi ekonomi pascatambang, kemandirian pangan, serta penyerapan tenaga kerja lokal.
"Eksploitasi sumber daya alam yang masif harus diimbangi dengan kesiapan sektor lain seperti pertanian dan hilirisasi industri agar Kutim tidak menjadi "kota mati" ketika cadangan tambang habis," tegasnya.

Jimmi juga mendorong para mahasiswa dan alumni yang tergabung dalam HIPMA-KT untuk terus merawat idealisme, menjaga soliditas, serta mengambil peran aktif dalam mengawal kemajuan daerah demi masa depan Kutim yang lebih mandiri dan berkelanjutan.(kopi13)








