Widget Gambar

Kades Teluk Pandan Suarakan Persoalan Lahan TNK di Halal Bihalal

Kades Teluk Pandan Suarakan Persoalan Lahan TNK di Halal Bihalal
Irfan Aditama
Memuat tombol bagikan...

Jalannya Halal Bihalal Pemerintah Desa Teluk Pandan untuk menyaksikan tausiah Ustaz Das'ad Latif. Foto: Irfan/Pro Kutim

TELUK PANDAN – Suasana Taman Desa Teluk Pandan, Kecamatan Teluk Pandan, tampak berbeda pada Kamis (2/4/2026) malam. Ribuan warga memadati area terbuka tersebut bukan untuk menyaksikan hiburan musik seperti tahun-tahun sebelumnya, melainkan untuk menghadiri Halal Bihalal Pemerintah Desa Teluk Pandan yang menghadirkan penceramah kondang asal Makassar, Ustaz Das'ad Latif.

Kehadiran pendakwah yang dikenal dengan gaya bicaranya yang lugas dan jenaka itu menjadi magnet utama. Momentum ini juga dihadiri langsung oleh Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman didampingi Wakil Bupati Mahyunadi bersama jajaran Forkopimda mulai dari Kapolres Kutim AKBP Fauzan, Dandim 0909/KTM Letkol Arh Ragil Setyo Yulianto, Danlanal Sangatta Letkol Laut (P) Yahya Junarko hingga perwakilan Anggota DPRD Kutim Dapil II Teluk Pandan mulai dari Masdari Kidang (Demokrat) dan Syaiful Bakhri (PKS) serta Kepala Satpol PP Fata Hidayat, Camat Teluk Pandan Anwar hingga Kepala Desa Teluk Pandan Andi Herman Fadli.

Kepala Desa Teluk Pandan, Andi Herman Fadli, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa kehadiran Ustaz Das'ad Latif merupakan jawaban atas aspirasi warga. Selama tiga tahun masa jabatannya, warga kerap meminta agar pemerintah desa tidak hanya menghadirkan artis ibu kota, tetapi juga tokoh agama yang mampu memberikan ketenangan batin.

"Warga sempat protes, jangan artis terus yang diundang. Mereka minta Ustaz Das'ad Latif. Alhamdulillah, hari ini doa warga desa yang kecil ini dikabulkan Allah SWT. Suasananya terasa jauh lebih adem dan tenang dibandingkan hiburan musik," ujar Andi di hadapan para undangan dan tokoh daerah.

Di balik kekhidmatan acara keagamaan tersebut, terselip sebuah pesan mendalam mengenai kegelisahan warga Teluk Pandan yang telah mengakar selama puluhan tahun. Di hadapan Bupati dan jajaran Forkopimda, Andi Herman Fadli menyuarakan persoalan status lahan pemukiman warga yang hingga kini masih terjebak dalam kawasan Taman Nasional Kutai (TNK).

Menurut Andi, status ini membuat warga merasa belum sepenuhnya "merdeka" di atas tanah mereka sendiri. Persoalan administratif ini telah berlangsung lintas generasi, mulai dari masa jabatan ayahnya sebagai kepala desa pertama hingga saat ini ia menjabat.

"Kami tinggal di tanah yang masih berstatus kawasan hutan. Ini menjadi beban pikiran kami, jangan sampai kita mewariskan tanah sengketa kepada anak cucu. Persoalan ini menjadi tantangan besar bagi masa depan Kecamatan Teluk Pandan," tegasnya.

Terkait upaya penyelesaian masalah tersebut, Andi menekankan pentingnya keterwakilan putra daerah dari Kecamatan Teluk Pandan di kursi legislatif DPRD Kabupaten Kutim. Ia menilai, kebijakan yang berpihak pada penyelesaian konflik lahan membutuhkan figur yang benar-benar memahami jeritan hati masyarakat setempat.

Ia pun mengajak masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih pemimpin ke depan, dengan mengedepankan kapasitas dan integritas ketimbang orientasi materi semata.

"Kita punya banyak orang cerdas dan berani di setiap desa. Tolong, jangan lihat 'isinya' (uang), tapi lihat kapasitasnya. Kita butuh wakil yang berani memperjuangkan hak-hak warga Teluk Pandan di tingkat kabupaten," pungkas Andi.

Acara Halalbihalal 1447 Hijriah ini ditutup dengan ceramah dari Ustaz Das'ad Latif yang menekankan pentingnya menjaga silaturahmi antara pemimpin dan rakyat, sejalan dengan semangat kebersamaan dalam membangun daerah.(kopi13)

Memuat tombol bagikan...