Kepala SDN 006 Sangatta Utara, Sukarmi memegang trofi dan sertifikat Adiwiyata Mandiri yang diberikan KLHK RI. Foto. Bagus/Pro Kutim
SANGATTA – Sehari setelah sukses menggelar Launching Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Anak Tingkat Kabupaten Kutai Timur (Kutim), suasana menyenangkan di SDN 006 Sangatta Utara yang masih dalam agenda MPLS, Selasa (14/7/2026) pagi. Di ruang kerjanya yang rapi, Kepala SDN 006 Sangatta Utara, Sukarmi, tampak tak bisa menyembunyikan rasa syukur dan bahagianya.
Bagi Sukarmi, ditunjuknya sekolah yang ia pimpin sebagai pelaksana sekaligus pusat peluncuran agenda besar kabupaten tahun ajaran 2026/2027 adalah sebuah kehormatan luar biasa sekaligus tanggung jawab yang besar.
"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kepercayaan dari Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Dinas Pendidikan. Menjadi tuan rumah launching ini adalah amanah besar bagi kami untuk menyajikan potret MPLS yang benar-benar ramah anak dan edukatif," buka Sukarmi dengan senyum hangat.

Sukarmi membeberkan bahwa kunci sukses jalannya acara kemarin adalah konsep kolaboratif lintas tiga jenjang yang berpusat di hamparan halaman sekolahnya. Agenda tersebut menyatukan masa orientasi bagi siswa baru dari TK Negeri 1 Sangatta Utara, SDN 006 Sangatta Utara, hingga SMP Negeri 6 Sangatta Utara secara terpadu.
Kepercayaan Pemkab Kutim menunjuk SDN 006 Sangatta Utara memang bukan tanpa alasan. Sekolah ini didukung sarana prasarana yang sangat representatif pasca-renovasi besar-besaran, termasuk kapasitas 24 ruang kelas yang seluruh siswanya terakomodasi masuk pagi serentak.

Lebih dari itu, status sekolah ini sebagai satu-satunya peraih penghargaan tertinggi Adiwiyata Mandiri 2025 di Kutim menjadi kebanggaan tersendiri. Sukarmi menceritakan momen berkesan saat mendampingi Wakil Bupati Mahyunadi yang antusias melihat langsung bukti fisik penghargaan tersebut.
"Kemarin Pak Wakil Bupati melihat langsung trofi Adiwiyata Mandiri yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI kepada kami pada tahun 2025 lalu. Beliau sangat mengapresiasi karena pencapaian ini membuktikan bahwa apa yang kami laporkan secara digital benar-benar selaras dengan keasrian dan kelengkapan fasilitas di lapangan setelah melalui visitasi ketat tim kementerian," urai Sukarmi.

Selain melihat trofi, rombongan Wakil Bupati juga sempat takjub meninjau deretan wastafel nirsentuh sistem injak kaki yang berjejer di depan kelas. Inovasi yang dirintis sejak era pandemi COVID-19 ini kini mulai rutin dipraktikkan secara mandiri oleh para siswa baru sebelum memasuki ruang kelas pada hari kedua sekolah.
Dalam wawancara tersebut, Sukarmi juga menyoroti respons luar biasa dari para orang tua murid. Pelaksanaan launching kemarin juga dirangkai dengan penyerahan simbolis bantuan perlengkapan sekolah gratis dari Pemkab Kutim yang mencakup baju olahraga, merah-putih, batik, pramuka, hingga sepatu dan kaos kaki lengkap.

"Kemarin seragam gratis sudah diterimakan secara simbolis oleh Wakil Bupati, Bunda PAUD Kabupaten, dan Kepala Disdikbud. Kami melihat sendiri bagaimana orang tua murid sangat senang dan gembira. Bantuan ini benar-benar meringankan beban mereka dan memantik semangat anak-anak untuk bersekolah," tambahnya.
Mengakhiri perbincangan, Sukarmi menegaskan bahwa kesuksesan gelaran akbar ini tidak lepas dari kerja keras kolektif yang solid di lingkungan internal sekolah.
"Prestasi dan kelancaran acara ini adalah buah dari kerja sama luar biasa seluruh tenaga pendidik, kependidikan, komite orang tua, serta bimbingan dari Dinas Pendidikan dan Dinas Lingkungan Hidup. SDN 006 Sangatta Utara siap terus konsisten menjaga mutu pendidikan dan lingkungan demi masa depan anak-anak Kutai Timur," pungkasnya optimis.(kopi5/kopi13/kopi3)








