Widget Gambar

Kapasitas 50 Liter/Detik, SPAM Kaliorang Cuma Dapat Pasokan Air Baku 30 Liter/Detik

Kapasitas 50 Liter/Detik, SPAM Kaliorang Cuma Dapat Pasokan Air Baku 30 Liter/Detik
hms3
Memuat tombol bagikan...

Perumdam TTB Kutim cabang Kecamatan Kaliorang. Foto: Istimewa 

SANGATTA - Ketika kapasitas instalasi tersedia, tetapi air baku belum mampu mengimbanginya. Angka-angka dalam laporan teknis Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kaliorang menyimpan sebuah ironi. Di satu sisi, instalasi pengolahan air memiliki kapasitas yang cukup besar. Namun di sisi lain, pasokan air baku yang tersedia belum mampu mengisi seluruh ruang kapasitas tersebut. Kondisi itu tergambar dari data operasional Agustus 2025. Kapasitas terpasang IPA Kaliorang mencapai 50 liter per detik, tetapi pasokan air baku dari Mata Air PT GMP dan PT Aphi-Aphi rata-rata hanya sekitar 30 liter per detik. Akibatnya, kemampuan produksi air saat ini berada pada kisaran 27,83 liter per detik, sementara kapasitas distribusi tercatat 26,87 liter per detik. Adapun konsumsi pelanggan mencapai sekitar 23,77 liter per detik.

Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Tuah Benua Kutai Timur (Perumdam TTB Kutim), Suparjan, menilai optimalisasi sumber air baku menjadi pekerjaan penting yang harus dilakukan agar kapasitas instalasi yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal.

"Optimalisasi sumber air baku menjadi kebutuhan mendesak agar kapasitas instalasi yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal dan pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga," ujarnya, belum lama ini.

Menurut data teknis, Mata Air PT GMP memiliki debit andalan sebesar 100 liter per detik, sedangkan Mata Air PT Aphi-Aphi mencapai 50 liter per detik. Namun pada kondisi eksisting, terutama saat musim kemarau, kapasitas pengambilan air jauh lebih kecil dibandingkan potensi yang tersedia.

Karena itu, sejumlah program telah disusun untuk periode 2026 hingga 2029. Program tersebut meliputi peningkatan bak penampung air baku masing-masing berkapasitas 500 meter kubik pada Mata Air GMP dan PT Aphi-Aphi, pembangunan booster berkapasitas 1.000 meter kubik, pemanfaatan embung sebagai sumber air baku alternatif, hingga pengembangan SPAM Cipta Graha. Selain itu, terdapat pula rencana pemanfaatan SPAM KEK Maloy yang memiliki kapasitas 200 liter per detik untuk membantu suplai distribusi air ke wilayah Sangkulirang.

"Kami terus berupaya mencari berbagai alternatif agar kebutuhan masyarakat terhadap air bersih dapat terpenuhi. Optimalisasi sumber yang ada dan pengembangan sumber baru menjadi bagian dari strategi yang kami jalankan," kata Suparjan.

Bagi masyarakat, persoalan air baku mungkin tidak selalu tampak di permukaan. Namun dari sanalah seluruh sistem pelayanan bermula. Ketika pasokan bertambah dan kapasitas terpasang dapat dimanfaatkan secara optimal, manfaatnya akan kembali kepada warga dalam bentuk layanan yang lebih andal, lebih merata, dan lebih berkelanjutan. (kopi3)

Memuat tombol bagikan...