Widget Gambar

Karhutla, Narkoba dan HUT Daerah jadi Perhatian Forkopimda Kutim

Karhutla, Narkoba dan HUT Daerah jadi Perhatian Forkopimda Kutim
Kopi 5
Memuat tombol bagikan...

Suasana Rapat Forkompinda Kutim di Mako Lanal. Foto Bagus Pro Kutim

SANGATTA — Pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar, serta persiapan HUT ke-27 Kutai Timur (Kutim) menjadi tiga agenda yang dibahas Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kutim di Mako Lanal Sangatta, Selasa (22/9/2026).Rapat tersebut dihadiri Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Ketua DPRD Kutim, Jimmi, Danlanal Sangatta,Letkol Laut(P), Dandim 0909/KTM, Letkol CSi Zaenal Abidin, Kapolres Kutim AKBP Aryansyah, serta unsur pimpinan daerah lainnya. Pembahasan diarahkan pada sejumlah persoalan yang membutuhkan koordinasi lintas lembaga.

Untuk karhutla, kondisi di lapangan dilaporkan masih terkendali. Dari sejumlah kejadian di beberapa kecamatan, luas lahan yang terbakar tercatat sekitar 112 hektare. Mayoritas titik api berada dalam kategori rendah dan telah ditangani melalui respons petugas gabungan.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan, kondisi terkendali tidak berarti kewaspadaan dapat diturunkan. Kecepatan penanganan tetap diperlukan untuk mencegah titik api berkembang dan meluas.

"Total lahan terbakar seluas 112 hektare sejauh ini sudah berhasil ditangani dengan baik berkat respons cepat petugas gabungan di lapangan," kata Ardiansyah.

Pembahasan berikutnya menyasar persoalan narkotika, khususnya upaya pencegahan sejak usia sekolah. Pemkab Kutim bersama kepolisian akan memperkuat literasi mengenai bahaya narkotika bagi siswa SD dan SMP.

Materi edukasi tersebut diarahkan agar pelajar tidak hanya mengetahui bahaya narkotika, tetapi juga memiliki pemahaman untuk mengenali risiko serta turut menjaga lingkungan keluarga dan pergaulannya.

Kapolres Kutim AKBP Aryansyah mengatakan, pendidikan tentang bahaya narkotika perlu diberikan sedini mungkin sebagai bagian dari upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda.

"Literasi pembelajaran tentang bahaya narkoba untuk tingkat SD dan SMP sangat krusial. Kita ingin anak-anak sejak dini ikut mendukung pemberantasan narkoba di lingkungan sekitar maupun keluarga, demi menyelamatkan masa depan usia muda di Kutai Timur," ujarnya.

Upaya tersebut akan diperkuat melalui Deklarasi Antinarkoba yang dijadwalkan pada upacara peringatan HUT ke-27 Kutim, 12 Oktober mendatang. Pelajar dan peserta upacara akan dilibatkan dalam deklarasi tersebut.
Sementara itu, agenda HUT ke-27 Kutim juga diarahkan pada kegiatan yang menyentuh pembinaan generasi muda. Salah satunya melalui penguatan edukasi mengenai sejarah bangsa.

Pemkab Kutim merencanakan pemutaran film sejarah G30S/PKI bagi pelajar SD dan SMP pada 30 September mendatang. Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG).
Ardiansyah mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang bagi pelajar untuk mengenal sejarah bangsa.

"Rencana nobar film G30S/PKI ini diperuntukkan bagi pelajar SD dan SMP. Pelaksanaannya akan dimatangkan di Gedung Serba Guna agar generasi muda kita memahami sejarah bangsa secara utuh," katanya.

Dari pembahasan tersebut, Forkopimda Kutim menempatkan tiga agenda dengan karakter berbeda dalam satu koordinasi: memastikan penanganan karhutla tetap berjalan, memperkuat pencegahan narkotika di kalangan pelajar, serta mematangkan rangkaian HUT daerah yang turut menyasar pembinaan generasi muda. (Kopi5/Kopi4/kopi3)

Memuat tombol bagikan...