Widget Gambar

Kesra Kutim Targetkan 1.000 Penerima Beasiswa di 18 Kecamatan

Kesra Kutim Targetkan 1.000 Penerima Beasiswa di 18 Kecamatan
Kopi 17
Memuat tombol bagikan...

Kabag Kesra Setkab Kutim Norhadi saat memaparkan penerima beasiswa.Foto: Dewi/Pro Kutim

SANGATTA - Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Timur (Setkab Kutim) terus mendorong perluasan akses pendidikan melalui program beasiswa bagi pelajar dan masyarakat di daerah tersebut. Pada tahun 2026, program beasiswa ditargetkan menjangkau sebanyak 1.000 penerima yang tersebar di 18 kecamatan dan 62 SMA sederajat di Kabupaten Kutim.

Kepala Bagian Kesra Setkab Kutim Norhadi, menyampaikan bahwa pelaksanaan sosialisasi program beasiswa tahun ini disesuaikan dengan kemampuan anggaran pemerintah daerah. Keterbatasan anggaran membuat kegiatan yang sebelumnya direncanakan dilaksanakan di luar daerah akhirnya dipusatkan di Kutim.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak menyurutkan antusiasme pihak sekolah untuk mengikuti kegiatan. Kepala sekolah dan operator sekolah dari berbagai wilayah di Kutim tetap hadir untuk memperoleh informasi secara langsung mengenai mekanisme dan alokasi beasiswa.

"Target kita tahun ini sekitar 1.000 orang penerima beasiswa yang tersebar di 18 kecamatan dan 62 SMA sederajat. Kalau dihitung, kurang lebih ada sekitar 15 orang per sekolah yang bisa mendapatkan beasiswa," ujar Norhadi dalam penyampaian terkait program beasiswa Kutim.

Ia menilai kehadiran peserta dari wilayah yang cukup jauh, termasuk Kecamatan Busang dan Sandaran, menjadi gambaran tingginya perhatian sekolah terhadap program beasiswa. Bagi Kesra, partisipasi tersebut menjadi dorongan tersendiri untuk terus memperkuat program pendidikan yang dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Norhadi menjelaskan, keterbatasan anggaran menjadi salah satu persoalan yang harus dihadapi dalam pelaksanaan program beasiswa tahun ini. Penyesuaian anggaran berdampak terhadap jumlah penerima pada sejumlah skema beasiswa, termasuk Beasiswa Kutim Tuntas.

Pada tahun sebelumnya, penerima Beasiswa Kutim Tuntas tercatat lebih dari 300 orang. Namun, pada tahun ini jumlah tersebut mengalami penurunan dan dialokasikan sekitar 100 penerima.

"Memang ada penurunan anggaran. Tahun lalu Beasiswa Kutim Tuntas itu penerimanya lebih dari 300 orang, sementara tahun ini hanya sekitar 100 orang," jelasnya.

Penurunan anggaran tersebut tidak hanya berdampak terhadap Beasiswa Kutim Tuntas, tetapi juga terhadap ruang pembukaan dan pengembangan skema beasiswa lainnya. Kondisi ini menjadi perhatian Kesra karena kebutuhan masyarakat terhadap dukungan pendidikan terus meningkat.

Karena itu, Kesra masih berupaya memperjuangkan agar anggaran beasiswa dapat kembali diperkuat. Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi dan pembahasan bersama perangkat daerah terkait, termasuk dengan kepala dinas yang memiliki keterkaitan dengan program pendidikan.

Norhadi berharap dukungan anggaran terhadap sektor pendidikan dapat kembali ditingkatkan sehingga kesempatan masyarakat untuk memperoleh beasiswa tidak semakin terbatas.

"Harapan kita tentu anggarannya bisa dikembalikan seperti semula. Kita terus perjuangkan bersama Kepala Dinas. Kalau anggarannya kembali, maka proses seleksi bisa menggunakan ranking yang sudah ada, sehingga tidak perlu dilakukan penyaringan lagi," katanya.

Di tengah keterbatasan anggaran, Kesra juga menaruh perhatian terhadap kelompok penerima yang dinilai memiliki kontribusi dan kebutuhan khusus. Salah satunya adalah anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang telah membawa nama baik Kabupaten Kutim.

Menurut Nohadi, pemberian beasiswa kepada anggota Paskibraka perlu tetap diakomodasi sebagai bentuk penghargaan sekaligus motivasi bagi generasi muda yang telah berprestasi dan mengharumkan nama daerah.

"Untuk Paskibraka, itu wajib kita akomodir. Mereka sudah mengharumkan nama Kutai Timur dan ini juga penting untuk memberikan motivasi kepada anak-anak kita yang berprestasi," tegasnya.

Selain pelajar, dukungan beasiswa melalui Bagian Kesra juga diarahkan untuk peningkatan kompetensi tenaga pendidik serta tenaga kesehatan, termasuk guru dan bidan. Program tersebut diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kutim.

Norhadi menilai peningkatan kompetensi tenaga pendidik memiliki hubungan erat dengan kualitas pendidikan yang diterima peserta didik. Demikian pula peningkatan kompetensi bidan yang berperan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Untuk peningkatan kompetensi guru di sekolah-sekolah juga ada dananya melalui Kesra. Begitu juga dengan bidan," ungkapnya.

Program beasiswa yang menyasar 18 kecamatan menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan kesempatan memperoleh dukungan pendidikan tidak hanya terkonsentrasi di wilayah perkotaan.(kop17/kopi13/kopi3)

Memuat tombol bagikan...