Widget Gambar

Ketika Bakso Jadi Harapan, Kisah Pelaku UMKM Kutim Biayai Mimpi Anak

Ketika Bakso Jadi Harapan, Kisah Pelaku UMKM Kutim Biayai Mimpi Anak
Kopi 17
Memuat tombol bagikan...

Supriati, pelaku usaha Bakso Kuah Cotto Makassar. Foto: Lintang/Pro Kutim

SANGATTA - Suasana kegiatan pendampingan UMKM di Aula Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UKM) Kutai Timur (Kutim), Selasa (4/8/2026), mendadak haru ketika salah seorang pelaku usaha, Supriati, menceritakan perjuangannya membangun usaha Bakso Kuah Cotto Makassar atau yang dikenal masyarakat sebagai Bakso PLN.

Di hadapan peserta dan tamu undangan, Supriati mengaku memulai usahanya sejak 2016 dengan modal pinjaman dari seorang teman.

Ia mengaku sempat mengalami masa-masa sulit ketika dagangannya tidak laku. Namun semangat untuk membiayai pendidikan anak membuatnya terus bertahan.

"Anak saya sekarang kuliah semester tiga. Dia selalu bertanya apakah jualan hari ini laku atau tidak. Walaupun kadang tidak ada yang beli, saya tetap bilang ada, supaya dia tetap semangat kuliah," tuturnya.

Usaha yang dirintis dari gerobak sederhana itu perlahan berkembang setelah menu Bakso Kuah Cotto Makassar viral di media sosial.
Kini, menurutnya, kondisi berbalik. Jika dulu ia menunggu pembeli datang, kini justru pelanggan yang rela menunggu dagangannya.

Kepala Diskop UKM Kutim Marhadyn menilai kisah tersebut menjadi bukti bahwa modal kecil dapat berkembang apabila dibarengi kerja keras dan pengelolaan usaha yang baik.

"Modal Rp 5 juta itu jangan dilihat nilainya saja. Kalau dikelola dengan baik, bisa berkembang menjadi usaha yang jauh lebih besar. Yang penting ada kemauan dan legalitas usaha supaya akses pembiayaannya terbuka," katanya.

Ia menambahkan pemerintah akan terus mendampingi pelaku UMKM melalui pembinaan, pelatihan manajemen usaha, serta fasilitasi legalitas agar semakin banyak usaha lokal Kutai Timur yang mampu naik kelas dan menjadi penggerak ekonomi daerah.(kopi17/kopi13/kopi3)

Memuat tombol bagikan...