Teks: Sekretaris DPRD Kutim Jainuddin
SANGATTA - Ruang Panel Sekretariat DPRD Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Selasa, 18 Agustus 2026 nanti, akan menjadi tempat berhimpunnya para penghafal Al-Qur’an dari berbagai penjuru Kutai Timur. Di ruangan itu, 30 juz Al-Qur’an akan dikhatamkan melalui hafalan dalam kegiatan Khatmil Qur’an Bil Ghoib.
Para hafiz dan hafizah yang terlibat berasal dari pondok pesantren, majelis, khalaqah (kelompok pengajian), serta TPA Tahfizul Qur’an se-Kutim. Sejumlah peserta juga dijadwalkan datang dari Kota Bontang.
Kegiatan tersebut digagas Sekretariat DPRD Kabupaten Kutim bersama Forum Masyarakat Qur’ani (FORMASYQUR) Kabupaten Kutai Timur. Khatmil Qur’an Bil Ghoib dirangkaikan dengan syukuran HUT ke-81 Republik Indonesia sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar dakwah dan syiar Al-Qur’an.
Ketua Panitia yang juga Sekretaris DPRD Kutim, Jainuddin, SE., MM., menjadi salah satu penggerak kegiatan tersebut. Dalam kapasitasnya sebagai ketua panitia, Jainuddin menempatkan kegiatan ini sebagai ruang untuk mempertemukan para penghafal Al-Qur’an dari berbagai lembaga sekaligus mendorong tumbuhnya kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an. Menurut Jainuddin, kegiatan itu dirancang bukan hanya untuk menyelesaikan hafalan 30 juz dalam satu rangkaian, tetapi juga memberikan ruang kepada para hafiz dan hafizah untuk bertemu, bersilaturahmi, dan memperlihatkan bahwa tradisi menghafal Al-Qur’an tumbuh melalui banyak lembaga dan kelompok pembelajaran di Kutim.
"Tujuan tersebut sejalan dengan surat undangan panitia yang menyebut kegiatan Khatmil Qur’an Bil Ghoib sebagai bagian dari dakwah syiar Al-Qur’an dengan tujuan menarik minat setiap keluarga muslim agar menjadi penghafal Al-Qur’an, khususnya di Kabupaten Kutai Timur," jelas Jainuddin, Minggu (16/8/2026).
Rencananya kegiatan akan dimulai sejak dini hari. Berdasarkan susunan acara, seluruh peserta dijadwalkan melaksanakan salat Subuh berjemaah di Masjid Agung pada pukul 04.52 Wita. Setelah itu, peserta sarapan di Kantor DPRD Kabupaten Kutai Timur pada pukul 05.30–06.30 Wita. Pembukaan dijadwalkan pukul 06.30 Wita. Setelah pembacaan doa dan sambutan ketua panitia, Bupati Kutai Timur dijadwalkan memberikan sambutan sekaligus membuka acara pada pukul 06.45–06.55 Wita. Puncak kegiatan dimulai pukul 07.00 Wita. Para hafiz dan hafizah akan melanjutkan Khatmil Qur’an Bil Ghoib hingga pukul 11.45 Wita. Setelah jeda istirahat, salat, dan makan, kegiatan dilanjutkan pukul 13.01–14.00 Wita.
Konsep bil ghoib menjadi kekhasan utama kegiatan tersebut. Al-Qur’an 30 juz akan dikhatamkan melalui hafalan, dengan para peserta mengambil bagian juz yang telah ditentukan. Panitia sebelumnya membuka pembagian juz dari 1 hingga 30 dan mengelompokkan pendaftaran berdasarkan rentang juz.
"Mba Saka menangani peserta untuk juz 1–10, Mas Hadi untuk juz 11–20, sedangkan Mas Taufik menangani juz 21–30. Sistem pendaftaran dilakukan melalui WhatsApp," tambahnya.
Peserta yang dinyatakan diterima merupakan peserta yang telah memperoleh konfirmasi dari panitia. Kehadiran peserta dari pondok pesantren, majelis, khalaqah, dan TPA Tahfizul Qur’an memperlihatkan keberagaman ruang tempat tradisi tahfiz berkembang. Ada peserta yang belajar dalam lingkungan pesantren, ada yang tumbuh melalui majelis dan kelompok pengajian, serta ada pula yang menempuh pendidikan Al-Qur’an melalui TPA.
Bagi Jainuddin, keberagaman tersebut menjadi bagian penting dari kegiatan. Para penghafal tidak datang dengan membawa satu latar belakang yang seragam. Mereka dipertemukan oleh satu ikhtiar yang sama, yakni menjaga hafalan Al-Qur’an dan menyelesaikan 30 juz secara bersama-sama. Kegiatan ini juga akan diisi Mau’izzah Hasanah oleh Prof. Dr. Hb. ‘Alwi bin Hamid bin Syihab, Guru Besar Ilmu Hadis dan pengasuh Pondok Daarul Hadits Seiwun, Yaman. Dalam susunan acara, sesi tersebut dijadwalkan berlangsung pukul 14.00–15.00 Wita setelah rangkaian Khatmil Qur’an Bil Ghoib selesai.
"Kehadiran Prof Dr Hb ‘Alwi bin Hamid bin Syihab menjadi bagian dari rangkaian yang mempertemukan tradisi hafalan Al-Qur’an dengan penguatan pemahaman keislaman melalui Mau’izzah Hasanah. Setelah sesi tersebut, acara dijadwalkan ditutup pada pukul 15.00 Wita," tambahnya.
Dalam surat kegiatan, dijelaskan Forum Masyarakat Qur’ani Kabupaten Kutim berkedudukan di Masjid Agung Al Faruq, Bukit Pelangi, Sangatta Utara. Ustadz Jamaluddin, yang juga disebut sebagai Imam Masjid Agung, tercantum sebagai Ketua Formasyqur. Bagi masyarakat, terutama keluarga muslim yang memiliki anggota keluarga yang sedang menghafal Al-Qur’an, kegiatan ini dapat menjadi ruang untuk menyaksikan langsung bagaimana hafalan dipelihara dalam kebersamaan. Para hafiz dan hafizah dari berbagai lembaga dipertautkan dalam satu majelis, masing-masing membawa bagian hafalan yang kemudian dirangkai menjadi satu khataman utuh.
Ruang Panel Sekretariat DPRD Kutim pada Selasa nanti dengan demikian tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya agenda kelembagaan. Ruang tersebut akan menjadi majelis tempat para hafiz dan hafizah mempertautkan hafalan dari juz pertama hingga juz ke-30. Khatmil Qur’an Bil Ghoib dijadwalkan berlangsung pada 18 Agustus 2026. Dari Kutim dan Bontang, para penghafal Al-Qur’an akan datang membawa hafalan yang telah mereka tekuni. Di penghujung acara, Mau’izzah Hasanah Prof Dr Hb ‘Alwi bin Hamid bin Syihab akan menjadi bagian penutup dari rangkaian kegiatan yang sejak awal diniatkan sebagai ikhtiar syiar Al-Qur’an sekaligus menumbuhkan minat keluarga muslim untuk mencintai dan menghafalkan kitab suci. (kopi3)








