Widget Gambar

KMP Kutim Dipercepat, 17 Gerai Sudah Rampung

KMP Kutim Dipercepat, 17 Gerai Sudah Rampung
Kopi 8
Memuat tombol bagikan...

Bupati Ardiansyah Sulaiman didampingi unsur Forkopimda di Makodim 0909/KTM. Foto: Maulana/Nupiansyah Pro Kutim

SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus mempercepat realisasi Program Koperasi Merah Putih (KMP) sebagai upaya memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, khususnya di wilayah pedesaan dan daerah terpencil.

Perkembangan program tersebut disampaikan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dalam Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang digelar di Markas Kodim 0909/KTM, Senin (15/6/2026). Rapat tersebut dihadiri Ketua DPRD Kutim Jimmi, Dandim 0909/KTM Letkol Arh Ragil Setyo Yulianto, Danlanal Sangatta Letkol Laut (P) Yahya Junarko, Kapolres AKBP Fauzan Arianto, Kajari Tutuko Wahyu Minulyo, serta unsur Forkopimda lainnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Ardiansyah Sulaiman menjelaskan bahwa Koperasi Merah Putih merupakan program strategis yang digagas pemerintah pusat sebagai tindak lanjut kebijakan Presiden untuk menghadirkan gerai layanan kebutuhan masyarakat secara lebih merata. Melalui program tersebut, masyarakat dapat memperoleh berbagai kebutuhan penting, mulai dari bahan pokok, obat-obatan hingga LPG dengan harga yang lebih terjangkau.

“Program ini diharapkan menjadi solusi untuk memperpendek rantai distribusi dan memastikan masyarakat, terutama yang berada di wilayah terpencil, dapat memperoleh kebutuhan dasar dengan harga yang lebih murah dan mudah dijangkau,” ujarnya.

Dari total target pembangunan 116 gerai Koperasi Merah Putih di Kutim, saat ini sebanyak 17 gerai telah selesai dibangun. Pemerintah daerah menargetkan seluruh gerai yang telah rampung tersebut dapat mulai beroperasi secara serentak menunggu instruksi dari Pemerintah Pusat.

Bupati menegaskan, keberadaan Koperasi Merah Putih bukan hanya sebagai pusat distribusi kebutuhan pokok, tetapi juga menjadi instrumen penguatan ekonomi masyarakat desa. Kehadiran gerai-gerai tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.

Terkait pembangunan gerai di wilayah Kelurahan Teluk Lingga, Bupati mengungkapkan bahwa lokasi yang semula direncanakan harus dipindahkan menyusul adanya masukan dan penolakan dari pedagang pasar induk setempat. Langkah tersebut diambil sebagai bentuk perhatian pemerintah agar kehadiran gerai tidak menimbulkan dampak terhadap aktivitas ekonomi para pedagang yang telah lebih dulu berusaha di kawasan pasar.

“Saat ini untuk Kelurahan Teluk Lingga dan Singa Geweh masih menunggu penetapan lokasi baru. Sementara untuk wilayah desa-desa pada umumnya sudah siap,” jelasnya.

Selain membahas perkembangan Program Koperasi Merah Putih, Rapat Forkopimda juga difokuskan pada pembahasan kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi potensi bencana. Forum tersebut menjadi wadah koordinasi lintas sektor guna memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, kejaksaan, legislatif, dan seluruh pemangku kepentingan dalam merespons situasi darurat secara cepat dan terpadu.

Melalui forum ini, hubungan dan koordinasi antara kepala daerah dengan unsur Forkopimda diharapkan semakin solid, sehingga berbagai program pembangunan maupun upaya penanganan persoalan daerah dapat berjalan lebih efektif demi mendukung terwujudnya Kutim yang lebih tangguh.(kopi8/kopi13/kopi3) 

Memuat tombol bagikan...