Widget Gambar

Kodim 0909/KTM Cetak Sawah Rakyat, Ikhtiar Teguhkan Ketahanan Pangan

Kodim 0909/KTM Cetak Sawah Rakyat, Ikhtiar Teguhkan Ketahanan Pangan
hms3
Memuat tombol bagikan...

SANGATTA - Ketika gejolak energi global menimbulkan tekanan pada banyak sendi kehidupan, dari inflasi hingga tersendatnya rantai pasok, upaya memperkuat ketahanan pangan menjadi pilihan yang tak terelakkan. Di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), langkah itu ditempuh melalui gerakan memperluas lahan pertanian padi lewat Program Cetak Sawah Rakyat yang didorong oleh Kodim 0909/KTM.
Program tersebut digagas sebagai respons terhadap situasi global yang memengaruhi biaya produksi pertanian. Lonjakan harga energi berdampak langsung pada mahalnya pupuk, bahan bakar untuk alat pertanian, serta biaya distribusi pangan. Dalam situasi demikian, memperluas sawah produktif dipandang sebagai langkah strategis untuk menjaga ketersediaan pangan sekaligus menopang perekonomian daerah.

Bersama pemerintah daerah dan para petani, Kodim 0909/KTM menggerakkan pembukaan lahan sawah baru yang dapat diolah secara produktif. Program ini tidak berhenti pada pencetakan lahan pertanian semata. Para petani juga memperoleh pendampingan mengenai efisiensi energi dalam kegiatan bertani serta penerapan pola pertanian berkelanjutan.
Upaya tersebut membawa dampak nyata.

Produksi padi di wilayah ini meningkat, sehingga kebutuhan pangan masyarakat tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pasokan dari luar daerah. Ketika pasokan lokal semakin kuat, kestabilan pangan pun lebih terjaga, bahkan ketika harga energi dunia mengalami lonjakan.
Bagi masyarakat pedesaan, aktivitas pertanian yang berkembang turut menghadirkan perputaran ekonomi baru. Lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan kini menjadi ruang produksi yang menyerap tenaga kerja lokal.

Dari proses pembukaan lahan hingga panen, berbagai lapangan pekerjaan tercipta dan memberi penghidupan bagi warga sekitar.
Dampak lainnya terlihat pada penghematan biaya logistik. Dengan produksi beras yang meningkat di wilayah sendiri, ketergantungan pada pengiriman beras dari luar Kutim dapat ditekan. Situasi ini membuat distribusi pangan menjadi lebih efisien sekaligus memperkuat kemandirian daerah.

"Ketahanan pangan merupakan landasan penting bagi stabilitas ekonomi suatu wilayah. Dengan kata lain, jika perut rakyat kenyang, gejolak luar tidak mudah menggoyahkan stabilitas daerah,” ujar Komandan Kodim 0909/KTM, Ragil S Yulianto.

Pernyataan itu mencerminkan pandangan bahwa ketersediaan pangan bukan hanya persoalan sektor pertanian, melainkan juga menyangkut ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat. Ketika kebutuhan pokok dapat dipenuhi dari sumber daya sendiri, masyarakat memiliki daya tahan yang lebih kuat menghadapi tekanan eksternal.

Melalui pendekatan yang humanis dan proaktif, keterlibatan TNI dalam program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian desa. Program cetak sawah rakyat bukan sekadar proyek pertanian, melainkan juga ikhtiar membangun fondasi ekonomi yang bertumpu pada sumber daya lokal.

Di tengah dinamika energi global yang terus berubah, langkah tersebut menjadi pengingat bahwa kemandirian pangan tetap menjadi sandaran paling kokoh bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat. Dari hamparan sawah yang baru dicetak di Kutim, harapan akan ketahanan ekonomi daerah mulai ditanam, seiring tumbuhnya bulir padi yang kelak menghidupi banyak keluarga. (*/kopi3)

Memuat tombol bagikan...