Widget Gambar

Konda GKII Kutim VI, Maksimalkan Pelayanan Gereja dan Pembangunan Daerah

Konda GKII Kutim VI, Maksimalkan Pelayanan Gereja dan Pembangunan Daerah
kopi 15
Memuat tombol bagikan...

Bupati Ardiansyah Sulaiman saat membuka kegiatan Konda GKII VI Kutim. Foto: Dewi/Pro Kutim

BUSANG  – Konferensi Daerah (Konda) Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) VI Kutai Timur (Kutim) 2026 resmi dibuka di Gedung Gereja GKII Desa Rantau Sentosa Kecamatan Busang, Senin (22/6/2026) malam. Kegiatan yang menjadi agenda lima tahunan organisasi gereja tersebut menjadi momentum evaluasi pelayanan, pemilihan pengurus periode 2026–2031, serta penguatan peran gereja dalam kehidupan masyarakat.

Pembukaan konda dihadiri Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman beserta jajaran pemerintah daerah, pengurus GKII Kaltim, tokoh agama, tokoh masyarakat, unsur DPRD, perwakilan perusahaan, serta ribuan peserta dari berbagai wilayah di Kutim.

Ketua Panitia Pelaksana Konda GKII VI Kutim Ibau Merang, menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta dan tamu undangan yang hadir. Ia mengatakan, jemaat GKII Rantau Sentosa dipercaya menjadi tuan rumah berdasarkan keputusan Konda V di Miau Baru Kecamatan Kombeng tahun 2021.

“Atas kepercayaan tersebut, jemaat bersama panitia berupaya mempersiapkan kegiatan ini agar berjalan baik dan menghasilkan keputusan penting bagi pelayanan ke depan,” ujarnya.

Dalam laporannya, Merang mengatakan jumlah peserta yang telah terdata mencapai 1.632 orang. Kegiatan konferensi juga dirangkai dengan perlombaan rohani, olahraga, dan kesenian untuk mempererat kebersamaan antarjemaat.

Dari sisi dukungan pendanaan, ia melaporkan total pemasukan hingga malam pembukaan sebesar Rp 441.965.000. Dana tersebut berasal dari berbagai dukungan jemaat, organisasi, pemerintah, perusahaan, dan kontribusi peserta. Sementara pengeluaran sementara tercatat Rp 181.000.000.

Panitia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung, termasuk Pemerintah Kabupaten Kutim yang membantu pembangunan fasilitas umum di Rantau Sentosa seperti sumur, dapur umum, tandon air, peningkatan halaman gereja, serta pelebaran jalan.

Pemerintah Kecamatan Busang mengapresiasi kontribusi GKII dalam membangun masyarakat yang harmonis, damai, dan toleran.

Dalam sambutannya, Camat Busang Uleh Juk menyebut konferensi daerah menjadi ruang penting untuk mengevaluasi pelayanan gereja dan menyusun program strategis.

“Gereja tidak hanya membina kehidupan umat, tetapi juga berperan dalam membangun karakter, menjaga kerukunan, serta mendukung pembangunan daerah,” katanya.

Ia berharap hasil konferensi mampu memperkuat pelayanan gereja, meningkatkan kualitas umat, serta mempererat sinergi antara gereja, pemerintah, dan masyarakat.

Selain itu, Camat Uleh juga menyampaikan sejumlah tantangan pembangunan, khususnya infrastruktur jalan dan jembatan. Beberapa akses masyarakat yang masih menjadi perhatian terus dikoordinasikan bersama pihak perusahaan.

"Perbaikan jalan antar desa,ilakukan melalui forum komunikasi antara masyarakat dan perusahaan. Salah satunya akses Desa Mekar Baru menuju Busang yang telah mendapat penanganan," sebutnya.

Pemerintah Busang turut menyoroti kebutuhan pembangunan jembatan di wilayah tertentu yang penting bagi aktivitas masyarakat dan anak sekolah, terutama saat musim penghujan.

Ketua Pengda GKII Kutim Pendeta Bilung Sigau, menyampaikan bahwa konferensi daerah merupakan agenda organisasi yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali.

"Kegiatan bertujuan mengevaluasi perjalanan pelayanan sekaligus menyusun arah program kerja baru. Selain itu, Konda VI juga menjadi forum pemilihan pengurus daerah GKII Kutai Timur periode 2026–2031," tambahnya.

Konferensi tahun ini mengusung tema “Bertumbuh Bersama” berdasarkan Efesus 4:15-16, dengan sub tema meningkatkan semangat pelayanan untuk membangun GKII Kutim menuju kedewasaan dalam Kristus.

Peserta diajak mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan suka cita, menjaga persaudaraan, menghargai perbedaan pendapat, serta menjunjung tinggi sportivitas.

Ketua Pengurus Wilayah GKII Kalimantan Timur, Pendeta Iwan Bambang, menyampaikan bahwa periode 2026–2031 menjadi masa yang sangat strategis karena gereja akan memasuki usia 100 tahun di Indonesia.

Ia mengingatkan bahwa momentum tersebut menjadi kesempatan untuk menyiapkan gereja menghadapi perubahan zaman.

“Gereja harus terus bertumbuh, menjadi kuat, dan memberikan dampak bagi keluarga, masyarakat, dan kehidupan bangsa,” pesannya.

Iwan Bambang juga menyampaikan semangat pelayanan melalui moto “Injil untuk semua, semua orang percaya adalah penginjil".

Menurutnya, konferensi daerah merupakan forum penting dalam organisasi gereja untuk mengambil keputusan dan menentukan arah pelayanan ke depan.

Disebutkan, GKII Kalimantan Timur memiliki sekitar 530 pekerja dan kurang lebih 70.000 jemaat yang tersebar di berbagai wilayah.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Konda GKII Kutim ke-VI. Ardiansyah menegaskan pemerintah daerah terus berkomitmen mendukung kehidupan beragama yang harmonis.

“Pemerintah Kabupaten Kutai Timur akan terus mendorong kehidupan beragama yang rukun dan saling menghargai,” tegasnya.

Menurutnya, keberagaman agama, suku, dan budaya di Kutim merupakan modal besar dalam pembangunan daerah.

Ardiansyah mengingatkan bahwa keharmonisan masyarakat harus terus dijaga agar tidak terjadi perpecahan akibat perbedaan.

Bupati juga menyampaikan bahwa pemerintah tetap berupaya memberikan dukungan terhadap kegiatan keagamaan, termasuk pemberian insentif bagi guru sekolah minggu dan imam masjid, meskipun kondisi keuangan daerah menghadapi tantangan.

Ia menjelaskan transfer dana ke daerah mengalami penurunan dari sekitar Rp 9,1 triliun tahun sebelumnya menjadi sekitar Rp 5,1 triliun tahun ini.

Meski demikian, pemerintah tetap berkomitmen menjalankan program pembangunan sesuai kemampuan daerah.

“Kerukunan adalah modal utama Kutai Timur sejak awal berdiri hingga saat ini. Mari terus kita jaga bersama,” katanya.

Konda GKII Kutim ke-VI resmi dibuka dan diharapkan menghasilkan keputusan yang memperkuat pelayanan gereja serta memberikan kontribusi positif bagi pembangunan Kabupaten Kutim.(kopi15/kopi13/kopi3) 

Memuat tombol bagikan...