Widget Gambar

Kutim Gencarkan Jamban Sehat - 346 Unit Dukung Sanitasi Layak, Turunkan Stunting

Kutim Gencarkan Jamban Sehat - 346 Unit Dukung Sanitasi Layak, Turunkan Stunting
Vian Pro kutim
Memuat tombol bagikan...

Teks foto: Kepala Dinas Kesehatan Kutim, dr Yuwana Sri Kurniawati

SANGATTA - Derap perubahan itu bermula dari ruang paling sunyi di belakang rumah. Di sanalah, pembangunan kesehatan menemukan pijakannya. Di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), ikhtiar menghadirkan sanitasi layak tidak lagi dipahami sebagai proyek fisik belaka, melainkan gerakan kolektif yang menyentuh harkat hidup warga. Serta menjadi sandaran penting dalam menekan stunting.

Program jamban sehat yang digencarkan pemerintah daerah menjelma menjadi ikhtiar menyeluruh. Ia tidak hanya menghadirkan sarana, tetapi juga membangun kesadaran komunal tentang arti kebersihan, kesehatan, dan tanggung jawab antargenerasi. Sanitasi, dalam lanskap ini, diposisikan sebagai benteng awal melindungi keluarga dari paparan penyakit berbasis lingkungan.

Kecamatan Rantau Pulung mencatat tonggak penting dalam perjalanan tersebut. Sebanyak 356 unit jamban sehat berhasil dibangun di wilayah ini, mengantarkannya sebagai kecamatan pertama berstatus Open Defecation Free (ODF) di Kutim. Predikat itu bukan sekadar capaian administratif, melainkan penanda perubahan perilaku yang berlangsung perlahan namun pasti. Dari sana, gaung serupa diharapkan merambat ke kecamatan lain.

Komitmen itu tidak berhenti pada satu wilayah. Sepanjang 2025, tercatat 223 unit jamban sehat telah terbangun di berbagai titik. Tahun ini, Dinas Kesehatan Kutim kembali merencanakan pembangunan 176 unit jamban sehat tambahan. Langkah bertahap tersebut dirancang untuk memperluas jangkauan sanitasi layak, terutama bagi keluarga yang sebelumnya belum memiliki fasilitas memadai.

Teks foto: Program Jamban Sehat yang telah terbangun bagi warga di Kutim

Upaya Dinas Kesehatan tersebut berjalan beriringan dengan target pemasangan ribuan tangki septik individual untuk menghapus praktik buang air besar sembarangan (BABS). Melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, penggunaan bio-septic tank ramah lingkungan mulai diterapkan, khususnya di kawasan pesisir. Pendekatan ini dimaksudkan menjaga mutu lingkungan tetap terpelihara, sekaligus memastikan sistem pengelolaan limbah domestik lebih aman dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Kesehatan Kutim, dr Yuwana Sri Kurniawati, menegaskan bahwa pembangunan jamban sehat memiliki dampak strategis terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Keterkaitan antara sanitasi dan stunting, kata dia, tidak bisa dipisahkan.

“Sanitasi yang layak adalah fondasi kesehatan. Lingkungan yang bersih akan menekan risiko infeksi berulang pada anak, yang menjadi salah satu faktor penyebab stunting. Karena itu, jamban sehat bukan sekadar infrastruktur, tetapi investasi masa depan,” ujar Yuwana saat ditemui di ruang kerjanya pada Jumat, 27 Februari 2026.

Teks foto: Program Jamban Sehat yang telah terbangun bagi warga di Kutim

Sinergi lintas sektor menjadi penopang utama program ini. Pembangunan septic tank sehat oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman memperkuat orkestrasi kebijakan yang berpihak pada permukiman sehat dan bermartabat. Kolaborasi tersebut menandai kesadaran bahwa persoalan sanitasi tidak dapat ditangani secara parsial.

Di Kutim, perubahan besar itu bertumbuh dari langkah yang tampak sederhana. Jamban sehat hari ini menjelma simbol kesadaran baru, bahwa kebersihan bukan hanya ihwal kebiasaan domestik, melainkan laku peradaban. Dari belakang rumah, masa depan generasi dijaga. Dari sanitasi yang layak, harapan tentang Kutim yang lebih sehat ditambatkan. (kopi4/kopi3)

Memuat tombol bagikan...