Widget Gambar

Kutim Masuk 10 Daerah dengan Harga Bawang Putih Tertinggi

Kutim Masuk 10 Daerah dengan Harga Bawang Putih Tertinggi
Kopi 17
Memuat tombol bagikan...

Jalannya Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah dipimpin oleh Mendagri Tito Karnavian diikuti Pemkab Kutim. Foto: Lintang/Pro Kutim

SANGATTA - Kabupaten Kutai Timur (Kutim) masuk dalam daftar 10 kabupaten/kota dengan harga bawang putih tertinggi di Indonesia. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dipimpin langsung Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Senin (10/8/2026).

Rapat yang digelar secara daring dan luring tersebut turut diikuti Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman secara daring. Ia didampingi Sekretaris Kabupaten (Seskab) Kutim Rizali Hadi, Forkopimda, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kutim, serta sejumlah kepala PD terkait dari Ruang Rapat Diskominfo Staper Kutim.

Dalam penyampaian laporan, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI Amalia Adininggar Widyasanti menyebut Kutim termasuk dalam 10 daerah dengan harga bawang putih tertinggi. Ia mengimbau daerah yang masuk dalam daftar tersebut agar melakukan pemantauan lebih lanjut terhadap kondisi riil di lapangan.

Menanggapi hal tersebut, Seskab Kutim Rizali Hadi mengatakan pemerintah daerah terus melakukan langkah pengendalian inflasi secara lintas sektor. Menurutnya, sejumlah upaya telah dilakukan, termasuk operasi pasar serta penyusunan kebijakan berdasarkan komoditas yang berpotensi memicu inflasi.

“Beberapa aktivitas secara lintas sektor sudah kita lakukan, baik operasi pasar yang berkaitan dengan penanganan pengendalian inflasi maupun kebijakan daerah yang akan kita susun nanti, berkaitan dengan objek-objek yang menjadi titik berat yang berpotensi menimbulkan inflasi di daerah,” ujarnya.

Rizali menegaskan, secara umum kondisi harga bahan pokok di Kutim masih relatif stabil dan belum menunjukkan lonjakan yang melampaui standar.

Meski demikian, ia menilai kondisi tersebut tetap perlu dijaga melalui koordinasi yang lebih intensif antarinstansi.

“Kita secara maraton bersama lintas sektor dan dinas terkait untuk berkomunikasi dan berkoordinasi agar persoalan inflasi yang ada di daerah ini bisa tertangani,” katanya.

Terkait kenaikan harga bawang putih, Rizali menyebut pemerintah daerah dapat melakukan intervensi melalui operasi pasar maupun pasar murah. Pasalnya, sejumlah komoditas pangan seperti bawang putih masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.

“Kalau terjadi kelangkaan, berarti kita harus ada intervensi dari pihak pemerintah, penyediaan pasar murah atau kita kerja sama dengan daerah lain,” jelasnya.

Menurut Rizali, ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam menjaga stabilitas harga komoditas pangan.

Karena itu, Pemkab Kutim bersama TPID dan OPD terkait akan terus memantau perkembangan harga di lapangan sekaligus menyiapkan langkah intervensi apabila diperlukan.

“Yang perlu kita jaga adalah kestabilan ini. Ke depannya kita perlu lebih kuat lagi untuk berkoordinasi dan berkomunikasi aktif supaya inflasi yang terjadi di daerah ini bisa kita kendalikan,” pungkasnya.(kopi17/kopi13/kopi3)

Memuat tombol bagikan...