Widget Gambar

Kutim Raih Penghargaan, Sinergi dengan Media Kian Diperkuat

Kutim Raih Penghargaan, Sinergi dengan Media Kian Diperkuat
hms3
Memuat tombol bagikan...

Kepala Diskominfo Staper Kutai Timur, Ronny Bonar Hamonangan Siburian, mewakili Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menerima penghargaan Media Kaltim Network Appreciation Award pada puncak peringatan HUT ke-6 Media Kaltim Network di Ballroom Hotel Harris Samarinda, Selasa (14/7/2026). (Tejo Kominfo)

SAMARINDA - Komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) dalam membangun komunikasi publik yang terbuka kembali memperoleh pengakuan. Pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-6 Media Kaltim Network, pemerintah daerah tersebut menerima penghargaan dalam ajang Media Kaltim Network Appreciation Award sebagai bentuk apresiasi atas upaya memperkuat kemitraan dengan media massa dan mendorong keterbukaan informasi publik.

Penghargaan itu sejatinya ditujukan kepada Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman. Namun, dalam seremoni yang berlangsung di Ballroom Hotel Harris Samarinda, Selasa (14/7/2026), penerimaan penghargaan diwakilkan kepada Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo Staper) Kutim, Ronny Bonar Hamonangan Siburian.

Penganugerahan tersebut menjadi salah satu penanda bahwa relasi antara pemerintah daerah dan media tidak berhenti pada hubungan formal belaka, melainkan berkembang menjadi kemitraan yang saling menguatkan. Di tengah derasnya arus informasi yang bergerak nyaris tanpa jeda, keterbukaan, akuntabilitas, dan komunikasi yang terpelihara menjadi fondasi penting dalam menjaga kepercayaan publik.

Kadiskominfo Staper Kutim Ronny Bonar Siburian menegaskan penghargaan tersebut bukan semata-mata milik satu institusi atau individu. Menurutnya, capaian itu merupakan representasi dari ikhtiar kolektif seluruh perangkat daerah dalam menghadirkan informasi yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

“Penghargaan ini kami terima bagian representasi dari komitmen Pemerintah Daerah dalam membangun komunikasi publik yang terbuka dan kolaboratif bersama media,” ujarnya.

Ia memandang media memiliki kedudukan strategis dalam menghubungkan pemerintah dengan masyarakat. Melalui pemberitaan yang berimbang, berbagai kebijakan, program pembangunan, maupun pelayanan publik dapat tersampaikan secara utuh sehingga masyarakat memperoleh informasi yang memadai.

“Media memiliki peran vital dalam menjembatani informasi antara pemerintah dan masyarakat. Karena itu, sinergi yang telah terbangun ini akan terus kami perkuat ke depan,” tambahnya.

Harapan serupa juga disampaikan Ronny terhadap hubungan yang telah terjalin antara Pemkab Kutim dan insan pers. Menurutnya, kolaborasi tersebut seyogianya terus berkembang menjadi ruang bersama untuk menghadirkan informasi yang bernilai, mencerahkan, sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat luas.

“Kami berharap kolaborasi ini tidak hanya berhenti pada penghargaan, tetapi terus berkembang menjadi kemitraan yang kuat dalam menghadirkan informasi yang berkualitas dan mencerdaskan masyarakat,” tutupnya.

Penghargaan itu menjadi bagian dari rangkaian puncak peringatan HUT ke-6 Media Kaltim Network yang dikemas melalui konsep multi event (beragam kegiatan dalam satu rangkaian acara). Perhelatan tersebut mempertemukan unsur pemerintah daerah, insan pers, dunia usaha, serta berbagai mitra yang selama ini mendukung perjalanan Media Kaltim Network.

Ketua Panitia, Adhi Abdian, mengatakan konsep tersebut sengaja dihadirkan agar peringatan hari jadi perusahaan media tidak hanya bersifat seremonial, melainkan menjadi ruang silaturahmi sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi antarpemangku kepentingan.

“Melalui kegiatan ini kami ingin membangun kebersamaan dan memperkuat kolaborasi yang selama ini telah terjalin dengan baik,” ujarnya.

Selain penyerahan penghargaan, Media Kaltim Network turut meluncurkan sebuah buku karya CEO Media Kaltim Network, Agus Susanto. Buku tersebut memuat kumpulan catatan serta pengalaman yang dihimpun selama perjalanan membangun perusahaan media. Kehadirannya diharapkan menjadi dokumentasi sekaligus rujukan bagi masyarakat maupun kalangan jurnalis yang ingin melihat dinamika perkembangan media di Kalimantan Timur (Kaltim).

Dalam sambutannya, Agus Susanto mengungkapkan rasa syukur atas tingginya antusiasme para undangan yang menghadiri kegiatan tersebut. Menurutnya, sekitar 90 persen tamu undangan dapat hadir, baik secara langsung maupun melalui perwakilan. Kehadiran itu dipandang sebagai bentuk dukungan terhadap perjalanan Media Kaltim Network yang telah memasuki usia enam tahun. Agus juga menegaskan bahwa sejak awal berdiri, Media Kaltim Network dibangun di atas keyakinan bahwa pers memikul amanah besar sebagai penyampai informasi yang berpijak pada kode etik jurnalistik dan menjunjung tinggi profesionalisme. Prinsip itu, menurutnya, menjadi landasan dalam menjaga kredibilitas media sekaligus merawat kepercayaan publik.

Bagi Pemkab Kutim, penghargaan tersebut menjadi pengingat bahwa keterbukaan informasi bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan ikhtiar berkelanjutan untuk menghadirkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Sinergi yang terjalin dengan media diharapkan terus menjadi jembatan yang menghubungkan kebijakan pemerintah dengan kepentingan publik melalui informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan. (kopi14/kopi3)

Memuat tombol bagikan...