Widget Gambar

Lepas Kontingen PORDA PERPAMSI, Ardiansyah Ingatkan Strategi Pelayanan dan Tingginya Tuntutan Warga

Lepas Kontingen PORDA PERPAMSI, Ardiansyah Ingatkan Strategi Pelayanan dan Tingginya Tuntutan Warga
Kopi 7
Memuat tombol bagikan...

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menjadi inspektur upacara (Irup) dalam upacara defile pelepasan kontingen Kutim ke PORDA PERPAMSI VII. Foto: Bahtiar/Irfan Pro Kutim

SANGATTA - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengingatkan pentingnya menjaga kebugaran fisik dan mental bagi para pegawai di sektor pelayanan publik, khususnya penyedia air bersih. Tekanan dan tuntutan masyarakat yang tinggi dinilai memerlukan kesiapan prima dari segenap aparatur dan pegawai di lapangan.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman saat melepas kontingen Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Tuah Benua (TTB) Kutim yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Daerah (PORDA) Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (PERPAMSI) VII di Kabupaten Kutai Barat (Kubar). Acara pelepasan ditandai dengan upacara defile dan penyerahan bendera pataka kepada ketua kontingen di Lapangan Kantor Perumdam TTB Kutim, Jalan Papa Charlie Kabo Jaya, Kamis (18/6/2026).

Menurut Ardiansyah, olahraga bukan sekadar ajang kompetisi untuk meraih mendali, melainkan sarana krusial untuk menjaga kebugaran di tengah beban kerja yang berat.

"Saya tahu persis tugas saudara-saudara tidak mudah. Di satu sisi bergelut dengan teknis di lapangan, di sisi lain terus mendapat tekanan dari masyarakat terkait pemenuhan kebutuhan dasar air bersih. Olahraga adalah bagian dari ikhtiar menghadirkan kebugaran dan kesejukan dalam diri demi memaksimalkan pelayanan," ujar Ardiansyah yang juga sebagai Kuasa Pemilik Modal (KPM) Perumdam TTB Kutim.

Ditambahkan Ardiansyah, Pemkab Kutim menaruh harapan besar agar kontingen Perumdam TTB Kutim mampu melampaui pencapaian prestasi pada edisi sebelumnya.

"Kompetisi ini diharapkan menjadi momentum ganda yakni mengukir prestasi olahraga tingkat provinsi sekaligus memompa motivasi kerja sekembalinya mereka ke lini pelayanan masyarakat," tegasnya.

Selain itu, Ardiansyah juga meminta dalam dinamika pelayanan publik harus disikapi secara bijak oleh manajemen Perumdam. 

"Keahlian dalam menyusun strategi di arena pertandingan diharapkan dapat dianalogikan ke dalam strategi bisnis perusahaan, yaitu mengubah tantangan dan keluhan pelanggan menjadi peluang peningkatan kualitas layanan," sebutnya.

Dalam kesempatan itu, Ardiansyah juga menyoroti capaian kinerja Perumdam TTB Kutim yang dinilai cukup tinggi berdasarkan data capaian daerah. Kendati sempat terjadi riak akibat kekeliruan data pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) lalu, ia menegaskan situasi telah diluruskan dan meminta seluruh pegawai tetap fokus bekerja tanpa terganggu oleh isu-isu yang berkembang di media sosial.

Lebih lanjut, ia membandingkan kondisi geografis Kutim yang diuntungkan oleh melimpahnya sumber air baku, termasuk pemanfaatan lubang bekas tambang (void) yang telah siap diolah. Kondisi ini jauh lebih baik ketimbang wilayah tetangga, seperti Kota Bontang, yang keterbatasan air bawah tanahnya memaksa pemerintah mengaktifkan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional.

"Kesulitan air adalah hambatan nyata bagi pemerintah dalam melayani warga. Kita di Kutai Timur bersyukur memiliki sumber daya air yang luar biasa melimpah. Maka, strategi dan teknik pelayanan harus terus ditingkatkan," tutup Ardiansyah.(kopi7/kopi13/kopi3) 

Memuat tombol bagikan...