Widget Gambar

Lomba Fashion Show Gemas Sanloka Tampilkan Keindahan Wastra Kutim

Lomba Fashion Show Gemas Sanloka Tampilkan Keindahan Wastra Kutim
Kopi 10
Memuat tombol bagikan...

Penampilan para peserta Lomba Fashion Show Gemas Sanloka.Foto: Habibah/Pro Kutim

SANGATTA – Semarak peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Kabupaten Kutai Timur (Kutim) semakin terasa melalui gelaran Lomba Fashion Show Gemas Sanloka 2026 yang berlangsung di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutim, Selasa (19/5/2026).

Kegiatan tersebut mengusung tema “Busana Kerja/Kantor dengan Tema Wastra Kutim untuk Kaltim” yang menampilkan kekayaan kain dan motif khas daerah dari 18 kecamatan di Kutim.

Ajang ini menjadi wadah kreativitas sekaligus upaya melestarikan wastra nusantara khas Kutim yang sarat akan nilai budaya dan identitas daerah. Wastra sendiri merupakan istilah untuk kain tradisional Indonesia yang memiliki makna filosofi, sejarah, dan budaya yang diwariskan turun-temurun.

Ketua Pokja III TP PKK Kutim, Nur Karim, menyampaikan apresiasi kepada Ketua TP PKK Kutim atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, lomba busana kerja telah beberapa kali digelar sebagai bagian implementasi program sandang PKK.

“Kegiatan ini untuk menumbuhkan kecintaan terhadap produk Indonesia sekaligus memahami wastra daerah. Kita ingin mengembangkan wastra mulai dari desa hingga tingkat kabupaten,” ujarnya.

Ia menambahkan, perkembangan motif dan corak batik khas Kutim kini semakin menarik dan memiliki ciri khas tersendiri di setiap kecamatan. Karena itu, ia berharap wastra Kutim terus berkembang dan semakin dikenal luas di Kaltim maupun tingkat nasional.

Sebanyak 18 kecamatan turut ambil bagian dalam lomba tersebut dengan menampilkan beragam motif batik unggulan daerah masing-masing. Kecamatan Muara Wahau menampilkan Batik Pesona Etnik Borneo, Muara Bengkal dengan Batik Bunga Bengkal, Sangatta Selatan membawa Batik Harmoni Alam Pesisir dan Hutan Tropis, sementara Kecamatan Sandaran menampilkan Batik Sandaran.

Selanjutnya Kecamatan Rantau Pulung memperkenalkan Batik Sandraloka, Sangatta Utara dengan Batik Paku, Kecamatan Telen membawa Batik Rumpun Seraung, dan Batu Ampar menampilkan Batik Nanas Batu Ampar.

Kecamatan Sangkulirang turut memamerkan Batik Gula Habang, Muara Ancalong dengan kombinasi motif Wakaroros, Kembang Kecombrang dan Kantong Semar, serta Bengalon yang menampilkan motif Buah Bengalon dan Kembang Kenanga.

Tidak kalah menarik, Kecamatan Teluk Pandan menghadirkan Batik Lembayung Kudungga, Long Mesangat dengan motif Buaya Badas, Karangan membawa motif Tegak Ka’Oros, Kaliorang memperkenalkan Batik Pisang Rorot Kwalit Kalimantan, serta Kecamatan Kaubun dengan motif Padi Kaubun.

Sementara itu, Kecamatan Busang menampilkan motif Padai dan Bunyau yang terinspirasi dari padi dan jeruk, sedangkan Kecamatan Kombeng memperkenalkan Batik Hudog Kayan Wakaroros yang sarat nuansa budaya lokal.

Penampilan para peserta dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari Nurrahmi Asmalia, Khairunisanur, dan Maryam Arya Arifin.

Melalui kegiatan ini, TP PKK Kutim berharap wastra daerah tidak hanya menjadi identitas budaya, tetapi juga mampu berkembang menjadi produk kreatif unggulan yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.(kopi10/kopi13/kopi3)

Memuat tombol bagikan...