Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi melepas 396 calon Taruna-Taruni SMKN 2 Sangatta Utara untuk mengikuti orientasi dan pembekalan di Mako Lanal Sangatta. Foto: Fuji dan Nasruddin/Pro Kutim
SANGATTA - Halaman SMKN 2 Sangatta Utara, Selasa (14/7/2026), menjadi titik mula perjalanan baru bagi 396 siswa yang resmi dilepas sebagai calon Taruna-Taruni. Di hadapan orang tua, guru, serta jajaran sekolah, Wakil Bupati Kutai Timur (Wabup Kutim) Mahyunadi mengangkat Sang Merah Putih sebagai penanda dimulainya masa orientasi yang akan membawa para peserta memasuki proses pembinaan karakter, kedisiplinan, dan ketahanan mental.
Selama tiga hari ke depan, ratusan siswa tersebut akan mengikuti pembekalan intensif di Markas Komando Pangkalan TNI Angkatan Laut (Mako Lanal) Sangatta. Program itu merupakan bagian dari pola pendidikan semi-militer yang selama ini diterapkan SMKN 2 Sangatta Utara. Untuk membentuk lulusan yang tidak hanya menguasai kompetensi vokasi, tetapi juga memiliki karakter kuat dalam menghadapi dunia kerja.
Dalam sambutannya mewakili Bupati Kutim, Mahyunadi menegaskan bahwa kegiatan orientasi bukanlah sebuah prosesi seremonial belaka. Menurut dia, tahapan tersebut menjadi gerbang awal bagi para siswa untuk memasuki lingkungan pendidikan yang menuntut kedisiplinan sekaligus tanggung jawab.
"Acara ini tentu bukan hanya sekadar seremoni, tetapi merupakan langkah awal anak-anakku sekalian menapakkan kaki di jenjang pendidikan yang bergengsi di Kabupaten Kutim," ujarnya.

Ia mengingatkan para peserta agar menjalani seluruh rangkaian orientasi dengan penuh kesungguhan. Mental yang tangguh, katanya, menjadi bekal utama dalam menghadapi tantangan kehidupan dan kebutuhan pembangunan bangsa pada masa mendatang.
"Lakukanlah orientasi ini dengan baik. Jangan manja, jangan cengeng, dan jangan banyak mengeluh, karena bangsa kita ke depan butuh generasi yang kuat, generasi yang tangguh, sesuai dengan visi-misi Kabupaten Kutim," tegas Mahyunadi.
Pesan tersebut, menurutnya, selaras dengan arah pembangunan sumber daya manusia yang menjadi prioritas Pemkab Kutim. Pendidikan dipandang sebagai wahana untuk membangun manusia yang unggul, bukan hanya dari sisi kecakapan intelektual, melainkan juga keteguhan moral, kesehatan, dan prestasi.
"Misi pertama kita yaitu peningkatan dan pemerataan daya saing daerah melalui pembangunan SDM yang berakhlak mulia, sehat, cerdas, dan berprestasi," tambahnya.
Selain menekankan disiplin, Mahyunadi memberi perhatian khusus terhadap terciptanya lingkungan belajar yang aman dan saling menghargai. Ia mengingatkan seluruh siswa agar menjauhi segala bentuk perundungan (bullying). Karena dapat meninggalkan dampak psikologis yang mendalam. Sebaliknya, ia mengajak seluruh calon taruna untuk menumbuhkan semangat persaudaraan, saling menjaga, serta menghormati sesama.

"Hindari bullying! Bahkan lebih baik kita saling asih, saling asuh, saling mengerti kepada kebutuhan kawan-kawan lainnya, dan saling membantu terhadap sesama kita. Yang kedua, jagalah moral, jagalah akhlak kita pada sesama teman laki-laki dan perempuan agar bisa menjaga jarak dan harga diri masing-masing," pintahnya.
Kepada para orang tua, Mahyunadi meminta agar memberikan kepercayaan penuh kepada sekolah. Ia memastikan bahwa pelaksanaan orientasi telah berulang kali dilakukan dengan mengedepankan aspek keselamatan dan tujuan pendidikan.
"Kepada orang tua wali murid, patutlah kita berbangga bahwa anak-anak kita diterima di SMKN 2 Sangatta Utara ini. Tidak usah khawatir bahwa takut ada kekerasan dalam orientasi ini, karena ini sudah kesekian kalinya dilakukan oleh sekolah," jelasnya.
Ia juga menitipkan pesan kepada seluruh mentor dan pembina yang akan mendampingi para siswa selama berada di Mako Lanal Sangatta. Menurutnya, pembinaan karakter harus tetap berlangsung dalam koridor aturan, memperhatikan kondisi psikologis remaja, serta mengutamakan keselamatan peserta. Betul-betul menjaga para calon Taruna-Taruni ini sesuai dengan koridor, aturan, dan kemampuan.

Menutup arahannya, Mahyunadi mengingatkan bahwa seluruh proses yang dijalani para siswa merupakan investasi jangka panjang. Hasil akhirnya bukan hanya kelulusan akademik, melainkan kemampuan memperoleh pekerjaan, menjalankan profesi secara bermartabat, serta mengabdikan diri kepada bangsa dan negara.
"Ingatlah bahwa ini hanya awal, langkah kalian ini hanya permulaan. Ini hanya input, setelah itu ada output kelulusan nilai yang bagus, dan ada outcome yaitu hasil di mana kalian bisa mendapatkan pekerjaan yang baik, mengisi profesi yang baik, serta mengabdi dan berbakti kepada bangsa dan negara kita," jelasnya.
Sementara itu, Kepala SMKN 2 Sangatta Utara, Mustari, menjelaskan bahwa pembaretan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Tradisi tersebut rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai prosesi penerimaan resmi calon Taruna-Taruni sekaligus penguatan kesiapan mental sebelum memasuki pembelajaran.
"Hari ini alhamdulillah kita bisa melaksanakan kegiatan MPLS dan pelepasan kegiatan pembaretan. Pembaretan ini adalah prosesi penerimaan calon taruna-taruni SMK Negeri 2," kata Mustari.
Ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wabup Kutim yang secara langsung melepas para peserta. Menurutnya, kehadiran pemerintah daerah mencerminkan dukungan terhadap pengembangan pendidikan vokasi berbasis pembentukan karakter.
"Alhamdulillah hari ini kita kedatangan Pak Wakil Bupati, yang bersedia untuk melepas calon taruna-taruni SMK Negeri 2 Sangatta Utara. Kegiatan ini sudah dilaksanakan setiap tahun, merupakan kegiatan rutin," tutur Mustari.
Mustari menambahkan bahwa kultur pendidikan semi-militer di sekolahnya menuntut kesiapan fisik maupun mental. Karena itu, pembaretan menjadi fase penting agar para siswa mampu beradaptasi dengan sistem pembelajaran yang diterapkan.
"Perlu diketahui bahwa SMK Negeri 2 Sangatta Utara ini menggunakan pendidikan semi-militer. Jadi untuk persiapan ke sana, calon taruna-taruni kami harus digembleng mental dan karakternya, kesiapan mentalnya," jelasnya.
Dari sisi teknis pelaksanaan, instruktur Agus menerangkan bahwa sebanyak 396 peserta akan mengikuti rangkaian kegiatan selama beberapa hari 13-16 Juli 2026. Setelah dilepas dari sekolah, seluruh peserta menjalani pembinaan di Mako Lanal Sangatta, kemudian melaksanakan perjalanan kaki menuju Pantai Kenyamukan pada Rabu malam sebelum mengikuti prosesi pembaretan yang dipimpin Komandan Lanal.
"Jumlah peserta kurang lebih di 396. Kita melaksanakan di tiga tempat, dilepas di SMK Negeri 2, kegiatan tiga hari dua malam (efektif) itu dilaksanakan di Mako Lanal, kemudian di Rabu malam berjalan kaki merapat ke Pantai Kenyamukan dan dibaret di sana oleh Komandan Lanal sendiri," ungkapnya.
Agus menjelaskan, pelaksanaan kegiatan didukung puluhan personel gabungan guna memastikan seluruh peserta mendapatkan pendampingan secara optimal. Jumlah instruktur dari Mako Lanal sekitar 27 orang, kemudian dari guru sekitar 24 orang, untuk senior pendampingnya sekitar 24 orang.
Aspek kesehatan juga menjadi perhatian utama selama pembaretan berlangsung. Tim medis dari Lanal disiagakan, sementara rumah sakit rujukan telah dipersiapkan apabila sewaktu-waktu diperlukan penanganan lanjutan. Untuk pendampingan medis, ada Dokter Lanal, kemudian rumah sakit rujukan bekerja sama dengan RS PKT. Melalui rangkaian MPLS dan pembaretan tersebut, SMKN 2 Sangatta Utara berharap para Taruna-Taruni baru memiliki fondasi karakter yang kukuh, kecakapan yang terus berkembang, serta kesiapan memasuki dunia industri setelah menyelesaikan pendidikan. (kopi14/kopi3)








