Widget Gambar

Maulid Nabi di Kutim, Ardiansyah Ajak Warga Rawat Persatuan

Maulid Nabi di Kutim, Ardiansyah Ajak Warga Rawat Persatuan
Kopi 7
Memuat tombol bagikan...

Jalannya peringatan maulid nabi di Masjid Agung Al Faruq dihadiri Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman. Foto: Bahtiar/Pro Kutim

SANGATTA — Suasana khidmat menyelimuti pelataran indoor Masjid Agung Al Faruq, kawasan Bukit Pelangi, Rabu (26/8/2026). Ribuan jemaah tampak memadati rumah ibadah kebanggaan warga Kutim tersebut guna memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Peringatan hari besar Islam tahun ini mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW untuk Membangun Pribadi yang Beriman, Berilmu dan Berakhlak Mulia.” Tema ini diangkat sebagai pengingat penting bagi umat Islam untuk menjadikan Rasulullah sebagai figur sentral dalam membimbing laku kehidupan sehari-hari.

Acara semakin bermakna dengan kehadiran Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan unsur pemerintah daerah. Kehadiran para pimpinan daerah ini menjadi wujud nyata dukungan penuh pemerintah terhadap syiar keagamaan serta penguatan spiritual masyarakat Kutim.
Dalam sambutannya, Bupati Ardiansyah Sulaiman menekankan pentingnya menjadikan keteladanan Rasulullah sebagai tolok ukur utama dalam kepemimpinan maupun bermasyarakat. Ia mencontohkan bagaimana Nabi Muhammad SAW berhasil merajut kerukunan dan menyatukan berbagai suku di Mekah pada masa lampau.

"Indonesia merupakan negara dengan beragam suku bangsa. Oleh karena itu, sosok Rasulullah sangat pas untuk kita jadikan contoh utama dalam menyatukan berbagai ragam macam suku yang ada," ujar Ardiansyah di hadapan para jemaah.

Menurutnya, nilai-nilai persatuan tersebut sangat relevan untuk terus dirawat di tengah masyarakat Kutim yang plural dan heterogen. Kemeriahan dan kekhidmatan peringatan Maulid ini ditutup dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ustaz Anwar Ashaf. Dalam ceramahnya, ia mengajak jamaah untuk mengenang kembali perjuangan Nabi dalam membangun fondasi akhlak, memperkuat keimanan, serta menumbuhkan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan.

Ada pesan unik yang disampaikan sang ustaz tatkala membahas pola hidup sehat ala Rasulullah SAW. Ia mengingatkan jamaah agar senantiasa mencontoh gaya hidup Nabi tanpa harus kebingungan mencari rujukan lain.

"Kalau ingin sehat, ikuti teladan Rasulullah, tidak usah repot-repot penelitian karena Rasulullah selama hidupnya hanya sakit dua kali. Maka dari itu, Rasulullah merupakan teladan yang nyata untuk diikuti," tutur Ustaz Anwar disambut antusias jemaah.

Lebih dari sekadar seremonial tahunan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Agung Al Faruq ini menjadi momentum strategis untuk mempererat tali silaturahmi antara pemerintah daerah, para tokoh agama, dan masyarakat luas.

Melalui kegiatan ini, nilai-nilai luhur Rasulullah diharapkan dapat meresap ke dalam sendi-sendi kehidupan keluarga, bermasyarakat, hingga dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab profesional sehari-hari.

Pemerintah Kabupaten Kutim berharap semangat meneladani Rasulullah SAW terus tumbuh subur di Bumi Kutai Timur, sehingga mampu melahirkan generasi masa depan yang tidak hanya cerdas berilmu dan kuat keimanannya, tetapi juga berbudi pekerti luhur serta memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama.(kopi7/kopi13/kopi3)

Memuat tombol bagikan...