Widget Gambar

Mengetuk Kesadaran, Menyaring Harapan, Mengeliminasi Tuberkulosis di Kutim

Mengetuk Kesadaran, Menyaring Harapan, Mengeliminasi Tuberkulosis di Kutim
hms3
Memuat tombol bagikan...

SANGATTA - Suasana Sekretariat Ikatan Keluarga Toraja (IKAT) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) pada Sabtu, (21/2/2026) lalu, terasa berbeda. Sejak pagi, sekitar 50 anggota Persekutuan Wanita Gereja Toraja (PWGT) Klasis Kutim bersama kader Pengawas Minum Obat (PMO) TB Teluk Lingga memenuhi ruangan. Mereka hadir bukan untuk ibadah rutin, melainkan mengikuti Sosialisasi dan Skrining Tuberkulosis (TB), sebuah ikhtiar bersama memerangi penyakit menular yang masih menjadi tantangan kesehatan publik.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi PWGT Klasis Kutim dengan kader PMO TB serta Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Kabupaten Kutim. Dukungan juga datang dari PT KPC dan Pama, serta donasi doorprize dari Ibu Rini Mande. Sejumlah pejabat turut hadir, antara lain Ketua PPTI Cabang Kutim Ny Hj Siti Robiah, Ketua IKAT Kutim Piter Buyang, perwakilan KPC, Pama, dan puskesmas.

Acara dibuka dengan sambutan, dilanjutkan pre-test materi TB untuk mengukur pemahaman awal peserta. Materi disampaikan oleh Hj Harwati dari PPTI. Ia menguraikan secara runut mengenai gejala, cara penularan, hingga langkah pencegahan TB. Paparannya menekankan pentingnya deteksi dini dan kepatuhan pengobatan, agar rantai transmisi dapat diputus sedini mungkin.

Setelah pemaparan, kegiatan berlanjut pada skrining langsung. Tahap ini menjadi inti kegiatan. Mendekatkan layanan pemeriksaan kepada masyarakat. Post-test digelar untuk melihat peningkatan pemahaman, sebelum acara ditutup dengan pembagian doorprize dan foto bersama.

Ketua IKAT Kutim, Piter Buyang, berharap kegiatan serupa berkesinambungan dan menjangkau anggota PIKAR IKAT. Ia juga menegaskan sasaran perlu diperluas, tidak hanya bagi Wanita Gereja Toraja, tetapi juga wanita IKAT Kutim secara umum.

“IKAT siap mendukung dan menyukseskan program TOSS TB,” ujarnya.

Dari pihak PWGT, Yuliana Kala Lembang menyampaikan harapan agar kegiatan ini menjangkau seluruh wanita jemaat pada 13 Gereja Toraja di tujuh kecamatan. Yakni jemaat Rama, Prima, Jimtelsat, Bukit Hermon, Marendeng, Elim, Kalvari, Projasam, Sekurau, Kaliorang, Kaubun, Gloria Pangadan, dan Jabdan Wahau. PWGT Klasis Kutim, katanya, siap menerima dan mendukung setiap program pemerintah, tidak hanya pada ranah spiritualitas, tetapi juga kesehatan. Termasuk pencegahan stunting melalui pola asuh, program lingkungan, UMKM, pengembangan PAUD sejenis, pembinaan remaja, lansia, hingga penguatan keluarga berkualitas menuju Indonesia Emas.

Sementara itu, Ketua PPTI Cabang Kutim Ny Hj Siti Robiah menaruh harapan agar seluruh lapisan masyarakat pernah terpapar informasi tentang TB dan termotivasi memeriksakan diri secara sukarela. Ia juga menekankan pentingnya sinergi pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan eliminasi TB tahun 2030 sesuai target nasional. Masyarakat, lanjutnya, diharapkan memanfaatkan posyandu untuk pelayanan kesehatan, tidak terbatas pada imunisasi, serta menumbuhkan kesadaran hidup bersih dan sehat sebagai jalan menuju kesejahteraan.

Di ruang sederhana itu, percakapan tentang TB bukan lagi wacana yang jauh dari keseharian. Ia menjadi urusan bersama. Diterangkan dengan bahasa yang mudah dipahami, disertai langkah konkret. Dari meja pre-test hingga sesi skrining, hari itu menjadi penanda bahwa pemberantasan TB memerlukan ketekunan, keterlibatan, dan keberanian menatap kenyataan. Sebuah kerja sunyi yang dimulai dari komunitas, untuk kesehatan bersama. (kopi3)

Memuat tombol bagikan...