SANGATTA - Aktivitas praktikum dan pengujian kompetensi mewarnai sejumlah sekolah menengah kejuruan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dalam beberapa bulan terakhir. Di ruang-ruang laboratorium, di hadapan perangkat komputer, panel listrik, hingga peta geologi, para siswa kelas akhir diuji bukan hanya ketangkasan teknis, tetapi juga kesiapan mental memasuki gelanggang dunia kerja. Kegiatan itu merupakan bagian dari Uji Kompetensi Keahlian (UKK) yang digelar oleh Community Empowerment (CE) perusahaan tambang Kaltim Prima Coal melalui Community Health & Education (CHE). Program tersebut terlaksana berkat kolaborasi dengan tim penguji dari Geologi Departemen-MDD KPC, IT Department–IT Division KPC, serta Coal Handling & Terminal Maintenance and Infrastructure Support Project (CHTM) Department–CPHD KPC.
Pelaksanaan UKK berlangsung di tiga sekolah berbeda di Kutim. Kegiatan pertama dilangsungkan pada 9 dan 10 Februari bagi siswa kelas XII jurusan Geologi Pertambangan di SMKN 2 Sangatta Utara. Para peserta diuji oleh dua praktisi dari Departemen Geologi KPC, yakni Kika Anindtya selaku Senior Geologist dan Andy Pratama sebagai Mine Geologist.
Ujian berikutnya digelar pada 10 dan 13 Februari di SMKN 1 Rantau Pulung untuk siswa kelas XII jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). Tim penguji berasal dari Departemen IT KPC yang terdiri atas Bryan Sutisna (Telecommunication), Rahmat Safi’i (MKN-IT), dan Koko Yauardi (DSO-IT).

Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut pada awal April di SMK Muhammadiyah 1 Sangatta Utara. Pada 6 hingga 7 April, sebanyak 34 siswa kelas XII jurusan Teknik Komputer dan Jaringan mengikuti pengujian yang dipandu Bryan Sutisna, Koko Yuardi, serta Ghali Pratama yang bertugas sebagai Finger Print Engineer.
Masih di sekolah yang sama, pada 6 dan 9 April dilaksanakan UKK bagi 28 siswa jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL). Pengujian kompetensi mereka dilakukan oleh Jhemy Sampe selaku Supervisor CHTM Electrical KPC serta Muhammad Idris yang menjabat Coordinator Electrical.
Wakil Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 1 Sangatta Utara Bidang Hubungan Industri dan Kemasyarakatan Ahmad Natsir menyampaikan apresiasi terhadap keterlibatan KPC dalam kegiatan tersebut. Dalam sambutannya saat penutupan UKK pada Kamis, 9 April 2026, ia menegaskan bahwa hubungan kemitraan antara sekolah dan perusahaan telah terjalin lama.
Menurut Natsir, KPC selama ini tidak hanya mendukung kegiatan pendidikan, tetapi juga memberikan kontribusi melalui bantuan infrastruktur sekolah, peningkatan kapasitas guru dan siswa, berbagai pelatihan, hingga dukungan terhadap pengembangan kurikulum.
Ia menilai kehadiran dunia industri menjadi kian penting di tengah gelombang Revolusi Industri 4.0 yang membawa perubahan besar dalam lanskap pendidikan.

“Terima kasih kepada KPC atas respon cepatnya sehingga kegiatan UKK tahun ini dapat berjalan dengan sukses. Dengan bantuan ini dapat bermanfaat kepada siswa, serta menjadi ilmu yang sangat berharga saat memasuki dunia kerja. Semoga kedepan dapat menciptakan generasi yang unggul, terampil dan menjadi generasi bagi kemajuan Kutai Timur serta Indonesia pada umumnya,” tutupnya.
Harapan serupa disampaikan Nur Asila, siswi berusia 18 tahun asal Kecamatan Bengalon. Ia menjadi satu-satunya perempuan di antara 27 siswa laki-laki pada kelas XII jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik di SMK Muhammadiyah 1 Sangatta Utara.
Anak keempat dari tujuh bersaudara yang memiliki kegemaran bermain bola voli itu berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan agar adik-adik kelasnya kelak memperoleh pengalaman yang sama. Asila menuturkan perjalanan studinya tidak mudah. Ia harus hidup mandiri di sebuah rumah kontrakan di kawasan Gang Kauman, Sangatta, jauh dari orang tua.
“Semoga ini menjadi langkah awal yang baik, bagi masa depan saya dapat segera mendapatkan pekerjaan setelah lulus dan menjadi orang sukses. Membanggakan orang tua serta membantu biaya sekolah bagi adik adik saya. Terima kasih KPC,” tutupnya.

Sementara itu, Acting Manager Community Empowerment KPC Muhammad Yusuf melalui Superintendent CHE KPC Febriana Kurniasari menilai kebutuhan tenaga kerja saat ini semakin kompleks. Karena itu, keterlibatan perusahaan dalam pendidikan vokasi menjadi bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas.
Melalui pelatihan serta pengenalan bidang teknik pertambangan, kelistrikan, dan jaringan komputer sejak di bangku sekolah, KPC berupaya mempertemukan kebutuhan industri dengan kesiapan lulusan.
“Keberhasilan operasional KPC tidak terlepas dari kontribusi dan Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan kepada masyarakat. Dalam upaya serta mendukung pemerintah guna menyiapkan serta membentuk masa depan generasi muda Kutai Timur menjadi calon tenaga kerja yang, terampil, terlatih, tangguh, serta sadar akan pentingnya budaya kesehatan, keselamatan kerja dan lingkungan (K3LH),” tutupnya. (*/kopi3)








