Widget Gambar

Pelajar Kutim Diajak Hidupkan Sejarah Lewat Konten Digital 

Pelajar Kutim Diajak Hidupkan Sejarah Lewat Konten Digital 
Kopi 8
Memuat tombol bagikan...

Jalannya Workshop Storytelling dan Digital Content Sejarah Lokal. Foto: Miftah/Pro Kutim 

SANGATTA - Sejarah lokal Kutai Timur (Kutim) tidak ingin hanya tersimpan dalam buku atau cerita dari generasi ke generasi. Upaya mengenalkan sejarah lokal Kutim kepada generasi muda mulai diarahkan ke cara yang lebih dekat dengan perkembangan teknologi. Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim menggelar Workshop Storytelling dan Digital Content Sejarah Lokal di Resto Zenova Royale Hotel, Rabu (9/9/2026).

Sebanyak 15 pelajar SMA, SMK, dan MA dari Sangatta Utara, Sangatta Selatan hingga Sangkulirang mengikuti kegiatan tersebut.

Dengan menghadirkan narasumber dari Kaltim Today, Alisa Deliana, mereka tidak hanya diajak memahami sejarah, tetapi juga belajar bagaimana mengemasnya menjadi cerita yang menarik dan relevan dengan kebiasaan generasi muda saat ini.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim, Ilham, mengatakan workshop tersebut menjadi langkah awal untuk melibatkan pelajar dalam mengenalkan sejarah daerah.

“Harapan kami bahwa kegiatan storytelling ini menjadi awal kita bersama, saat ini mungkin di jenjang SMA, kemudian nanti juga di jenjang SMP dan SD,” ujarnya.

Menurut Ilham, kegiatan serupa akan terus dikembangkan agar semakin banyak pelajar memiliki kesempatan mengenal sekaligus menceritakan kembali sejarah Kutim.

Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, mengatakan workshop tersebut tidak sekadar melatih kemampuan peserta dalam membuat cerita, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pengelolaan sejarah dan kebudayaan di Kutai Timur.

Ia menyebut sejarah lokal dapat dikemas dalam konten digital untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas. Tidak hanya sejarah, materi tersebut ke depan juga dapat dikembangkan untuk memperkenalkan cagar budaya, pesta adat hingga potensi pariwisata Kutai Timur.

“Kegiatan hari ini adalah cikal bakalnya. Kita akan kembangkan, kita akan menguatkan dan mengangkat sejarah lokal Kutai Timur melalui konten digital dan storytelling,” kata Mulyono.

Menurutnya, jika dikembangkan secara berkelanjutan, konten sejarah dan budaya tersebut tidak hanya menjadi media edukasi, tetapi juga dapat mendukung promosi daerah dan memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat.

Workshop ini dibuka Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi. Ia mengapresiasi langkah Disdikbud yang mulai melibatkan generasi muda dalam pengenalan sejarah daerah.

Menurut Mahyunadi, kemampuan bercerita harus dibarengi dengan ketepatan informasi. Sejarah yang disampaikan kepada publik harus memiliki dasar dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Sejarah yang diceritakan harus benar-benar original. Jangan hanya menjadi storytelling semata, tetapi kita harus belajar dari sejarah,” tegasnya.

Mahyunadi juga mengingatkan peserta agar tidak sekadar mengejar konten yang menarik. Proses menggali sejarah dari sumber yang tepat menjadi bagian penting sebelum sebuah cerita disampaikan kepada masyarakat.

Ia berharap para pelajar yang mengikuti workshop dapat menjadi bagian dari generasi yang ikut mendokumentasikan sejarah Kutim. Dengan kemasan digital yang lebih dekat dengan anak muda, cerita tentang sejarah, budaya dan identitas daerah diharapkan tidak berhenti sebagai arsip, tetapi terus hidup dan dikenal generasi berikutnya.(kopi8/kopi13/kopi3)

Memuat tombol bagikan...