Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dalam momen MoU Pengampuan Kardiovaskular. Foto: Dewi/Pro Kutim
SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman menyampaikan dukungannya terhadap penguatan jejaring layanan kesehatan jantung dan pembuluh darah di Kalimantan Timur. Hal tersebut disampaikan usai kegiatan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama atau MoU antara Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita dengan Direktur RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda serta Direktur 11 RSUD kabupaten/kota se-Kalimantan Timur di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutim, Jumat (19/6/2026).
Bupati Ardiansyah menjelaskan, program penguatan layanan jantung merupakan bagian dari perhatian pemerintah pusat dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan berkualitas.
“Program ini sangat dibutuhkan. Pemerintah memberikan perhatian besar terhadap penyakit jantung dan pembuluh darah, sehingga rumah sakit di Indonesia terus dilengkapi agar mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, pemerintah pusat menargetkan terbentuknya 400 anggota jejaring layanan jantung secara nasional. Saat ini, jejaring yang sudah terbentuk sebanyak 39 anggota dan akan terus dikembangkan secara bertahap dalam kurun waktu lima tahun ke depan.
“Targetnya 400 anggota jejaring. Sekarang sudah ada 39, dan ini akan terus bergerak sampai lima tahun ke depan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan jantung di berbagai daerah,” jelasnya.
Menurutnya, kerja sama tersebut juga menjadi langkah penting dalam pemerataan pelayanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat Kalimantan Timur. Melalui sistem jejaring dan pengampuan nasional, rumah sakit daerah akan mendapatkan dukungan peningkatan kapasitas, sumber daya manusia, hingga tata kelola pelayanan.

Dari sisi tenaga medis, Bupati Ardiansyah menyebutkan bahwa ketersediaan dokter spesialis jantung di daerah terus diperkuat. Saat ini terdapat dua dokter spesialis jantung dan akan bertambah menjadi tiga, bahkan masih terbuka peluang penambahan tenaga spesialis berikutnya.
“Sumber daya manusia juga menjadi perhatian. Saat ini sudah ada dua spesialis jantung, nanti menjadi tiga, dan kemungkinan akan bertambah lagi satu spesialis,” katanya.
Ia menambahkan, program pengampuan nasional dari Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita akan diterapkan di Kalimantan Timur sebagai bagian dari jejaring nasional tersebut.
“Kalimantan Timur termasuk dalam penguatan jejaring ini. Harapannya pelayanan jantung bisa semakin dekat dengan masyarakat, sehingga warga tidak perlu selalu dirujuk jauh untuk mendapatkan penanganan,” tutupnya.

Penandatanganan kerja sama ini diharapkan menjadi momentum percepatan peningkatan kualitas layanan kesehatan jantung di seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Timur, sekaligus mendukung target nasional dalam membangun sistem pelayanan kesehatan yang lebih merata.(kopi15/kopi13/kopi3)








